Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 09 Februari 2026

Jembatan Seilagunda Proyek Multiyears Rp2,7 Triliun di Sergai Tak Kunjung Selesai Dikerjakan

Rimpun H Sihombing - Jumat, 03 Mei 2024 14:25 WIB
1.338 view
Jembatan Seilagunda Proyek Multiyears Rp2,7 Triliun di Sergai Tak Kunjung Selesai Dikerjakan
(Foto: harianSIB.com/Rimpun H Sihombing)
AWASI: Kepala Desa Kayu Besar Oloan Sirait (baju merah) mengawasi kendaraan yang melintas di Jembatan Seilagunda yang belum selesai dikerjakan, Jumat (3/5/2024).
Sergai (harianSIB.com)

Sudah hampir setahun dikerjakan, pembangunan Jembatan Seilagunda di Desa Kayu Besar, Kecamatan Bandarkhalifah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), tak kunjung selesai.

Pantauan di lokasi, Jumat (3/5/2024), tidak tampak adanya aktivitas pengerjaan pembangunan jembatan yang merupakan bagian dari proyek multiyears Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sumatera Utara (Sumut) tersebut.

Di lokasi juga tidak tampak adanya plank terkait informaasi pengerjaan pembangunan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Sergai dan Batubara tersebut.

Tiang-tiang penyanggah masih tampak terpasang di bawah jembatan yang belum selesai dikerjakan tersebut.


TERPASANG: Tiang penyanggah masih terpasang di bawah Jembatan Seilangunda Desa Kayu Besar, Kecamatan Bandarkhalifah, Sergai, Jumat (3/5/2024). (Foto: harianSIB.com/Rimpun H Sihombing)


Warga sekitar tampak melakukan penimbunan di kedua sisi jembatan dengan tanah timbun agar angkutan umum dan mobil pribadi dapat melintasi jembatan.

Ditemui di lokasi, Kepala Desa Kayu Besar, Oloan Sirait kepada harianSIB.com mengungkapkan, pembangunan jembatan ini sudah dikerjakan sejak Juni 2023 lalu. Namun, sebelum lebaran 2024, pengerjaan pembangunn jembatan ini terhenti dan hingga saat ini belum ada kelanjutannya lagi.

"Informasi yang kita dapat dari pengawas pembangunan jembatan ini, anggarannya belum dapat dicairkan," ujarnya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui berapa besar dana yang dianggarkan untuk pembangunan jembatan ini, serta lama pengerjaannya.

Mengingat jembatan darurat yang selama ini digunakan masyarakat sudah tidak layak dilintasi, lanjutnya, ia bersama warga sekitar berswadaya melakukam penimbunan di kedua sisi jembatan untuk membantu angkutan umum dan pengendara mobil pribadi dapat melintasi jembatan tersebut.

"Hanya mobil angkutan umum roda empat yang membawa anak sekolah dan masyarakat, serta mobil pribadi yang kita izinkan melintas di jembatan ini. Sedangkan mobil roda empat ke atas jenis truk tidak kita izinkan untuk melintas," terangnya.

Oloan berharap, Dinas PUPR Sumut dapat segera menuntaskan pembangunan jembatan yang sangat vital dalam menunjang kelancaran aktivitas masyarakat ini.

"Kami harap, Dinas PUPR Sumut dapat segera menyelesaikan pembamgunan jembatan ini, sehingga aktivitas masyarakat, baik yang dari Sergai mau ke Batubara maupun sebaliknya, dapat berjalan dengan lancar," harapnya. (*)



Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru