Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Longsor dan Banjir di Tapteng Tewaskan 4 Orang, 1.952 KK Terdampak

Redaksi - Rabu, 26 November 2025 07:19 WIB
1.474 view
Longsor dan Banjir di Tapteng Tewaskan 4 Orang, 1.952 KK Terdampak
FOTO: Benny Setiawan
BANJIR BANDANG: Banjir bandang melanda Hutanabolon, Tukka, Tapanuli Tengah, merendam rumah warga dan menimbun kayu besar.

Identitasnya adalah Dewi Hutabarat (33), Trio Arta Rouli (7), Vania Aurora (4), dan Ilona Lumbantobing. Ketiga korban merupakan ibu dan tiga anaknya.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memberikan tanggapan mengenai insiden tanah longsor dan banjir yang melanda wilayahnya.

"Tadi juga Pak Bupati (Tapteng) menelepon langsung, mengabari dan dilaporkan Pak Bupati Tapteng, tadi ada empat orang korban jiwa. Saya bilang tolong dimonitor terus kondisinya, utamakan keselamatan masyarakatnya dulu," ujar Bobby saat ditanya wartawan saat berada di Kabupaten Batubara.

Sebelumnya, musibah longsor dan banjir di Tapteng diketahui masyarakat luas melalui postingan Instagram Bupati Tapteng Masinton Pasaribu.

Baca Juga:

Dia menyebut banjir dan longsor yang menerjang wilayah Tapanuli Tengah diakibatkan oleh cuaca ekstrem.

"Cuaca ekstrem di kawasan pantai barat Sumatera Utara, terutama di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah yang menghadap ke Samudera Hindia/Indonesia, beberapa hari ini mengakibatkan banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di berbagai lokasi Tapanuli Tengah," tulis Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu lewat akun Instagramnya @masinton, Selasa. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Banjir-Longsor Terjang Tapteng, Bupati Masinton Lapor Gubsu Bobby
Manaek Hutasoit Desak Pemprovsu dan BPBD Gerak Cepat Turunkan Bantuan ke Lokasi Bencana Banjir Tapteng
Ratusan Warga Sibuluan Mengungsi Akibat Banjir
Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut di Tapteng, BMKG Warning Banjir Bandang
Pegunungan Aek Sipilit Longsor, 50 Jiwa Mengungsi
Tapanuli Tengah Diusulkan Jadi Kawasan Perikanan Pantai Barat Sumut
komentar
beritaTerbaru