Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 29 Maret 2026

Ledakan Pager di Lebanon Tewaskan 9 Orang, 3.000 Terluka

Wilfred Manullang - Rabu, 18 September 2024 11:31 WIB
295 view
Ledakan Pager di Lebanon Tewaskan 9 Orang, 3.000 Terluka
Foto: REUTERS/Mohamed Azakir
Sembilan orang tewas dan 3.000 orang lainnya mengalami luka-luka terluka setelah pager milik Hizbullah meledak di seluruh penjuru Lebanon pada Selasa (17/9).
Beirut (harianSIB.com)
Sembilan orang tewas dan 3.000 orang lainnya mengalami luka-luka terluka setelah pager milik Hizbullah meledak di seluruh penjuru Lebanon pada Selasa (17/9).

Pager merupakan perangkat komunikasi kecil yang umum digunakan sebelum telepon seluler tersebar luas. Perangkat ini menampilkan teks pendek untuk pengguna.

Hizbullah, sejak enam bulan lalu, meminta anggotanya menggunakan pager saat konflik dengan Israel meningkat.

Al Jazeera melaporkan rangkaian ledakan pager terjadi sekitar pukul 16.45 waktu setempat. Kejadian berlangsung selama satu jam.

Ledakan dilaporkan terjadi di pinggiran Beirut selatan yang dikenal Dahiyeh, di kota Ali Al-Nahri dan Riyaq di lembah Beqaa Lebanon tengah, dan di Sidon dan Tirus di Lebanon selatan.

Pager bahkan meledak di lokasi tempat warga beraktivitas seperti pasar hingga sebuah toko.

Para saksi mata menceritakan banyak orang terluka di jalan-jalan ibu kota Lebanon, Beirut, setelah ledakan pager.

"Kami turun ke jalan, dan kami melihat daerah pinggiran kota itu seperti kota zombi," kata saksi yang enggan disebutkan namanya, dikutip CNNIndonesia.com, Rabu (18/9/2024)

Menurut dia banyak korban yang tergeletak di pinggir jalan dan berlumuran darah.

Data pemerintah Lebanon mencatat sembilan orang meninggal dan 2.800 orang mengalami luka-luka imbas ledakan pager.

Sejauh ini belum ada informasi pasti pager-pager itu bisa meledak.

Namun, beberapa pihak berspekulasi jaringan radio dalam pager kemungkinan diretas dan menyebabkan sistem memancarkan sinyal yang memicu respons di pager yang diretas.

Selain itu, pager bisa meledak jika baterai litium terlalu panas. Situasi tersebut akan memicu proses yang disebut thermal runaway.

Kemudian reaksi berantai kimia akan terjadi, menyebabkan peningkatan suhu dan akhirnya menyebabkan ledakan hebat. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru