Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Gelar Aksi Protes, Warga Yahudi Blokir Jalanan 8 Kota AS Tuntut Gencatan Senjata Gaza

* Buru Pemimpin Hamas Yahya Sinwar, Israel Tawarkan Imbalan Rp 6,2 M
Redaksi - Sabtu, 16 Desember 2023 09:04 WIB
306 view
Gelar Aksi Protes, Warga Yahudi Blokir Jalanan 8 Kota AS Tuntut Gencatan Senjata Gaza
(Foto: Rtr)
YAHUDI PROTES: Demonstran dari kelompok Suara Yahudi untuk Perdamaian menggelar aksi protes di badan jalan Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, Jumat (15/12), menuntut gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina.
Washington DC (SIB)
Para pengunjukrasa Yahudi menggelar aksi protes di sedikitnya delapan kota besar di Amerika Serikat (AS) untuk menuntut gencatan senjata segera di Jalur Gaza. Dalam aksinya, mereka memblokir jalanan dan jembatan pada jam-jam sibuk.
Seperti dilansir Reuters dan Al Jazeera, Jumat (15/12), aksi protes di kota-kota besar di AS itu dipimpin oleh kelompok Jewish Voice for Peace. Dilaporkan kelompok tersebut bahwa sekira 90 demonstran memblokir jalan layang di Washington DC yang menuju ke arah kota New York.
Kepolisian setempat melaporkan bahwa aksi unjuk rasa itu memicu penutupan persimpangan jalan di New York Avenue dan North Capital Street. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menggunakan rute alternatif. "Pada malam ke-8 Hanukkah, delapan kota, delapan jembatan. Kami di sini, berkumpul di seluruh negeri dalam jumlah besar dan terus bertambah jumlahnya, untuk mengatakan tidak lagi," sebut Jewish Voice for Peace dalam pernyataan via media sosial X.
Di Philadelphia, sekira 200 demonstran sempat memblokir ruas jalan raya I-76 sembari membawa poster dan spanduk bertuliskan "Let Gaza Live" dan "Not in our name". Lebih dari 30 demonstran di antaranya, menurut saksi mata Reuters, ditangkap polisi dalam aksi tersebut.
Ratusan demonstran lainnya dilaporkan memblokir persimpangan jalan yang sibuk di pusat kota Boston. Aksi itu menghentikan laju kendaraan-kendaraan di sebanyak 15 jalur lalu lintas setempat.
Di San Francisco, menurut Jewish Voice for Peace, ratusan pengunjuk rasa lainnya berkumpul di luar kantor pusat Google untuk memperingatkan perusahaan teknologi itu karena menandatangani kesepakatan senilai US$ 1,12 miliar untuk kecerdasan buatan dengan pemerintah Israel. Unjuk rasa serupa juga digelar di Atlanta, Chicago, Minneapolis, Seattle dan Portland, Oregon.
Aksi protes ini digelar setelah Majelis Umum PBB, pada Selasa (12/12) waktu setempat, menyepakati resolusi yang menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera di Jalur Gaza. AS dan sekutunya, Israel, bersama delapan negara lainnya menolak resolusi tersebut. Sebanyak 23 negara lainnya memilih abstain. Perang yang berkecamuk di Jalur Gaza memicu unjuk rasa pro-Palestina dan pro-Israel di berbagai wilayah AS. Nyaris 19.000 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, tewas akibat rentetan serangan Israel terhadap Jalur Gaza yang dilancarkan sejak awal Oktober lalu.
Serangan Israel itu merupakan balasan serangan Hamas pada 7 Oktober lalu, yang dilaporkan menewaskan sekira 1.200 orang, sebagian besar warga sipil Israel.



Tawarkan Imbalan
Sementara itu, militer Israel menawarkan imbalan fantastis untuk informasi soal keberadaan pemimpin Hamas Yahya Sinwar dan para komandan Hamas lainnya yang sedang mereka buru. Imbalan itu ditawarkan kepada warga Gaza yang terus dilanda serangan militer Israel selama tiga bulan terakhir.
Seperti dilansir The Times of Israel, Jumat (15/12), tawaran imbalan itu tercantum dalam selebaran yang disebarkan Israel di wilayah Jalur Gaza, yang fotonya beredar luas di media sosial. Selebaran itu juga mencantumkan foto para pemimpin dan komandan Hamas yang diburu.
Disebutkan dalam selebaran itu bahwa hadiah uang sebesar US$ 400 ribu (Rp 6,2 miliar) ditawarkan kepada warga Jalur Gaza untuk informasi soal keberadaan Yahya Sinwar yang merupakan pemimpin Hamas di daerah kantong Palestina tersebut.
Sinwar mengambil alih kendali atas Hamas di Jalur Gaza sejak tahun 2017 lalu, atau beberapa tahun setelah dia dibebaskan dari penjara Israel bersama lebih dari 1.000 tahanan Palestina lainnya. Pembebasan itu merupakan bagian dari pertukaran dengan pembebasan tentara Israel, Gilad Shalit, yang ditahan Hamas.
Sosok Sinwar dikenal dengan retorika yang berapi-api dan dukungannya atas serangan teror di Israel juga Tepi Barat. Dia dituduh mengawasi persiapan dan perencanaan serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober lalu. Sinwar diyakini bersembunyi di jaringan terowongan bawah tanah Hamas yang luas di Jalur Gaza sejak serangan tersebut.
Imbalan sebesar US$ 300 ribu (Rp 4,6 miliar) ditawarkan untuk informasi soal keberadaan Muhammed Sinwar, saudara laki-laki Yahya, yang menjabat komandan brigade wilayah selatan Hamas. Muhammed Sinwar yang merupakan komandan senior sayap bersenjata Hamas ini mengaku terlibat dalam penculikan Shalit. Imbalan US$ 200 ribu (Rp 3,1 miliar) ditawarkan untuk informasi soal keberadaan Rafaa Salameh yang merupakan komandan batalion Hamas di Khan Younis. Sosok Salameh telah menjadi perhatian Israel selama bertahun-tahun.
Militer Israel menghancurkan rumahnya di Jalur Gaza, yang diklaim sebagai "bagian dari infrastruktur teror", pada tahun 2021 lalu. Imbalan paling sedikit di antara yang lain, yakni sebesar US$ 100 ribu (Rp 1,5 miliar), ditawarkan untuk informasi soal keberadaan Mohammed Deif yang merupakan komandan sayap bersenjata Hamas.
Nama Deif berada dalam daftar buronan paling dicari Israel selama lebih dari 25 tahun karena keterlibatannya dalam perencanaan dan pelaksanaan sejumlah besar serangan Hamas. Israel diketahui sudah tujuh kali berusaha membunuh Deif namun selalu berujung kegagalan.
Selebaran yang disebarkan oleh militer Israel itu juga mencantumkan nomor telepon dan kontak pada aplikasi Telegram, dengan Angkatan Bersenjata Israel atau IDF menjamin kerahasiaan si pelapor. Belum ada tanggapan resmi dari militer Israel soal laporan tersebut.
Militer Israel mengerahkan operasi darat yang cukup jauh ke dalam wilayah Jalur Gaza dalam upaya menghancurkan Hamas dan memusnahkan kepemimpinannya.
Operasi darat itu menyusul rentetan serangan udara sejak awal Oktober, yang dilaporkan telah menghancurkan sebagian besar daerah kantong Palestina tersebut. Dalam laporannya, militer Israel sering mengklaim telah menewaskan para komandan Hamas dalam serangannya. Namun para pemimpin utama dan tokoh senior Hamas masih buron hingga kini. (**)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru