Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 09 Februari 2026

Gereja dan Sinagoge di Dagestan Diserang, Pendeta dan 15 Polisi Tewas

Wilfred Manullang - Senin, 24 Juni 2024 19:03 WIB
237 view
Gereja dan Sinagoge di Dagestan Diserang, Pendeta dan 15 Polisi Tewas
(Foto dok The New York Times)
Dua militan melepaskan tembakan di kota Makhachkala, Dagestan, Rusia Selatan. Serangan yang ditujukan kepada sinagoge, gereja dan kantor polisi menewaskan seorang pendeta.
Dagestan (harianSIB.com)
Seorang pendeta dan 15 petugas polisi tewas dalam penyerangan dilakukan kelompok militan terhadap sinagoge, gereja Ortodoks di Derbent, gereja dan kantor polisi di ibu kota negara bagian, Makhachkala, yang berjarak sekitar 100 kilometer. Penembakan itu juga menewaskan beberapa warga sipil.

Badan Keamanan Rusia langsung menggelar operasi kontra-terorisme di Dagestan, Rusia Selatan pada Mingu (22/6). Lima militan tewas dalam operasi tersebut.

Dikutip dari Detikcoom, Komite Anti-Terorisme Nasional Rusia (NAC) mengatakan bahwa "fase aktif operasi kontra-terorisme" di Derbent "telah selesai", tetapi pertempuran di Makhachkala masih berlanjut.

Sebelumnya, baku tembak antara polisi dan penyerang dilaporkan terjadi di kedua kota tersebut.

Kantor berita pemerintah Rusia, TASS, dengan mengutip sumber-sumber penegak hukum anonim, mengatakan bahwa "kelompok bersenjata yang melakukan serangan di Makhachkala dan Derbent adalah pendukung organisasi teroris internasional," tanpa menyebut nama organisasi yang dimaksud.

Hingga saat ini, belum ada yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut. Otoritas Rusia telah membuka penyelidikan kriminal atas tindakan terorisme ini.

Menurut Interfax, mengutip Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Rusia, terjadi kebakaran yang dilaporkan setelah adanya baku tembak di sebuah sinagoge.

"Sinagoge di Derbent terbakar," tulis Boruch Gorin, ketua dewan publik Komunitas Yahudi Rusia, di Telegram. "Api belum bisa dipadamkan." "Sinagoge di Makhachkala juga telah dibakar dan hangus," tambah Gorin.

Derbent adalah rumah bagi komunitas Yahudi kuno, di mana tempat ibadahnya terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kongres Yahudi Rusia mengatakan bahwa sinagoge Derbent diserang sekitar 40 menit sebelum ibadah malam.

Sementara di Makhachkala, Rabi Rami Davidov mengonfirmasi tidak ada korban tewas atau terluka di sana.

Gubernur Dagestan Sergei Melikov mengatakan serangan ini sebagai upaya untuk mengacaukan stabilitas di wilayah yang mayoritas berpenduduk muslim. Sementara menurut Presiden Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov, "apa yang terjadi tampak sebagai provokasi kejam dan upaya untuk menimbulkan perselisihan di antara para penganut agama."

Dagestan yang berbatasan dengan Chechnya, Georgia, dan Azerbaijan sudah lama menjadi sumber masalah bagi otoritas Rusia selama beberapa dekade, di mana puluhan polisi dan warga sipil tewas dalam bentrokan antara Rusia dan kelompok militan Islam.

Militan dari wilayah itu juga diketahui telah melakukan perjalanan ke Suriah pada 2015 lalu, untuk bertempur dengan kelompok teror Islamic State (IS), yang mengumumkan bahwa pihaknya telah membuka "cabang" di Kaukasus Utara.

Pada Mei lalu, badan keamanan Rusia FSB mengatakan bahwa pasukannya telah menangkap sedikitnya empat orang terkait serangan besar-besaran di Gedung Konser Kota Crocus, Moskow. IS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru