Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026
Dituding Lalai Saat Perbaiki Jalan Amblas

Warga Minta BBPJN Bertanggungjawab Terkait Dampak Jalan Nasional Sidikalang-Medan Putus Total

* Warga Merugi Puluhan Juta Rupiah
Redaksi - Jumat, 08 Januari 2021 09:18 WIB
1.250 view
Warga Minta BBPJN Bertanggungjawab Terkait Dampak Jalan Nasional Sidikalang-Medan Putus Total
Foto/SIB Tulus Tarihoran
TERTUTUP TANAH : Kolam pancing milik Esron Sinaga tertutup material tanah, pasca pengeringan genangan air di sebelah kanan badan jalan amblas dari arah Sidikalang menuju Medan di Desa Sitinjo Dairi, Kamis (7/1). 
Sidikalang (SIB)
Badan jalan nasional jurusan Sidikalang-Medan akhirnya putus total di kilometer 6,5 Desa Sitinjo, Dairi akibat proses pengeringan genangan air dan pemasangan box culvert untuk perbaikan jalan amblas, Rabu (6/1).

Pengeringan genangan air itu mengakibatkan areal cafe, rumah, kolam pancing dan areal pertanian warga rusak. Karena aliran air dari genangan menggerus tanah di areal cafe, penginapan dan sejumlah rumah. Air dan material tanah ada juga yang menutupi kolam dan lahan pertanian.

Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Sumatera Utara diminta bertanggungjawab atas kerusakan areal cafe, penginapan dan rumah serta areal pertanian warga.

Pemilik penginapan Dalanta Jumpa, Merhat Boangmanalu (55) melalui istrinya, Pringetan bru Sembiring (52) dan menantunya, Arbain Karokaro (27), Kamis (7/1) di lokasi mengaku, tidak menyangka bakal terjadi demikian. Akibat kejadian itu, satu unit rumah milik orangtuanya terbawa longsor. Ia mengaku, akibat kejadin itu kerugian dialami puluhan juta rupiah dan mereka minta pemerintah memberikan ganti rugi.

"Kami yang tinggal di rumah itu. Tidak banyak barang yang bisa diselamatkan, ketika rumah itu dibawa longsor saat pengeringan genangan air" tutur Arbain.

Sementara itu, pengusaha kolam pancing, Esron Sinaga menuturkan, musibah longsor badan Jalan Nasional Sidikalang - Medan itu menyebabkan kerugian besar terhadap usaha kolam pancing yang telah digelutinya selama 7 tahun.

Menurut informasi yang diperoleh awalnya, perbaikan jalan yang sebelumnya mengalami amblas itu dilakukan BBPJN Wilayah Sumut dengan memasang box culvert, tetapi terlebih dahulu mengeringkan genangan air di sisi badan jalan dari arah Sidikalang menuju Medan.

Pada saat pengeringan itu, diduga ada unsur kelalaian, karena petugas membuka aliran air sangat besar, sehingga merusak sekitarannya, bahkan badan jalan amblas menjadi semakin meluas.

Genangan air itu langsung menerjang dinding tanah sisa badan jalan, rumah, gerbang Cafe Deyas serta kolam pancing milik Esron yang persis berada di bawah badan jalan.

"Badan jalan amblas menjadi sekitar 40 meter, air dan material tanah yang dibawa air menutupi kolam pancing dan tanaman warga," kata Esron.

Esron menilai proses pengeringan genangan air itu, kurang perhitungan dari pihak petugas. Sebab, kata Esron, tim BBPJN di lapangan ataupun operator alat berat kurang hati-hati.

"Sudah menyarankan agar proses pengeringan secara lambat laun, karena masih banyak kolam dan tanaman warga di bawah aliran air. Proses awal pengeringan air sekitar 1-2 jam berjalan mulus. Tetapi entah kenapa pelaksana di lapangan ataupun operator memperbesar lubang untuk mengeluarkan air dengan alasan supaya air cepat habis, sehingga proses pemasangan gorong-gorong bisa segera dilakukan, karena mereka menargetkan proses pekerjaan hanya 3 hari,” katanya.

Esron mengaku akibat peristiwa itu, satu pondok rusak, sekitar 700 Kg ikan nila dan ikan mas serta alat pancing dan pakan habis diterjang mirip air bah itu. "Kami mengalami kerugian akibat peristiwa itu sekitar Rp 50 juta lebih," ucapnya.

Esron meminta pemerintah/ BBPJN bertanggungjawab untuk mengganti rugi kerugian warga. Karena pengeringan genangan air tidak diinformasikan kepada warga, yang memiliki areal pertanian di sekitaran aliran air.

Pantauan, akibat badan jalan putus total dan Polres Dairi melakukan rekayasa lalu lintas, kemacetan panjang di sejumlah titik jalan alternatif seperti di jalan alternatif Dusun Lae Siranbon menuju Simpang Lembaga.

Terlihat siang hingga sore di lokasi tidak ada proses pekerjaan pasca badan jalan longsor total. Pihak BBPJN Sumut belum bisa dikonfirmasi di lokasi.

Sebelumnya, perwakilan BBPJN Wilayah Sumut, Diky Pasaribu kepada wartawan mengatakan, konstruksi perbaikan jalan longsor itu akan memasang box culvert dengan terlebih dahulu melakukan pengeringan genangan air. (K05/f)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru