Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Tembak Pesawat Malaysia Airlines MH17, Rusia Dinyatakan Bersalah

Redaksi - Selasa, 13 Mei 2025 13:39 WIB
230 view
Tembak Pesawat Malaysia Airlines MH17, Rusia Dinyatakan Bersalah
Foto: Insider
Ilustrasi kepingan rudal BUK buatan Rusia yang membuat 102 lubang di pesawat nahas Malaysia Airlines MH17.

Kementerian Luar Negeri Australia meminta Rusia bertanggung jawab dan melakukan pembenahan atas perbuatan mereka yang keterlaluan.

Menurut Australia, semua harus dilakukan sesuai dengan hukum internasional yang berlaku.

ICAO masih mengukur jenis langkah pertanggungjawaban yang bisa diambil oleh Rusia.


Lembaga di bawah PBB itu tidak memiliki kekuatan pidana, hanya menetapkan standar aturan penerbangan internasional yang wajib dipatuhi oleh 193 negara anggotanya.

Pesawat dengan nomor registrasi 9M-MRD itu ditembak oleh rudal di langit Ukraina bagian timur, dekat dengan perbatasan Rusia.

Penyelidikan menemukan bahwa pesawat Boeing 777-200 tersebut ditembak jatuh oleh rudal permukaan-ke-udara buatan Rusia.


Kebetulan saat itu, wilayah Ukraina bagian timur sedang berada dalam masa peperangan antara kelompok pemberontak separatis dan militer negara.

Kronologi bermula ketika Malaysia Airlines MH17 terbang di atas Ukraina bagian timur, tempat terjadinya konflik bersenjata.

Pesawat itu terbang pada ketinggian sekitar 33.000 kaki (10.000 meter), sesuai dengan pembatasan ketinggian minimum yang diberlakukan oleh otoritas penerbangan Ukraina.


Saat pesawat MH17 mendekati perbatasan Rusia, awak kabin melakukan komunikasi rutin dengan pengawas lalu lintas udara di Dnipropetrovsk (sekarang Dnipro) dan Rostov-na-Donu.

Setelah itu, komunikasi verbal dari MH17 berhenti, tetapi tidak ada sinyal marabahaya yang diterima. Pesawat juga menghilang dari layar radar. Para saksi mata melaporkan adanya ledakan di udara.

Puing-puing pesawat tersebar di area seluas 20 mil persegi (50 km persegi), tetapi konsentrasi terbesar ditemukan di sebelah barat daya Desa Hrabove, Ukraina. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru