Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 09 Februari 2026

Berpakaian Hitam-hitam, Ratusan Pemuda Turun ke Jalan Tuntut PM Malaysia Mundur

Bawa Jenazah Tiruan Lambangkan Tingginya Angka Kematian Covid-19
Redaksi - Minggu, 01 Agustus 2021 08:59 WIB
430 view
Berpakaian Hitam-hitam, Ratusan Pemuda Turun ke Jalan Tuntut PM Malaysia Mundur
AP Photo/FL Wong
UNJUK RASA: Seorang pengunjukrasa memegang plakat selama demonstrasi menuntut perdana menteri mundur di dekat Lapangan Kemerdekaan di Kuala Lumpur, Sabtu (31/7).
Kuala Lumpur (SIB)
Ratusan pengunjukrasa berbaris damai di pusat kota Kuala Lumpur pada Sabtu (31/7) menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Jalan di sekitar Lapangan Merdeka, tempat parade Hari Nasional sering diadakan, ditutup sementara karena aksi unjuk rasa Malaysia memenuhi jalan dengan berpakaian hitam turun ke jalan.

Demonstrasi tersebut diorganisir oleh koalisi kelompok pemuda dan masyarakat sipil, yang disebut Sekretariat Solidaritas Rakyat (Sekretariat Solidaritas Rakyat).

Ada yang membawa jenazah tiruan yang dibungkus kain putih untuk melambangkan tingginya angka kematian harian Covid-19 Malaysia, sebagai kritik terhadap penanganan pandemi oleh pemerintah. Koalisi juga menyerukan sidang parlemen penuh dan moratorium pinjaman bank otomatis, untuk meringankan kesulitan yang dipicu oleh penguncian Covid-19 yang sedang berlangsung.

The Strait Times, Polisi lalu lintas dan polisi berpakaian preman terlihat berjaga di tempat kejadian. Beberapa marsekal mengenakan topi pengaman berwarna putih, dan petugas medis mengenakan topi pengaman berwarna merah juga hadir. Kapolsek Kota Azmi Abu Kassim mengingatkan akan menindak siapa saja yang melanggar protokol kesehatan Covid-19 menyusul demonstrasi tersebut.

Menurut The Star, Komisaris Datuk Azmi mengatakan, polisi belum menerima aplikasi atau pemberitahuan dari panitia penyelenggara pertemuan yang diusulkan.

Polisi distrik pada Sabtu mengatakan, mereka akan memanggil penyelenggara dan mereka yang mengambil bagian dalam rapat umum. "Di bawah Perintah Kontrol Gerakan (Pembatasan Covid-19 Malaysia), tidak ada pertemuan publik yang diizinkan termasuk pertemuan sosial, dan kegiatan olahraga," Mohamad Zainal Abdullah, kepala polisi untuk distrik Dang Wangi, mengatakan pada konferensi pers.

Dia mengatakan, polisi memperkirakan setidaknya 400 orang menghadiri unjuk rasa tersebut. Tagar #Lawan bermunculan di media sosial Malaysia kemarin. Masyarakat menyuarakan haknya untuk dapat menyampaikan aspirasi secara damai, menyusul pemogokan yang minggu ini juga dilakukan oleh petugas kesehatan kontrak “Negeri Jiran”.

Aktivis pemuda Sarah Irdina (20 tahun), mengatakan, dia ditahan selama hampir 11 jam, dua hari lalu, atas unggahan di Twitter-nya tentang protes yang direncanakan. "Perlakuan tidak manusiawi pemerintah yang gagal terhadap mereka yang berjuang untuk Malaysia yang lebih baik. Inilah yang terus menyakiti kami orang Malaysia, ketika tugas mereka seharusnya melindungi kami. Inilah mengapa kami #lawan (berjuang)," tulisnya di Twitter, Jumat (30/7).

Protes itu terjadi saat PM Muhyiddin menghadapi krisis konstitusional di tengah tekanan untuk mundur setelah bentrok dengan Raja Malaysia, Sultan Abdullah Ahmad Shah. Istana Malaysia pada Kamis (29/7) bersikeras bahwa Raja tidak mendukung langkah sepihak pemerintah menarik peraturan di bawah keadaan darurat yang diterapkan pada Januari.

Keadaan darurat Covid-19 Malaysia akan berakhir pada Minggu (1/8). Sementara itu, seruan agar PM Muhyiddin diminta mundur bahkan muncul dari sekutu Muhyiddin sendiri di partai UMNO.

Ketua Polisi Ibukota Kuala Lumpur, Chief Azmi Abu Kassim mengatakan, para demonstran tersebut yang melanggar protokol kesehatan, yakni dengan menciptakan kerumunan akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Di bawah ketentuan pengetatan ketat sosial atau 'Movement Control Order' aktivitas masyarakat yang menyebabkan kerumunan dilarang dengan ketat, termasuk kegiatan sosial atau olahraga," kata Kepala Polisi bagian distrik Dang Wangi, Mohammad Zainal Abdullan. (Kps/CNBCI/a)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru