Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

Sinabung Makin Tenang, 13 Ribu Pengungsi akan Dipulangkan

* Mendikbud Serahkan Bantuan Beasiswa Rp 11 M
- Sabtu, 01 Februari 2014 14:37 WIB
407 view
Sinabung Makin Tenang, 13 Ribu Pengungsi akan Dipulangkan
SIB/Sonry Purba
Beasiswa : Mendikbud RI Prof Dr M Nuh memberikan beasiswa secara simbolis kepada anak-anak pengungsi Sinabung, Jumat (31/1)
Medan (SIB)- Gunung Sinabung mulai menunjukkan tanda-tanda menuju normal. Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi Pemprovsu dengan BNPB, kementerian dan instansi terkait membahas penanganan bencana erupsi Gunung Sinabung.

Dalam rapat yang berlangsung di rumah dinas Gubsu, Jalan Sudirman, Medan, Kamis (30/1)   juga mengemuka rencana mengembalikan 4.639 KK dan 13.828 jiwa pengungsi dari 16 desa di luar radius 5 Km jika kondisi Sinabung terus menurun.

Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST, MSi saat memimpin rapat menjelaskan, diperlukan kebersamaan semua pihak terutama bimbingan dan arahan serta fasilitasi dari BNPB yang sangat sarat pengalaman dalam menangani kebencanaan di dalam dan luar negeri.

"Kami berharap melalui  Rakor ini terbangun sinergitas antara Pemprovsu dengan BNPB/kementerian dan lembaga terkait, sehingga terbangun komitmen bersama bahwa bencana adalah urusan kita semua," katanya memberikan pengantar pada Rakor yang dipimpin langsung kepala BNPB Syamsul Maarif yang dihadiri sejumlah instansi terkait dan sejumlah  jajaran kepala SKPD terkait di lingkungan Pemprovsu.

Gubsu juga memberikan arahan langsung kepada pimpinan SKPD jajaran Pemprovsu menindaklanjuti apa-apa yang menjadi perhatian   dan arahan Kepala BNPB Syamsul Maarif sebagai Komandan Satgas Nasional.

Rencana pemulangan pengungsi dari 16 desa juga diungkapkan Kepala BNPB Syamsul Maarif. Menurutnya saat ini perkembangan Gunung Sinabung dari hari ke hari semakin baik dan tenang.

Sehingga diusulkan pengungsi dari 16 desa di luar radius 5 Km sudah bisa kembali ke pemukiman. Rencana ini masih dalam tahap sosialisasi dan pengamatan terus menerus.

Tahap pertama, lanjutnya setelah PVMBG menyatakan bahwa radius 5 km sudah aman, maka pihaknya  akan memulangkan penduduk 16 desa dengan jumlah 4.639 KK sebanyak 13.828 jiwa.

"Pemulangan baru bisa dilaksanakan dengan catatan infrastruktur desa sudah ready. Misalnya jalanan sudah bersih bisa dilalui, listrik PLN harus hidup. Jika kondisi terus membaik maka masuk tahap kedua, memulangkan warga dari radius 3 Km," katanya.

Makanya, lanjut Syamsul Maarif, kalau seandainya 16 desa itu di kembalikan ke desa masing-masing maka pemerintah juga harus memperhatikan lahan pertanian mereka. Baik  penyediaan bibit, benih dan alat-alat pertanian.

Selain itu diberikan cash for work (padat karya) sebesar Rp.50.000 per hari, jaminan hidup dari Kemensos Rp. 6.000, termasuk orang yang tidak mengungsi. Contohnya orang yang membantu pembersihan dan perbaikan lahan perkebunan pengungsi.

"Itu kalau benar-benar aman, kalau kita lihat dari hasil pemantuan di radius 5 Km pohon pisang dan talas masih tumbuh di bekas lahan yang terkena awan panas, hal ini membuktikan bahwa lahan tersebut masih bisa ditanami," kata Syamsul Maarif yang segera melaporkan perkembangan itu ke Presiden.

Untuk masalah pendidikan,kata dia,  UN tetap dilaksanakan sesuai jadwal, maka  akan disediakan tempat khusus untuk bimbingan belajar bagi anak-anak pengungsi.

"Dari USU sudah siap untuk memberikan bimbingan. Juga bantuan keperluan sekolah akan disampaikan Kemendikbud berupa pakaian seragam dan keperluan proses belajar mengajar lainnya," katanya.

