Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

Pengungsi Sinabung akan Direlokasi, Pemerintah Siapkan Lahan 25 Ha

- Sabtu, 08 Februari 2014 10:27 WIB
704 view
Pengungsi Sinabung akan Direlokasi, Pemerintah Siapkan Lahan 25 Ha
SIB/Int
Siapkan Makanan Pengungsi SInabung : Sejumlah pengungsi memasak makanan untuk makan malam pengungsi lainnya di lokasi pengungsian Jambur Taras, Berastagi, Karo, Sumut, Jumat (7/2). Sebanyak 32.335 jiwa dari desa di lereng Sinabung terpaksa mengungsi akiba
Medan (SIB)- Rumah para korban bencana erupsi Gunung Api Sinabung yang berada dalam lokasi terdampak akan direlokasi ke tempat yang lebih aman. Program ini sebagai upaya antisipasi dan penyelamatan warga dari dampak letusan Gunung Sinabung.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi kepada wartawan di Medan, Jumat (7/2).

Menurut Erry, relokasi direncanakan dalam dua tahap. Tahap pertama akan dikhususkan bagi warga yang tinggal di radius tiga kilometer dari Gunung Sinabung. Sedangkan tahap kedua relokasi akan dilakukan terhadap penduduk yang mendiami radius lima kilometer dari Gunung Sinabung.

"Program relokasi pemukiman warga ini akan diajukan kepada pemerintah pusat dalam waktu dekat. Tujuan utamanya adalah upaya penyelamatan warga dari dampak letusan Gunung Sinabung ke depannya," kata Erry.

Menurutnya, relokasi warga di bawah kaki Gunung Sinabung ke tempat aman membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan juga waktu yang relatif lama. Tepat, upaya penyelamatan harus dilakukan mengingat aktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih terus mengancam warga.

"Tentu akan dibicarakan dengan pemerintah pusat di mana lokasi pendirian rumah bagi pengungsi Sinabung nantinya. Tidak harus rumah permanen, rumah semi permanen tetapi layak huni juga boleh," ujarnya.

Dalam rencana relokasi itu sambung Erry, Pemprov Sumut dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut akan melakukan pendataan jumlah pengungsi.

Hingga pertengahan Januari 2014 ini, jumlah pengungsi yang tersebar di 39 titik pengungsian di Kabupaten Karo dan Kabupaten Langkat, telah mencapai lebih dari 26 ribu jiwa.

"Pembangunan rumah juga perlu dibahas untuk menemukan pola yang tepat. Apakah rumah susun atau rumah kopel. Tergantung hasil diskusi nantinya," sambungnya.

Dia berharap masyarakat koperatif dengan rencana relokasi ini. Apalagi relokasi hanya akan dilakukan terhadap rumah tinggal. Sementara untuk lahan pertanian, akan dipertahankan di daerah eksisting saat ini.

"Pagi hari, warga bisa pergi ke lahan pertaniannya, sore pulang ke rumah. Kita hanya tidak mau masyarakat terus menerus mengalami kondisi seperti ini. Mereka boleh bertani disana, tapi tidak menetap karena akan kita tetapkan sebagai lokasi rawan letusan," jelasnya.

Pemerintah Siapkan 25 Ha
Hingga saat ini belum ada kejelasan di mana sebetulnya lahan yang akan digunakan untuk merelokasi warga korban Gunung Sinabung. Belum juga ada kejelasan apakah pemerintah turut merelokasi atau menyediakan lahan pertanian baru, atau hanya merehabilitasi lahan pertanian yang sudah rusak akibat erupsi Gunung Sinabung.

Seperti diberitakan di Metro Tv, Jumat (7/2), informasi terakhir yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah akan menyediakan 25 Ha lahan yang akan digunakan untuk membangun rumah type 36.

Informasi lainnya yang diterima, sesuai dengan arahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, warga yang tinggal di desa-desa dengan radius 3 Km dari puncak Gunung Sinabung harus segera direlokasi.

Oleh karena itu, ahli dari pusat Badan Geologi telah merekomendasikan 3 desa yang benar-benar harus direlokasi dan tidak boleh ditinggali lagi. Ketiga desa itu adalah Desa Suka Meriah, Bekerah dan Simacem.

Warga di 3 desa itu harus direlokasi karena ketiganya terletak dalam radius 3 Km dari puncak kawah Gunung Sinabung, sehingga sangat berbahaya karena berpotensi terkena luncuran awan panas, aliran lava dan gas beracun.

Selain itu, kondisi rumah dan lahan pertanian di ketiga desa itu sudah rusak parah dengan ketebalan abu vulkanik mencapai 20 hingga 30 cm. Dipastikan, rumah warga tidak bisa ditempati lagi dan lahan pertanian rusak, sehingga membuat warga kehilangan mata pencaharian.

Pemerintah melalui BNPB juga berjanji akan menggelontorkan dana sekira Rp67 miliar untuk menyediakan lahan relokasi bagi tempat tinggal warga dengan perhitungan setiap kepala keluarga disediakan lahan seluas 100M3, dengan rumah ukuran type 36 dan taksasi dana sekitar Rp 30 juta rupiah.

Mulai Terserang Penyakit
Sebagian pengungsi Gunung Sinabung dari total keseluruhan 674 pengungsi di Langkat mulai terserang penyakit. Seorang remaja berusia 14 tahun asal Kabupaten Tanah Karo Sumatera Utara, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Tanjungpura karena muntah darah saat berada di lokasi pengungsian di Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat.

“Baru dua pekan ini berada di pengungsian Desa Telagah Kecamatan Sei Bingei Langkat," kata salah seorang warga pengungsi dari Desa Kuta Rakyat kecamatan Naman Teran Kabupaten Tanah Karo Raja Manik di Tanjungpura seperti dilansir Metro TV, Kamis (6/2).

Pengungsi itu diduga terhirup abu vulkanik erupsi gunung Sinabung. Remaja itu menderita sesak napas, batuk dan muntah berdarah. "Saat berada di lokasi pengungsian bersama orangtuanya, dirinya mengalami sesak di dada dan tiba-tiba batuk dan mengeluarkan darah," katanya.

Oleh petugas medis di posko pengungsian, remaja itu lalu dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Melihat keadaan itu, Pemkab Langkat sudah menyiapkan tim medis untuk mengatasi para pengungsi yang terserang penyakit di barak pengungsian. Pemkab Langkat juga sudah memfasilitasi semua kebutuhan pengungsi mulai dari MCK dan bilik asmara.

Warga para pengungsi pun mulai melakukan pembersihan areal pengungsian. (A19/A23/x)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru