Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Januari 2026

Tolong Keponakan, Pengacara Jadi Korban Kebrutalan Geng Motor di Medan

Roy Surya D Damanik - Jumat, 30 Januari 2026 21:19 WIB
145 view
Tolong Keponakan, Pengacara Jadi Korban Kebrutalan Geng Motor di Medan
harianSIB.com/Dok Warga
Jonathan Tambunan menjalani perawatan di pengobatan tradisional di Jalan Karya, Kecamatan Medan Barat.

Medan(harianSIB.com)

Aksi brutal geng motor kembali meresahkan warga Kota Medan. Seorang pengacara, Jonathan Tambunan (34), menjadi korban penganiayaan hingga mengalami patah tulang paha dan bahu setelah ditabrak komplotan geng motor saat berupaya menolong keponakannya yang dikejar hingga ke depan rumah.

Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Sendok Gang Pinang, Kelurahan Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, korban hingga kini masih menjalani perawatan intensif di sebuah pengobatan tradisional di Jalan Karya, Kecamatan Medan Barat, guna memulihkan luka serius yang dialaminya.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan penganiayaan tersebut. Ia menyatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku.

"Korban sudah membuat laporan. Saat ini kami mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan melakukan pendalaman. Identitas para pelaku sudah kami kantongi dan akan segera kami tangkap," ujar Bambang, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga:
Menurut Bambang, berdasarkan keterangan awal penyidik, insiden tersebut diduga dipicu oleh kesalahpahaman antara korban dan kelompok geng motor. "Namun apa pun alasannya, tindakan kekerasan tersebut tidak bisa dibenarkan," tegasnya.

Ia menambahkan, para terduga pelaku diketahui tergabung dalam geng motor bernama Maya Community. "Mereka ini memang geng motor. Identitasnya sudah kita kantongi, tinggal dilakukan penangkapan," katanya.

Sementara itu, Jonathan Tambunan menjelaskan, kejadian bermula saat keponakannya duduk di sebuah warung di depan SMAN 4 Medan. Tiba-tiba, sekelompok pria yang diduga anggota geng motor mendatangi warung tersebut, yang belakangan diketahui diduga menjadi basecamp kelompok itu.

"Keponakan saya dihampiri, diancam, bahkan mengalami kekerasan. Handphone-nya dibanting, disulut api rokok, dan dia dituduh sebagai mata-mata karena berada di wilayah mereka," ujar Jonathan.

Merasa terancam, keponakannya melarikan diri dan berlari menuju rumah korban. Setibanya di rumah, ia berteriak meminta pertolongan karena masih dikejar geng motor. Mendengar hal itu, Jonathan keluar rumah, namun sempat mengurungkan niat karena melihat jumlah pelaku banyak dan beberapa membawa senjata tajam.

"Warga sekitar kemudian ikut keluar membantu mengusir para pelaku. Di tengah kekacauan itu, saya mencoba menangkap salah satu anggota geng motor. Dari belakang, sepeda motor pelaku lain menabrak saya dengan keras hingga terjatuh dan tertimpa motor mereka," ungkapnya.

Akibat tabrakan tersebut, Jonathan mengalami patah tulang kaki kiri dan luka serius di bagian bahu. Dalam kejadian itu, satu anggota geng motor sempat diamankan warga setelah terjatuh dan nyaris menjadi sasaran amuk massa. Beruntung, kepala lingkungan setempat segera mengamankan pelaku dan menyerahkannya ke Polsek Medan Baru.

"Pelaku yang diamankan bukan yang menabrak saya, hanya ikut mengejar keponakan saya. Saya berharap polisi menahan pelaku tersebut untuk mengembangkan kasus dan menangkap anggota geng motor lainnya," pungkas Jonathan.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Mahasiswa Desak Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan Tangkap Pelaku Penganiayaan Ketum BP FORMI
Pelaku Penganiayaan yang Menyebabkan Rojer Sebayang Meninggal, Diringkus Polisi di Medan
Sat Reskrim Polres Tanah Karo Amankan Tersangka Pelaku Penganiayaan di Kabanjahe
Polsek Sunggal Ringkus 3 Pelaku Penganiayaan
Tangis Haru Pecah Usai 21 Terdakwa Penganiaya Prada Lucky Divonis dan Dipecat
Rilis Akhir 2025, Polres Labuhanbatu Tangani 1.052 Kasus, Korupsi Cuma 1
komentar
beritaTerbaru