 Erupsi Mulai Berkurang
Sementara itu Kepa Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendrasto menyampaikan paparan singkat tentang kondisi Sinabung terkini.  Antara lain dipaparkan erupsi  disertai awan panas yang besar terjadi pada tanggal 11 dan 16 Januari 2014, dan berangsur berkurang jumlahnya hingga saat ini.

Kemudian, pertumbuhan kubah lava dan aliran lava masih terjadi. Guguran-guguran lava pijar dari kubah /aliran lava terus terjadi ke arah Selatan-Tenggara yang mencapai jarak terjauh lk. 1500 M.

Data kegempaan didominasi oleh Gempa Guguran (400-450/hari)dan  Gempa Hybrid (rata-rata 150/hari), diinterpretasikan sebagai proses pertumbuhan kubah /aliran lava masih berlangsung di Kawah G unung Sinabung. Jumlah Gempa Guguran perlahan naik sejak 23 Januari 2014. Gempa Vulkanik Dalam (VA), Gempa Low Frekuensi (LF) dan Tremor menerus masih terekam.

Data deformasi dan hiposenter  gempa mengindikasikan adanya perpindahan tekanandari tempat yang dalam menuju tempat yang lebih dangkal.
Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental serta potensi ancaman bahaya Gunung Sinabung, lanjutnya bahwa  status kegiatan Gunung Sinabung  masih tetap AWAS (Level IV)

Potensi bahaya saat ini dan yang akan datang  Erupsi masih berpotensi terjadi, yang menghasilkan material berukuran abu (hujan abu lebat) sampai lapili (berukuran 2-6 cm) yang ancamannya dapat mencapai radius 5 Km. Erupsi juga dapat disertai awan panas yang mengarah ke Selatan dan Tenggara sejauh  lk. 5 Km.

Juga  Pertumbuhan kubah berpotensi menimbulkan aliran lava, guguran lava pijar dan aliran awan panas yang mengancam ke arah Selatan dan Tenggara.Begitu juga  potensi longsor di lereng Utara (Lau Kawar) Gunung Sinabung masih tinggi. Pemicunya karena terdapat lubang tembusan fumarola baru yang diikuti beberapa kali kejadian longsor di lereng Utara.

Potensi untuk  terjadinya lahar masih tinggi yang berasal dari endapan abu/material erupsi dan sering terjadinya awan panas dan curah hujan tinggi. Lahar berpotensi terjadi di lembah-lembah sungai yang berhulu di Gunung Sinabung

" Untuk itu, Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendaki dan melakukan aktivitas pada radius 5 km dari Kawah Sinabung.  Begitu juga masyarakat di 17 desa dan 2 dusun yaitu : Desa Guru Kinayan, Desa Sukameriah, Desa Berastepu, DesaBekerah, Desa Gamber, DesaSimacem, Desa Perbaji, Desa Mardinding, DesaKuta Gugung, Desa Kuta Rakyat, DesaSigarang-garang, Desa Sukanalu, DesaTemberun, Desa Kuta Mbaru, Desa Kuta Tonggal, Desa Tiga Nderket, Desa Slandi dan Dusun Sibintun serta Dusun Lau Kawar agar diungsikan," ujarnya.

Untuk Masyarakat di Kecamatan Naman Teran (Desa Kebayaken, Desa Naman, dan Desa Kutambelin), yang terletak di Timur Laut dan berada di luar radius 5 Km berpotensi terkena material jatuhan. Desa Kuta Tengah, Desa Pintu besi, dan Desa Jeraya (Kecamatan Simpang Empat), yang terletak pada arah Tenggara bukaan kawah Gunung Sinabung dan berada di luar radius 5 Km dari puncak berpotensi terkena awan panas. Keenam desa tersebut agar diungsikan.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat sebaiknya diam di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah disarankan memakai masker, penutup hidung dan mulut serta pelindung mata.

Untuk  masyarakat yang terganggu akibat hujan abu vulkanik lebat terutama anak – anak dan masyarakat rentan lainnya di sekitar Gunung Sinabung dapat diungsikan sementara hingga hujan abu lebat mereda

“Atap rumah masyarakat yang terkena dampak dari hujan abu vulkanik tebal, agar segera dibersihkan, untuk mencegah robohnya atap  karena beban berat," katanya.

Sehubungan masih  berpotensi terjadi  hujan maka masyarakat yang bermukim dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap ancaman bahaya lahar.

Diminta agar masyarakat di sekitar Gunung Sinabung untuk tetap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Sinabung, dan agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten Karo/Muspida Karo yang senantiasa mendapat laporan tentang aktivitas Gunung Sinabung.

Perwakilan dari USU juga memaparkan bahwa pihaknya Mulai minggu depan akan melaksanakan bimbel khususnya untuk anak SMA.  Hal ini dilakukan full hari Sabtu dan Minggu  100 orang satu kelas, hingga 5 kelas.

Perwakilan dari Unimed juga menyampaikan dalam rapat bahwa  Seluruh mahasiswa Unimed, yang orangtuanya adalah korban erupsi Gunung Sinabung akan dibebaskan uang kuliah.

Mendikbud serahkan Bantu an Beasiswa   Rp 11 Miliar
Menindaklanjuti intruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam penanganan erupsi Sinabung meliputi jangka pendek untuk anak-anak pengungsi dalam bidang pendidikan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Prof Dr Ir Muhammad Nuh memberikan  beasiswa  Rp 11 miliar bagi anak pengungi yang masih duduk tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi sebanyak 7149 orang  sehingga mereka tidak putus sekolah.

Masing-masing siswa mendapat bantuan bea siswa sebesar Rp 1 juta per tahun untuk pelajar SD, SMP Rp. 1,5 Juta per tahun dan untuk pelajar SMA/SMK masing-masing Rp 2 juta per tahun.

Sedangkan untuk mahasiswa masing-masing memperoleh bantuan  Rp. 2,1 juta per semester. Dana yang diberikan ini di luar dana pembangunan sarana prasarana yang sudah disiapkan tersendiri.

Bantuan secara simbolis itu diberikan kepada 44 orang  di aula Kantor Bupati Karo, Jumat (31/1) dan disaksikan Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbaki, Dandim 0205/TK Letkol Inf Asep S, Sekda dr Saberina br Tarigan dan Kadis Diknas  Karo Drs Sastra Tarigan.

Ia juga menyerahkan 4.825 paket bantuan tas dan alat tulis bagi siswa korban bencana Gunung Sinabung. Bantuan yang diberikan masing-masing untuk SD, SMP, dan 1.000 paket bantuan untuk SMA dan SMK.

Juga memberikan bantuan   tenda untuk sekolah darurat dari kerjasama kemendikbud dan UNICEP, bantuan sosial trauma konseling (penanganan psikososial) dari Kemendikbud dan dompet dhuafa, bantuan sosial trauma konseling dari Kemendikbud dan perkumpulan keluarga peduli pendidikan.

Dalam sambutannya,  Mendikbud mengatakan pihaknya siap membantu untuk meringankan beban para pengungsi yang terkena erupsi Sinabung. “Dalam keadaan apapun, anak-anak harus mendapat prioritas  belajar dan mengajar, meski di tempat pengungsian. Intinya belajar dan tidak boleh berhenti dalam keadaan apapun,”ungkapnya.

Ia menambahkan,  kondisi sekolah-sekolah  yang ditinggalkan saat ini mengalami rusak ringan, sedang yaitu dipenuhi abu vulkanik yang cukup tebal dan terkena material-material panas dari erupsi  akan dilakukan perbaikan.

“Perbaikan sekolah yang rusak  belum dapat dilakukan dalam waktu dekat dikarenakan saat ini Gunung Sinabung masih mengalami erupsi sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan,”ungkapnya

Pada kesempatan itu Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti memberikan seperangkat pakaian adat Karo kepada Mendikbud dan istri.
Sebelum menyerahkan bantuan M Nuh dan rombongan melaksanakan ibadah sholat Jumat di Mesjid Agung Kabanjahe. Mesjid Agung Kabanjahe juga dijadikan sebagai Posko pengungsi erupsi sinabung yang ditempati  766 jiwa (229 KK).

Usai penyerahan bantuan, Mendikbud dan rombongan meninjau langsung Posko pengungsi Jamburta Ras Berastagi.

Kadis Diknas Karo Drs Sastra Tarigan merincikan untuk tingkat SD yang berhak memperoleh beasiswa 3836 siswa, SMP 3037 siswa SMA/SMK sederajat 784 siswa dan mahasiswa 477 orang.”Siswa yang di luar Kabupaten Karo tapi orang tuanya turut pengungsi berhak juga memperoleh bea siswa pendidikan, ,”ungkapnya.

Dikatakan Sastra Tarigan kepada orang tua siswa agar tetap memberi motivasi kepada anak-anaknya untuk tetap giat belajar menghadapi UN yang akan dekat. (A16/B1/W)
 

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru