Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Turun ke Langkat, Deputi Kemenko Polhukam Pastikan Keamanan Pabrik Es yang Ditutup Paksa Ormas

Muhammad Irsan - Senin, 12 Mei 2025 09:33 WIB
207 view
Turun ke Langkat, Deputi Kemenko Polhukam Pastikan Keamanan Pabrik Es yang Ditutup Paksa Ormas
Foto: harianSIB/Dok
Deputi Kemenko Polhukam Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, meninjau kondisi keamanan pabrik es yang ditutup paksa Ormas, di Desa Pantai Gemi, Kabupaten Langkat, Minggu (11/05/2025).
Langkat (harianSIB.com)

Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa (Kemenko Polhukam) Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, meninjau langsung kondisi keamanan pabrik es di Desa Pantai Gemi, Kabupaten Langkat, Minggu (11/5/2025).

Kunjungan tersebut untuk memastikan kegiatan usaha kembali berjalan lancar setelah sebelumnya pabrik tersebut sempat viral karena ditutup paksa akibat intimidasi organisasi masyarakat (Ormas).


Peninjauan ini merupakan bagian dari langkah serius pemerintah dalam memberantas aksi premanisme yang kerap dilakukan kelompok atau Ormas tertentu khususnya di Sumatera Utara.


Deputi Kemenko Polhukam Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, meninjau kondisi keamanan pabrik es yang ditutup paksa Ormas, di Desa Pantai Gemi, Kabupaten Langkat, Minggu (11/05/2025).(Foto: harianSIB/Dok)
Mayjen TNI Purwito juga mengapresiasi kinerja Polres Langkat yang sigap menindak pelaku. Dia berharap ke depan tidak ada lagi kelompok yang mengatasnamakan Ormas menghambat investasi dan produksi dalam negeri.


"Dunia usaha harus berjalan aman tanpa gangguan," tegas Purwito.


Dalam rapat koordinasi dengan Polres dan Kodim Langkat, Purwito juga mendorong kolaborasi lebih antara kedua instansi antara Kodim Langkat dan Polres Langkat dalam menjaga keamanan wilayah.

"Kerja sama ini penting agar masyarakat merasa terlindungi. Dengan sinergi yang baik, saya yakin premanisme dapat ditekan secara maksimal," pungkasnya.


Sebelumnya, Polres Langkat mengamankan 30 terduga pelaku pungutan liar (pungli) dan 2 pedagang minuman keras (miras) dalam Operasi Pekat Toba 2025. Operasi ini berlangsung dari 2 hingga 8 Mei 2025.

Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, menjelaskan, operasi ini menunjukkan keseriusan pihaknya dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat. "Hukum bukan sekadar hukuman, tetapi juga pembinaan," ungkap David.


David menekankan, penegakan hukum harus berimbang dengan pendekatan manusiawi. Tujuannya agar Langkat menjadi wilayah yang nyaman bagi semua.

"Ruang publik harus bebas dari tekanan. Warga berhak hidup tanpa rasa takut," tegasnya.


Ia juga mengingatkan, keamanan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya polisi.

Kapolres Langkat menyampaikan pesan tegas kepada para pelaku premanisme. "Kalian bisa lari, tapi tidak bisa bersembunyi," ujarnya.


Ia meminta mereka segera meninggalkan aksi kriminal dan kembali ke jalan yang benar.

"Polres Langkat akan terus mengejar dan menangkap pelaku premanisme," tandas David.

Komitmen Kapolda Sumut sangat jelas: negara tidak akan tunduk pada premanisme dalam bentuk apa pun.

Operasi Pekat dan peninjauan Kemenko Polhukam menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang aman. Dengan kolaborasi TNI-Polri serta dukungan masyarakat, diharapkan premanisme dapat diberantas hingga ke akarnya. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru