Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Iran Bombardir Tel Aviv, Netanyahu dan Menhan Israel Ngumpet di Bunker

Redaksi - Sabtu, 14 Juni 2025 12:54 WIB
71 view
Iran Bombardir Tel Aviv, Netanyahu dan Menhan Israel Ngumpet di Bunker
REUTERS/Jamal Awad
Aksi saling serang antara Iran dan Israel masih berlangsung hari ini. Militer AS membantu Tel Aviv mencegat rudal-rudal yang ditembakkan Teheran.
Tel Aviv(harianSIB.com)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz berlindung di dalam bunker atau ruang bawah tanah saat serangan balasan Iran bertubi-tubi hantam kota Tel Aviv.

Dalam bunker mereka juga disebut tengah mendiskusikan serangan balasan ke Iran bersama sejumlah pejabat lainnya.

"Beberapa menteri Israel lainnya dan kepala lembaga pertahanan juga turut serta dalam pembahasan tersebut," kata salah satu pejabat Israel dikutip CNN Indonesia, Sabtu (14/6/2025)

Sementara sirine-sirine peringatan terus berbunyi di sejumlah wilayah Israel seperti Eliat dan Negev. Militer Israel mengatakan ada sejumlah drone penyusup masuk ke wilayah tersebut.

Layanan Darurat Israel, Magen David Adom (MDA) mencatat 34 orang terluka akibat serangan rudal Iran di wilayah Gush Dan.

MDA menambahkan satu perempuan berada dalam kondisi kritis dan seorang pria mengalami luka serius. Gush Dan yang mencakup Tel Aviv dan Ramat Gan, merupakan kawasan metropolitan terbesar di Israel.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan mereka menargetkan pusat-pusat militer dan pangkalan udara Israel dalam serangan rudal yang dilancarkan.

"Dengan menggunakan kombinasi sistem berpemandu presisi dan teknologi pintar, Iran menyerang pusat-pusat militer dan pangkalan udara yang menjadi sumber agresi kriminal terhadap negara kami," demikian pernyataan IRGC.

Iran mengklaim telah menghantam pusat-pusat industri militer Israel yang digunakan untuk memproduksi rudal dan perlengkapan militer lainnya.


"Laporan lapangan, citra satelit, dan intelijen yang disadap menunjukkan bahwa puluhan rudal balistik secara efektif mengenai target strategis," kata pernyataan tersebut.

"Terlepas dari klaim pencegatan, musuh gagal menghalau gelombang serangan rudal yang diluncurkan oleh Republik Islam Iran," tambahnya.

Sementara itu PM Israel, Benjamin Netanyahu, menyerukan warga Iran untuk bersatu melawan apa yang dia gambarkan sebagai "rezim jahat dan penindas".

"Sudah tiba saatnya bagi rakyat Iran untuk bersatu di sekitar bendera dan warisan sejarahnya, dengan memperjuangkan kebebasan Anda dari rezim jahat dan penindas," kata Netanyahu.

"Kami berada di tengah-tengah salah satu operasi militer terbesar dalam sejarah, Operation Rising Lion," sebutnya. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru