Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Umat Islam Indonesia Diajak Moderat Agar Menjadi Faktor Determinan

Redaksi - Rabu, 29 Juni 2022 10:27 WIB
536 view
Umat Islam Indonesia Diajak Moderat Agar Menjadi Faktor Determinan
Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Umat Islam Indonesia. 
Jakarta (SIB)
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin meminta umat Islam Indonesia selalu memahami dan menjalankan ajaran Islam secara moderat atau Islam Washatiyah agar mampu menjadi faktor determinan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal ini disampaikannya kepada awak media saat menyambut kunjungan Imam Syamsi Ali asal New York Amerika Serikat hari Senin (27/6) sore di kediamannya, kawasan Kuningan Jakarta Selatan.

"Di tengah situasi politik nasional yang kian memanas, posisi dan peran umat Islam Indonesia tentu akan sangat menentukan. Kita sangat berharap bahwa sikap politik dan posisi umat Islam Indonesia semakin berkembang dibandingkan dengan Pemilu yang lalu, terutama pada isu politik identitas," kata Sultan Najamuddin sambil menambahkan, agar menjadi faktor determinan dalam politik kebangsaan, umat Islam Indonesia harus belajar dari umat Islam di Amerika yang menjalankan syari'at Islam secara Washatiyah atas dasar ilmu pengetahuan. Sedikit secara jumlah, tetapi cukup menentukan kehidupan sosial politik di negara itu.

Dikatakan, kondisi ini membutuhkan peran penting para pendakwah Islam yang moderat dan tidak arogan atau provokatif.

Dengan demikian, masyarakat modern yang rasional mampu mendapatkan pemahaman yang utuh tentang Islam yang sesungguhnya. [br]


Karena itulah, diundang awak media untuk men-deliver informasi penting tentang relasi Islam dan otoritas Amerika atau kehidupan komunitas Islam Amerika kepada masyarakat Indonesia.

Sebab, hanya dengan prinsip Washatiyah, Islam mampu tumbuh dan berkembang, bahkan di negara yang paling liberal dan sekuler sekalipun.

Imam Syamsi Ali mengungkapkan, untuk menjaga kohesivitas sosial masyarakat Indonesia yang plural, hubungan antar kelompok agama harus dibangun atas dasar kesadaran kolektif.

Kelompok mayoritas harus melindungi yang minoritas, sementara minoritas harus menghormati kelompok mayoritas.

"Kelompok mayoritas wajib melindungi dan tidak semena-mena terhadap saudaranya yang minoritas. Tetapi minoritas juga harus tau diri agar terjalin hubungan sosial bangsa yang harmonis," tegasnya.

Turut hadir dalam kesempatan dialog dan silaturahmi itu artis senior Anwar Fuady dan beberapa senator dari beberapa daerah. (H1/c)




Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru