Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Hashim: Realokasi dari Program Konyol

* Luhut: Tanpa Efisiensi, Mustahil Bisa Melangkah Jauh
Redaksi - Jumat, 28 Februari 2025 09:35 WIB
111 view
Hashim: Realokasi dari Program Konyol
Ist/SNN
Hashim Djojohadikusumo.
Mustahil Bisa Melangkah Jauh

Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menjadi pemateri dalam retret kepala daerah di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah.


Momen Luhut menjadi pemateri di retret kepala daerah itu diunggah di Instagram pribadinya, Kamis (27/2).


Dia mengatakan saat ini inefisiensi ekonomi masih menjadi persoalan. Dia menyoroti masalah perencanaan yang kurang dan ketidaksinkronan antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah.


"Inefisiensi ekonomi masih menjadi persoalan mendasar: perencanaan yang kurang matang, ketidaksinkronan kebijakan pusat dan daerah, serta kurangnya akurasi data," katanya.


Mantan Menko Marves ini pun mendorong kepala daerah berkolaborasi dengan BPKP. Tujuannya transparansi dan efisiensi anggaran.


"Karena itulah saya mendorong para kepala daerah untuk berkolaborasi dengan BPKP dalam mengaudit anggaran daerah mereka. Tanpa transparansi dan efisiensi, mustahil kita bisa melangkah lebih jauh," imbuhnya.


Dia kemudian menyoroti perang dagang global yang dinilainya membuka peluang besar bagi Indonesia. Dia juga mengatakan tarif tinggi yang dikenakan AS kepada China dan Vietnam mendorong industri padat karya untuk mencari lokasi baru.


"Indonesia berpotensi menjadi tujuan relokasi, tetapi hanya jika kita mampu memberikan kepastian regulasi tenaga kerja dan kemudahan perizinan," katanya.
Luhut mengatakan pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Dia pun meminta seluruh kepala daerah memperbaiki tata kelola dan membangun iklim investasi.


"Saya tegaskan pula bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Sektor swasta adalah mitra utama dalam pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Maka, memperbaiki tata kelola dan membangun iklim investasi yang kondusif harus menjadi prioritas bersama," ucapnya.


Terakhir, dia berharap retret kepala daerah ini bisa bermanfaat ke depannya. Dia mengajak kepala daerah mengabdi kepada rakyat dan bekerja cerdas demi kesejahteraan rakyat.


"Seluruh langkah strategis yang dilakukan oleh Presiden Prabowo dalam upaya mengkonsolidasikan pemerintah daerah melalui program retret ini, saya harap mampu memunculkan sikap tanggap, tanggon, dan trengginas dalam diri mereka. Yang tecermin dalam aksi cepat merespons tantangan, teguh pada prinsip, dan cekatan dalam eksekusi. Mari kita mengabdi kepada rakyat dengan bekerja lebih cerdas, efisien, dan berani dalam mengambil keputusan demi Indonesia yang lebih sejahtera dan berkeadilan," pungkasnya. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru