Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 04 Mei 2026

Demo Lengserkan Bupati Pati Berakhir Ricuh, Sudewo Dievakuasi Pakai Mobil Lapis Baja

Redaksi - Rabu, 13 Agustus 2025 15:07 WIB
29 view
Demo Lengserkan Bupati Pati Berakhir Ricuh, Sudewo Dievakuasi Pakai Mobil Lapis Baja
Ist/SNN
Bupati Pati terpaksa dievakuasi karena massa pengunjuk rasa makin memanas.
Pati(harianSIB.com)

Aksi unjuk rasa yang menuntut pelengseran Bupati Pati, Sudewo, pada Rabu (13/8/2025) siang, berakhir ricuh. Alun-alun Pati berubah menjadi lautan massa yang marah, memaksa aparat mengevakuasi bupati menggunakan kendaraan taktis lapis baja.

Kerusuhan memuncak sekitar pukul 13.15 WIB di depan Pendapa Kabupaten Pati. Aparat kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang dinilai anarkistis setelah melakukan pelemparan ke arah petugas.

Permintaan Maaf yang Ditolak

Di tengah kepungan massa, Bupati Sudewo secara mengejutkan mencoba menemui para pengunjuk rasa. Dengan pengawalan ketat, ia keluar dan meraih mikrofon untuk menyampaikan permohonan maaf.

"Bismillah... Saya mohon maaf sebesar-besarnya..." ucap Sudewo.

Namun, permintaan maaf yang hanya berlangsung 17 detik itu tenggelam oleh caci maki dan hujan botol air mineral dari kerumunan. Puncaknya, sebuah sandal melayang ke arah bupati, menjadi simbol penolakan dari rakyatnya. Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, ajudan dan petugas keamanan segera menarik Sudewo kembali masuk ke dalam mobil penyelamat lapis baja dan meninggalkan lokasi.

Tindakan evakuasi tersebut justru menyulut amarah massa yang lebih besar. Sebuah mobil provos yang berada di lokasi menjadi sasaran, digulingkan, dan dibakar hingga hanya menyisakan kerangka.

Kemarahan publik ini merupakan puncak dari akumulasi kekecewaan selama lima bulan terakhir terhadap serangkaian kebijakan kontroversial Bupati Sudewo sejak dilantik. Beberapa kebijakan yang menjadi pemicu utama antara lain:
-Pemangkasan ratusan tenaga honorer di rumah sakit daerah tanpa pesangon.
-Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang melonjak hingga 250%.

Sikap Sudewo yang sempat menantang warga untuk menyelesaikan protes "di jalan" disebut menjadi bumerang yang memperbesar gelombang aksi.

Sebelum kericuhan pecah, Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi dan Dandim 0718/Pati Letkol Arm Timotius Berlian Yogi Ananto telah turun langsung ke tengah massa, mengimbau agar aksi berjalan damai dan tertib.

"Kami akan mengawal kalian semua. Intinya harus aman. Bisa? Jangan sampai ada yang disusup-susupi," ujar Dandim Pati.

Namun, imbauan tersebut tidak mampu meredam emosi massa. Sejumlah anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka akibat kekerasan yang dilakukan oknum pengunjuk rasa.

Di sisi lain, aksi ini menunjukkan solidaritas warga yang luar biasa. Ribuan dus air mineral didonasikan untuk para pengunjuk rasa. Sebuah dapur umum bahkan dilaporkan menyediakan hingga 50.000 kotak makan gratis. Sebuah baliho besar bertuliskan "KPK Usut Tuntas" juga terpasang gagah di tengah kerumunan, menandakan adanya tuntutan yang lebih dalam terkait dugaan masalah di pemerintahan daerah.

Peristiwa ini menyisakan pertanyaan besar tentang masa depan kepemimpinan di Pati. Ketika kepercayaan publik telah terkikis habis, permintaan maaf singkat tidak lagi cukup untuk memulihkan keadaan.(**)

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru