Tanah Karo (SIB)- Tim evakuasi terdiri dari TNI, Polri, BNPB, PMI, Tagana dan sejumlah relawan yang melaksanakan pencarian korban awan panas erupsi Sinabung di Desa Sukameriah. Pada Senin (3/2/2014) menemukan delapan sepeda motor, satu tas berisi laptop, satu tas handycam (tidak ada isinya), dan dua helm tanpa pemilik.
Kedelapan motor tersebut yakni Jupiter MX BK 4601 CK, Honda Beat BK 3874 ADR, Honda Revo BL 4714 HF, dan Jupiter MX BK 3792 JM. Selanjutnya, Honda Revo BK 4530 TAM dan Honda Astrea 700 tidak ada nopol, Honda Supra x 125 BK 5482 ADV serta Honda Supra x BK 5497 SF.
"Tim evakuasi akan koordinasikan temuan ini ke pihak kepolisian apakah ada warga yang kehilangan motor ini. Jadi kami belum bisa pastikan apakah ini milik korban tewas, Sabtu (1/2) kemarin atau bukan," ungkap petugas Media Center Penanggulangan Bencana Erupsi Sinabung, Jhonson Tarigan.
Ia menambahkan, belum ditemukan adanya korban jiwa lain di lokasi pencarian tim gabungan. Kondisi abu vulkanik tebal yang menutupi lahan dan adanya susulan awan panas hingga 4 kali di Desa Sukameriah menyebabkan evakuasi sulit dilakukan.
Pada pukul 12.30 WIB, berdasarkan rekomendasi PVMBG, proses pencarian dihentikan sementara karena terjadi erupsi dan luncuran awan panas setinggi 2.500 meter.
Tim SAR Gabungan masih menunggu kondisi aman. Strategi evakuasi berdasarkan rekomendasi PVMBG di lapangan. "Ada 170 personel Tim SAR Gabungan dikerahkan untuk evakuasi korban awan panas. Tim terdiri dari 35 anggota Kodim 0205/TK, 30 anggota Yonif 125/Simbisa Kabanjahe, 41 Brimob, 20 petugas Basarnas, 10 satpol PP, dan 34 relawan," jelas Jhonson Tarigan.
Hingga saat ini, jumlah korban tewas akibat awan panas gunung Sinabung mencapai 15 orang, antara lain 7 mahasiswa, 4 pelajar, 3 warga Sukameriah, 1 warga Kabanjahe dan 2 orang luka-luka.
"PVMBG merekomendasikan radius 5 kilometer harus kosong dari aktivitas penduduk. Penjagaan diperketat agar masyarakat tidak dapat masuk ke zona berbahaya," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, 5 desa yang sangat berbahaya di radius 3 - 3,5 km yaitu Desa Sukameriah, Bekerah, Simacem, Sigarang-garang, dan Sukanalu adalah daerah yang paling berbahaya. "Siapapun jangan masuk pada daerah tersebut," tandas Jhonson.
Juga Temukan Kartu IdentitasSelain menemukan 8 motor, tim pencarian korban erupsi Gunung Sinabung menemukan sejumlah kartu identitas. Pemilik kartu itu masih dicari keberadaannya.
Ketua Posko Pemantau Gunung Sinabung, Erman Saputra, mengatakan ditemukan surat keterangan kepolisian tentang izin naik ke Desa Suka Meriah atas nama Sandi Trio Nugraha.
"Kita juga temukan surat keterangan kepolisian atas nama Sandi Trio Nugraha yang beralamat di Jl Bilal Lingkungan 1, Kota Medan," kata Erman.
Selain itu, kata dia, ditemukan kartu peserta kesehatan atas nama Indra Gunawan yang beralamat di Jl Karya Bakti No 10 A, Kecamatan Medan Petisan, Kota Medan. "Belum diketahui juga nasib Indra Gunawan," ujar dia.
Berastagi Diguyur Hujan AbuAktivitas Gunung Sinabung meningkat lagi. Luncuran awan panas dari gunung tersebut terlihat semakin tebal. Bahkan Kota Berastagi yang berjarak 20 kilometer lebih dari gunung diguyur hujan abu.
Pada pukul 12.30 WIB, berdasarkan informasi dari PVMBG terjadi erupsi setinggi 2.500 meter dan luncuran awan panas 2.500 meter. Hujan abu mengguyur Berastagi mulai sekitar pukul 14.15 WIB.
Abu yang mengguyur Kota Berastagi cukup tebal. Beberapa warga langsung mengenakan masker ketika hujan abu mengguyur.
Meski demikian tidak ada aktivitas warga Berastagi yang terganggu. Pusat perbelanjaan dan pertokoan terlihat beroperasi seperti hari biasa. Lalu lintas tidak terganggu.
Perhatian InternasionalKetua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Narno meminta pemerintah bertanggungjawab atas kejadian naas yang menelan korban meninggal saat erupsi awan panas Sinabung, Sabtu (1/2) siang.
Hal tersebut dikatakan Ketua Umum GMKI didampingi kordinator wilayah-I PP GMKI Supriadi Purba dan ketua cabang sejajaran wilayah I seperti Tanah Karo, Nias, Sibolga, Siantar dan Medan saat datang ke Kabanjahe, Tanah Karo guna melayat salah seorang dari 7 anggota GMKI yang meninggal akibat terkena awan panas Gunung Sinabung yakni Mahal Surbakti di Jambur Sempakata Kabanjahe, Tanah Karo, Minggu (2/2).
Menurut Narno, kejadian tersebut merupakan bentuk kegagalan pemerintah dalam melindungi warganya dari bahaya bencana.
Suasana haru begitu dalam di tempat disemayamkannya Mahal Surbakti. Narno menyampaikan rasa berduka yang sedalam-dalamnya atas tragedi naas yang menimpa keluarga. "Saya mengharapkan keluarga sabar dan tabah, penghiburan yang sejati adalah dari Yesus Kristus," ujarnya kepada keluarga. Ia juga menyebut para relawan sebagai pejuang kemanusiaan.
Dijelaskan, Pengurus Pusat GMKI telah menetapkan selama sepekan ke depan sebagai masa berduka bagi organisasi mahasiswa Kristen tersebut. Untuk itu, GMKI se Tanah Air telah diinstruksikan untuk melakukan malam doa bagi bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia khususnya di Tanah Karo.
Pihak keluarga diwakili ayah almarhum menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan doa organisasi mahasiswa Kristen tersebut. Diceritakannya, Mahal aktif membantu pengungsi erupsi Gunung Sinabung khususnya di posko GBKP Desa Payung berjarak sekitar 5 Km dari Sinabung.
Selanjutnya rombongan ketum yang turut didampingi senioren seperti, Bosmen Silalahi, Rijon Manalu bergerak menuju Kutacane, Aceh Tenggara guna melayat 6 relawan lainnya.
Dalam kunjungan tersebut pihak keluarga Asran Lubis, Daniel Siagian dan Fitriani br Napitupulu yang merupakan Ketua Cabang GMKI Kutacane menyampaikan rasa bangga meski anaknya menjadi korban. Pihak keluarga mengharapkan doa dari seluruh keluarga besar GMKI.
Nasib relawan yang menjadi korban juga menjadi perhatian Organisasi Mahasiswa Kristen Dunia. Hal itu dikatakan Narno dalam lawatannya. "Kejadian ini mendapat perhatian dari jaringan internasional GMKI yakni World Student Christian Federation (WSCF)," ujar Narno kepada keluarga saat menyampaikan kata penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan.
(B1/dtc/A21/x/d)