Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Januari 2026
Khotbah Pemakaman Paus Fransiskus:

Dia adalah Paus Rakyat

Dipuji Miliki Hati Terbuka untuk Semua Umat
Redaksi - Minggu, 27 April 2025 11:06 WIB
82 view
Dia adalah Paus Rakyat
Foto: AP/Antonietta Baldassarre via ctvnews
UPACARA PEMAKAMAN: Peti mati Paus Fransiskus dibawa ke dalam Basilika Santo Petrus untuk upacara pemakamannya, di Roma, Sabtu (26/4).

Kardinal Re kemudian menyinggung soal upaya mendiang Paus Fransiskus dalam membantu para pengungsi, migran, dan orang miskin.


"Tindakan dan seruannya dalam mendukung para pengungsi dan orang-orang telantar tidak terhitung banyaknya," ucap Kardinal Re di hadapan puluhan ribu orang yang menghadiri misa pemakaman di Alun-alun Santo Petrus, termasuk pemimpin dunia seperti Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang pernah berselisih dengan Paus Fransiskus mengenai perlakuan terhadap migran.


Dikatakan Kardinal Re, mendiang Paus Fransiskus juga meyakini Gereja merupakan "rumah bagi semua orang".


"Beliau terdorong oleh keyakinan bahwa Gereja adalah rumah bagi semua orang, rumah dengan pintu-pintu yang akan selalu terbuka... Gereja yang mampu tunduk kepada setiap orang, terlepas dari kepercayaan atau kondisi mereka, dan menyembuhkan luka-luka mereka," katanya.


Mengenai konflik yang terjadi di dunia, menurut Kardinal Re, mendiang Paus Fransiskus mendesak "negosiasi yang beralasan dan jujur" dalam upaya mengakhiri konflik yang berkecamuk di berbagai negara.


"Menghadapi perang yang berkecamuk dalam beberapa tahun terakhir, dengan kengerian yang tidak manusiawi, dan kematian serta kehancuran yang tak terhitung jumlahnya. Paus Fransiskus terus-menerus menyerukan perdamaian dan menyerukan negosiasi yang beralasan dan jujur untuk menemukan solusi yang memungkinkan," kata Kardinal Re.


Tertutup
Prosesi pemakaman di dalam basilika digelar secara tertutup.


Setelah dibawa dengan popemobile dari Basilka Santo Petrus di Vatikan dengan melintasi jalanan kota Roma dan disambut para pelayat yang menanti di tepi jalanan, seperti dilansir CNN, Sabtu (26/4), peti jenazah Paus Fransiskus tiba di Basilika Santa Maria Maggiore pada Sabtu (26/4) siang.


Para pengusung peti langsung membawa masuk peti jenazah ke dalam Basilika.


Basilika Santa Maria Maggiore yang merupakan gereja kesayangan mendiang Paus Fransiskus dipilih oleh sang Bapa Suci sebagai tempat peristirahatan terakhirnya. Hal ini menjadikan Paus Fransiskus sebagai Paus pertama dalam satu abad terakhir yang dimakamkan di luar Vatikan.


Saat tiba di basilika tersebut, peti jenazah Paus Fransiskus disambut oleh sekelompok "orang-orang miskin dan membutuhkan" yang mengantarkannya ke peristirahatan terakhir. Mereka akan menjadi anggota masyarakat terakhir yang melihat peti jenazah Paus Fransiskus sebelum dimakamkan.
Prosesi pemakaman juga tidak disiarkan publik dan dilaksanakan tertutup.


Disebutkan, Paus sering berdoa di sana sebelum dan sesudah kunjungan ke luar negeri.


Bahkan, Paus Fransiskus mengunjungi Basilika Santa Maria Maggiore setelah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Ia dirawat selama hampir 2 bulan karena pneumonia.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru