Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 09 Februari 2026

Tangkap Presiden Korsel, Tim Penyidik Kerahkan 1.000 Personel

Wilfred Manullang - Rabu, 15 Januari 2025 10:45 WIB
124 view
Tangkap Presiden Korsel, Tim Penyidik Kerahkan 1.000 Personel
Foto dok/Reuters
GUNAKAN TANGGA: Tim Penyidik Korsel menggunakan tangga untuk melewati sebuah bus yang ditempatkan untuk menghalangi penangkapan Presiden Yoon Suk Yeol di Seoul, Rabu (15/1/2025).
Seoul (harianSIB.com)
Penyidik Korea Selatan akhirnya bisa menangkap Presiden Yoon Suk Yeol setelah beberapa kali gagal.

Untuk menangkap Yoon yang telah dimakzulkan, Kantor Investigasi Korupsi Korsel mengerahkan sebanyak 1.000 personel.

"Dua kendaraan Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) telah tiba di depan kediaman (presiden)," demikian laporan Yonhap News TV, dikutip AFP dan dilansir CNN Indonesia, Rabu (15/1/2025).

Ini adalah kali kedua upaya penangkapan Yoon Suk Yeol, setelah pada 3 Januari lalu penyidik gagal menahan Yoon lantaran dihalangi oleh pasukan pengawal presiden.

Menurut laporan media setempat, tim gabungan CIO dan polisi telah mendapatkan surat perintah baru dan mengerahkan sebanyak 1.000 personel dalam upaya penangkapan Yoon hari ini.

Pengerahan pasukan dalam jumlah besar itu dilakukan untuk menghadapi ribuan pendukung setia Yoon yang juga berkumpul di depan kediaman presiden di Seoul, untuk menghalangi penangkapan.

CIO juga menegaskan bakal menangkap para penjaga, yang menghalangi upaya penangkapan kedua ini.

Bentrok
Namun Tim Penyidik sempat terlibat bentrokan fisik dan saling dorong dengan pasukan pengamanan presiden.



Penyidik yang datang sejak dini hari untuk melaksanakan surat perintah penangkapan Yoon, kembali dihalangi oleh pasukan pengawal presiden.

Menurut saksi mata di lokasi, tim gabungan penyidik dan aparat kepolisian telah berusaha memasuki kompleks kediaman Yoon. Namun upaya itu dihalangi oleh personel pengamanan.

Laporan media Korsel Yonhap menyebut para penyidik kemudian terlibat keributan saat mencoba memasuki kediaman Yoon secara paksa.

Selain aksi saling dorong, kedua pihak juga terlibat baku pukul di depan rumah Yoon. Imbas keributan ini, satu orang terluka dan telah dibawa oleh petugas pemadam kebakaran.

Tak hanya lewat gerbang depan rumah Yoon, tim dari penyidik juga berusaha memasuki kediaman presiden melalui jalur bukit di dekat kediaman presiden yang dimakzulkan itu.



Jalan utama di depan rumah Yoon ditutup total dengan barikade bus polisi. Sementara sekitar 6.000 pendukung garis keras Yoon juga disebut berkumpul di luar, untuk menghalangi penangkapan.

Ini adalah upaya kedua dari tim penyidik Korsel menangkap Yoon usai penetapan darurat militer Desember lalu, dan dituduh melakukan penyalahgunaan kekuasaan.

Tim hukum Yoon Suk Yeol mengatakan surat perintah penangkapan itu ilegal. Kepala staf Yoon juga sudah mengajukan permohonan agar upaya penangkapan itu dihentikan.

Sebelumnya sidang perdana pemakzulan Yoon Suk Yeol di Mahkamah Konstitusi pada Selasa (14/1) siang, hanya berlangsung selama empat menit. Sidang berlangsung singkat karena Yoon tidak hadir. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru