Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 04 Mei 2026

Geger Rekaman Suara Mirip Pejabat Kemenkop, Sebut Ada Trik "Bermain" APBD Kota Medan

Redaksi - Selasa, 05 Agustus 2025 18:03 WIB
90 view
Geger Rekaman Suara Mirip Pejabat Kemenkop, Sebut Ada Trik "Bermain" APBD Kota Medan
(Foto ist)
Rico Waas, walikota Medan
Medan(harianSIB.com)
Sebuah rekaman suara yang diduga melibatkan Muhammad Husni (MH), seorang pejabat di Kementerian Koperasi yang juga dikenal memiliki rekam jejak di Pemerintah Kota (Pemko) Medan, beredar luas dan menggegerkan publik.

Dalam rekaman tersebut, MH membongkar "trik" pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan menyinggung soal persentase keuntungan yang bisa didapat.
Rekaman yang menyebar melalui aplikasi pesan instan ini menjadi sorotan karena berisi percakapan yang membahas secara blak-blakan tentang dugaan praktik "pengaturan" proyek dan anggaran di lingkungan Pemko Medan. Dalam percakapan tersebut, sosok yang diduga MH ini menyebut bahwa sistem pemerintahan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan, Rico Waas, "tidak terkendali."

Untuk mengatasi hal tersebut, ia mengusulkan adanya sosok sentral yang bertugas mengontrol perputaran APBD dari seluruh dinas. Ia bahkan secara gamblang menyebut persentase keuntungan yang dapat diambil dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa mencapai 15 persen, jauh lebih tinggi dari angka 3 persen yang sering kali disebut-sebut.

Untuk memuluskan aksinya, ia memberikan "tips" agar aman, yaitu dengan bermain di sistem e-katalog asalkan "dikelola" dan "pemerintah kendalikan." MH juga menekankan pentingnya menempatkan orang-orang pilihan di dinas-dinas sentral seperti Dinas PU, Dinas Perkim, dan Dinas Pendapatan, yang disebutnya sebagai "operator" utama.

Rico Waas Mengaku Tidak Kenal

Rekaman yang viral ini akhirnya sampai ke telinga Wali Kota Medan, Rico Waas. Menanggapi isu yang beredar, Rico terlihat santai, tetapi memberikan pernyataan yang tegas. Ia mengaku tidak mengenal dan tidak mengerti siapa sosok Muhammad Husni. Ia juga meminta wartawan untuk mengonfirmasi langsung ke pihak yang bersangkutan.
Lebih lanjut, Rico memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran di Pemko Medan. "Jangan aneh-aneh dalam arah pembangunan… Kita ingin mau yang bagus, pembangunan yang baik, profesional… Jadi jangan berfikir ke arah kiri dan kanan atau sebagainya," tegasnya, Senin (4/8/2025).

Pernyataan ini seolah menjadi antitesis dari semua yang dibicarakan dalam rekaman suara itu. Rico menekankan pentingnya bekerja secara profesional dan fokus pada pembangunan untuk rakyat.
Hingga berita ini diterbitkan, rekaman tersebut masih menjadi perbincangan hangat, dan publik menanti kelanjutan dari kasus ini. Apakah rekaman ini akan menjadi momentum untuk membersihkan birokrasi, atau hanya akan menjadi cerita lain yang tenggelam ditelan waktu?(**)

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru