Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

Pasien Covid-19 Sembuh 16.009 Orang, Ruang Isolasi RS di Sumut 60 Persen Kosong

* Warga Menolak Divaksin Bisa Dipidana dan Denda
Redaksi - Jumat, 08 Januari 2021 09:41 WIB
555 view
Pasien Covid-19 Sembuh 16.009 Orang, Ruang Isolasi RS di Sumut 60 Persen Kosong
©Liputan6.com/Herman Zakharia
Ilustrasi Ruang isolasi Covid-19 .
Medan (SIB)
Jumlah pasien sembuh dari Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) telah mencapai 16.009 orang lebih. Hal ini lantaran penambahan kasus baru sembuh hanya terpaut tipis dengan angka positif selama beberapa bulan terakhir.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah MM mengatakan hingga kini angka sementara kesembuhan mencapai 16.009 orang. Jumlah tersebut setelah bertambah 84 orang yang diperoleh dari 20 kabupaten/kota. Paling banyak Medan 40 orang dan Deliserdang 11 orang, disusul Karo 8 orang, Binjai 7 orang, Madina dan Samosir masing-masing 2 orang.

"Tanjungbalai, Tebingtinggi, Sibolga, Padangsidimpuan, Langkat, Asahan, Dairi, Toba, Pakpak Bharat, Batubara, Padanglawas, Paluta, dan Labura masing-masing 1 orang," kata Aris Yudhariansyah kepada wartawan di Medan, Kamis (7/1) malam.

Sedangkan akumulasi positif, sambung dia, jumlahnya mencapai 18.673 orang setelah bertambah 83 kasus baru yang didapatkan dari 12 kabupaten/kota. Penambahan diperoleh dari Medan 46 orang, Deliserdang 14 orang, Langkat 5 orang, Pematangsiantar, Tebingtinggi dan Asahan masing-masing 3 orang.

Selanjutnya, Simalungun, Dairi, Serdangbedagai masing-masing 2 orang. Tapanuli Utara, Nias Selatan, Pakpak Bharat masing-masing 1 orang. "Selisih antara akumulasi kasus positif dan sembuh hanya 2.600-an," sebut Aris yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut.

Lebih lanjut dikatakan, untuk angka kematian kini jumlah sementara mencapai 691 orang. Jumlah itu setelah bertambah 2 kasus baru yang berasal dari Medan dan Deliserdang. Sedangkan akumulasi suspek berjumlah 756 orang, bertambah 8 kasus baru.
"Untuk penderita Covid-19 aktif di Sumut jumlahnya saat ini sudah di bawah angka 2.000 yaitu 1.973 orang. Penderita tersebut baik yang melakukan isolasi mandiri maupun di rumah sakit," tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan MKes mengatakan ketersediaan ruang isolasi dan ICU di Sumut sekitar 60 persen masih kosong. "Aman. 40 persen ruang isolasi dan ICU di RS yang terisi, 60 persen ruang yang masih kosong," kata Alwi.

Disinggung RS rujukan Covid-19 penuh dan ada pasien yang terlantar terpaksa dirawat di RS lain bayar sendiri, Alwi membantah hal tersebut. "Ah, mana ada. Informasi-informasi yang kurang jelas jangan dijadikan referensi. Pasien itu tidak ada ditelantarkan dan bayar sendiri," ujarnya.

DiDenda
Pada kesempatan ini juga Dinas Kesehatan Sumut mengimbau masyarakat tak terkecuali tenaga kesehatan (nakes) yang menolak untuk vaksinasi akan dikenakan denda dan pidana.

Alwi Hasibuan mengatakan masyarakat yang menolak untuk divaksin ini tidak hanya terkena denda materi saja, bahkan dipenjara pun bisa. "Karena ini kan sudah ada dalam UU mengenai wabah. Siapa yang menghambat penanggulangan wabah dia akan terkena pidana 1 tahun," ujarnya.

Sisi lain, anggaran vaksin yang mencapai puluhan triliun akan sia-sia dan tidak akan memutus rantai penyebaran jika hanya sebagian kecil yang melakukan vaksinasi. "Kalau hanya sebagian kecil orang tentu tidak menyelesaikan masalah secara luas dan hanya menyelesaikan masalah individu saja, tentu tidak akan memutuskan rantai penularan. Ini anggaran negara besar sekali ke vaksin ini. Sayang sekali jika hanya baca medsos yang tidak jelas yang menyebut program kita gagal," ujarnya.

Vaksin sebanyak 40 ribu dosis yang tiba di Sumut pada Selasa (5/1) ini direncanakan akan diprioritaskan kepada nakes yang telah menerima SMS untuk mendapatkan vaksinasi. "Semuanya yang menerima syarat untuk divaksin akan menerima SMS. Itu datanya dari BPJS lengkap dengan data penyakit komorbidnya. Yang berpenyakit itu tidak lagi berhak mendapatkan vaksin. Selain itu ada dari provider telekomunikasi, BPJS ketenagakerjaan, ini saya sudah terima SMS-nya," tuturnya.

Dalam penyaluran vaksin ini, ia menegaskan tidak ada lagi sosialisasi mengenai vaksin, lantaran sudah ada beragam informasi di media. "Sosialisasi sudah cukup itu. Di mana-mana sudah ada mengenai informasi vaksin. Masyarakat yang tidak mau ya dia rugi. Kalau ada kesempatan divaksin ya harusnya diambil. Artinya kita dapat kesempatan untuk meningkatkan proteksi diri kita, sayang sekali jika ditolak," tutupnya. (M17/c)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru