Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026
Ribuan Keturunan Panjaitan Ziarahi Tugu Raja Panjaitan di Balige Mensyukuri Berkat Tuhan dan Ingat Leluhur

Keturunan Panjaitan Makin Banyak Jadi “Namora Naboi Daion”

Redaksi - Minggu, 23 Juli 2023 09:04 WIB
2.770 view
Keturunan Panjaitan Makin Banyak Jadi “Namora Naboi Daion”
(Foto: SIB/Horas Pasaribu)
FOTO BERSAMA: Ketua Umum Punguan Panjaitan Dohot Boruna (PPDB) se-Jabodetabek dan juga anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan SH MH bersama tokoh-tokoh Panjaitan se-Indonesia foto bersama usai ziarah di Tugu Raja Panj
Balige (SIB)
Ribuan orang pomparan (keturunan) Raja Panjaitan Dohot Boruna tampak kompak menziarahi Tugu Raja Panjaitan, Sabtu (22/7) di Balige, Kabupaten Toba. Semua keturunan Raja Panjaitan dari keturunan Op Martibi Raja, Raja Dogor, Raja Siponot dan Raja Sijanggut bersukacita pada ziarah tersebut. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jabodetabek, Jawa Barat, Papua, Jawa Timur, Riau, Kepri. Bahkan hampir seluruh kabupaten/kota yang ada di Sumut termasuk Medan dan Tapanuli Raya hadir.
Ziarah ditandai dengan peletakan karangan bunga dan tabur bunga oleh Ketua Umum Punguan Panjaitan Dohot Boruna (PPDB) se-Jabodetabek dan juga anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan SH MH didampingi istri boru Marpaung. Kemudian dilanjutkan dengan doa dipimpin Pdt Ria br Panjaitan STh dari gereja HKBP. Selanjutnya seluruh pomparan Panjaitan membentuk barisan yang panjang berjalan sampai 5 kilometer menuju lapangan tempat acara syukuran.
Trimedya Panjaitan mengatakan, keturunan Panjaitan harus ingat sejarah leluhur dan tidak boleh melupakannya. Ziarah dilakukan untuk kilas balik 52 tahun lalu, di situlah Raja Musa Panjaitan dan para tokoh Panjaitan waktu itu membuat tugu pada tanggal 19 Agustus 1971. “Kami tidak boleh melupakan itu. Saya juga diingatkan para orangtua agar memperhatikan tugu oppung kami. Untuk renovasi kami belum mampu, jadi buat syukuran aja dulu,” kata Trimedya kepada wartawan.
Ziarah dilakukan agar pomparan Raja Panjaitan “Si Opat Ompu”semakin solid, terlebih Panjaitan sudah banyak dapat berkat dari Tuhan. Kesolidan tersebut dibuktikan, sebanyak 80 persen tokoh-tokoh Panjaitan hadir di acara ziarah dan syukuran. Hanya beberapa orang yang tidak hadir karena kesibukan tugas dan masalah kesehatan. Sebenarnya Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan hendak hadir, tapi berhalangan karena ada penugasan penting dari Presiden Jokowi.
Sejumlah putra-putra terbaik Panjaitan, kata Trimedya, hadir pada ziarah, seperti Brigjen TNI Bonar Panjaitan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Kepri, Anggota DPR RI Dr Hinca Panjaitan, Kepala BPK RI Perwakilan Sumut Eydu Panjaitan, Kepala BNN Sumut Brigjen Pol Toga H Panjaitan, Salomo Panjaitan (putra Pahlawan Revolusi Mayjen TNI DI Panjaitan), Ir Surung Panjaitan, Kadis Perhubungan Sumut Dr Agustinus Panjaitan, Kadis Lingkungan Hidup Pemko Medan dr Suryadi Panjaitan dan tokoh-tokoh Panjaitan dari Jakarta.
“Mudah-mudahan pomparan Panjaitan makin kompak. Jumlah yang hadir berasal dari 30 kabupaten/kota mewakili 10 propinsi. Kami targetkan yang datang 2.500 orang, tapi hadir 4.500 orang, Kami tidak menyangka membludak. Puji Tuhan, inilah buktinya Panjaitan kompak dan rindu saling bertemu,” ujarnya.
Trimedya mengatakan, waktu membangun tugu Raja Panjaitan, para pendirinya berdoa agar keturunannya diberkati Tuhan, diberi rezeki berlimpah. Untuk itu, para keturunan Panjaitan sekarang mensyukuri berkat Tuhan dan mengingat leluhur sehingga putra-putri Panjaitan sekarang banyak mendapat berkat dari Tuhan. Berkat tersebut harus bisa dirasakan banyak orang, sehingga Punguan Raja Panjaitan Sejabodetabek membuat jargon: “Pomparan Panjaitan Namora Naboi Daion”.
“Artinya, berkat yang diterima marga Panjaitan harus bisa dinikmati oleh keluarga Panjaitan yang ekonominya lemah dan marga-marga lain. Marga Panjaitan yang sudah berhasil tidak boleh pelit atau “Namora Naso Boi Daion”. Sehingga sampai sekarang marga Panjaitan yang sukses makin bertambah. Kehadiran kami ini berkat kebersamaan, karena kami juga rindu kampung halaman. Kita bersyukur cuaca sangat mendukung,” tuturnya.
Sekum PPDB se-Jabodetabek St Wilson Panjaitan SE mengatakan, kegiatan ini adalah visi misi Ketua Umum PPDB se-Jabodetabek Trimedya Panjaitan.
Even ini sebenarnya direncanakan tahun 2021 lalu bertepatan ulang tahun emas ke 50 tahun tugu Raja Panjaitan, tapi waktu itu pandemi Covid-19 sehingga kegiatan diundur. Sesudah selesai Covid dibentuk lagi panitia bersama tim dari Toba. Wilson Panjaitan sebagai Ketua Panitia, langsung rapat antara Jakarta dan Toba sehingga terlaksana kegiatan ini.
“ Ini luar biasa, kami persiapkan makanan 4.500 orang habis semua dan ada souvenir yang di dalamnya buku sejarah tugu Raja Panjaitan agar generasi muda mengetahui sejarah marganya. Ramainya yang hadir bukti ada kerinduan 4 ompu ini benar-benar satu, tidak ada yang lain. Inilah membuat kami makin semangat, tidak ada yang tidak makan,” ungkapnya. (A5/r)


Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru