Delitua (SIB)- Rumah milik Kok Su (66) di Komplek Perumahan Citra Baru Titi Kuning No 24 Medan Johor hangus terbakar saat ia hendak melaksanakan sembahyang di vihara, Jumat (31/1).
Namun untung saja warga setempat cepat memberikan bantuan sehingga api tidak sempat menyambar bangunan maupun isi rumah.
Sementara penyebab kebakaran itu belum diketahui dan masih dalam penyelidikan polisi. Namun diduga rumah dibakar salah seorang anak Kok Su. Sebelumnya, anaknya itu sempat minta angpao kepadanya tapi tidak diberikan karena tidak memiliki uang.
Informasi menyebutkan, sesaat sebelum kejadian Kok Su hendak melaksanakan sembahyang ke vihara di Jalan Irian Barat untuk perayaan Tahun Baru Imlek.
Namun ketika masih berada dalam perjalanan, Kok Su ditelepon tetangganya memberitahukan rumahnya terbakar. Kok Su langsung berbalik arah menuju rumahnya. Begitu sampai di rumah, Kok Su mendapati warga sudah selesai memadamkan api.
"Saya tau rumah terbakar setelah dikabari tetangga. Saya mau sembahyang ke vihara. Tapi dikabari tetangga kalau rumah saya terbakar. Saya balik menuju rumah dan sesampai di sana, warga baru selesai memadamkan api," kata Kok Su yang mengaku sebagai penarik beca bermotor.
Kok Su belum dapat menyimpulkan apa penyebab rumahnya terbakar. Namun katanya, di rumah itu ia tinggal bersama anaknya A Bun (40). Sementara, anaknya yang lain, A Su (28) tidak jelas statusnya karena kadang pulang kadang tidak.
Kok Su mengatakan sebelum ia pergi sembahyang, anaknya A Su sempat minta angpao kepadanya. Tetapi, karena tidak ada uang maka permintaan tersebut tidak dikabulkannya. "Aku sempat dimintai A Su angpao. Karena tidak ada uang, aku tidak kasih. A Su sempat melempar aku dengan sapu. Sekira 45 menit kemudian, rumahku terbakar," kata Kok Su.
Kapolsek Delitua Kompol Wahyudi Sik melalui Kanit Reskrim Iptu Martualesi Sitepu SH MH saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut. "Kasusnya masih dalam penyelidikan. Telah kita pasangi police line," ujar Kanit.
Rumah Mewah di Medan Terbakar
Sementara itu, satu unit rumah mewah di Blok A Perumahan Taman Malibu Indah, Jalan Karang Sari, Medan Polonia diamuk si jago merah, Jumat (31/1). Kebakaran terjadi saat penghuni rumah sedang merayakan Imlek. Tidak ada korban dalam kebakaran ini.
Kebakaran tidak sampai menghanguskan seluruh bangunan rumah mewah itu namun sebagian lantai II ludes terbakar.
Informasi dihimpun wartawan, rumah mewah yang terbakar diketahui milik Efendi Bun alias A Bun. Saat kejadian seluruh penghuni rumah sedang bersiap menerima tamu dalam rangka open house Imlek.
Penyebab kebakaran ini belum diketahui pasti. Namun, api pertama kali terlihat di lantai II rumah dan tiba-tiba membesar. Kejadian itu membuat panik pemilik rumah dan penghuni kompleks yang mayoritas warga Tionghoa itu.
Sedikitnya, 7 unit mobil pemadam kebakaran milik Pemko Medan dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Setelah berusaha hampir satu jam, api dapat dipadamkan.
Kericuhan sempat terjadi saat pemadaman berlangsung. Penyebabnya, pemilik memaksa masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan harta bendanya.
Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran ini. "Kita masih melakukan olah TKP. Dugaan sementara arus pendek," ujar Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Alexander Piliang.
Medan Sepi
Perayaan Hari Raya Imlek pergantian Tahun Baru Imlek 2565 di Kota Medan berlangsung aman dan tertib. Sejumlah warga Tionghoa menggelar Ritual Sembahyang di Vihara dan bersilaturahmi dengan keluarga.
Jalan raya di Kota Medan tampak sepi dan toko-toko di pusat kota tutup. Suasana lengang itu diperkirakan akan terjadi hingga Senin karena PNS mulai bekerja di hari itu.
Pantauan SIB, Jumat (31/1) di sejumlah jalan seperti Jalan Prof HM Yamin, Jalan Thamrin, Jalan Putri Hijau, Jalan Letjen Haryono, Jalan Sutomo, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Gatot Subroto, tidak ada kemacetan seperti pada hari kerja biasa.
Nurdin salah satu warga Kota Medan yang melintas di Jalan Prof HM Yamin mengatakan, perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini memang sepi. Seluruh toko-toko milik Tionghoa tutup karena merayakan Imlek bersama keluarga.
Sementara di tempat hiburan seperti mall banyak dikunjungi masyarakat. Tahun Baru Imlek 2565 merupakan tahun Kuda, yang berarti tahun penuh keberuntungan dan kesuksesan, namun dengan bekerja keras.
Disiagakan
Sementara itu, 423 personil Shabara Polresta Medan disiagakan dalam pengamanan Tahun Baru Imlek dan mendirikan beberapa posko seperti di Komplek Perumahan Cemara Asri Jalan Cemara Asri, Percut Sei Tuan, Jalan Thamrin, Jalan Irian Barat, Jalan Hang Tuah, Medan Baru, dan Jalan Imam Bonjol.
Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Medan Kombes Pol Nico Afinta melalui Kabag Operasional Kompol Sugeng Riyadi mengatakan, dalam Pam perayaan Imlek, pihaknya menurunkan 423 personel sekaligus menjaga 115 tempat ibadah vihara di Kota Medan.
"Ada 423 personel Sabhara yang kami siagakan pada perayaan Imlek tahun ini. Dari 423 personel itu sudah termasuk siaga di 115 vihara di Kota Medan," ujar Sugeng, Kamis (30/1).
Dikatakan Sugeng, untuk vihara prioritas disiagakan 5 personel Sabhara, sedangkan vihara lainnya 1 sampai 2 personil Sabhara,yang digelar sejak H-1 hingga H+1. (A27/A24/A18/A12/f)