Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

AS Serang Depot Amunisi Iran, Jatuhkan Bom Seberat 900 Kg

Redaksi - Rabu, 01 April 2026 07:00 WIB
159 view
AS Serang Depot Amunisi Iran, Jatuhkan Bom Seberat 900 Kg
Tangkapan Layar Truth Social/@realDonaldTrump
Bom penghancur bunker seberat 900 kg AS menyerang Isfahan Iran, Selasa dini hari

Washington (harianSIB.com)

Amerika Serikat (AS) menjatuhkan bom penghancur bunker ke Iran, Selasa (31/3/2026. Presiden AS Donald Trump bahkan membagikan video ledakan besar di Iran, yang menurut laporan media, terjadi di kota Isfahan pada dini hari waktu setempat.

Rekaman tersebut menunjukkan serangkaian ledakan, diikuti oleh kebakaran besar yang menerangi langit malam dengan warna oranye.

Trump tidak memberikan konteks apa pun untuk video tersebut, tetapi laporan media mengklaim itu adalah serangan gabungan AS dan Israel terhadap depot amunisi utama di Isfahan, sebuah kota di Iran dengan populasi 2,3 juta jiwa dan rumah bagi pangkalan udara militer Badr.

Menurut seorang pejabat AS yang dikutip oleh The Wall Street Journal (WSJ), pasukan AS menyerang depot amunisi di Isfahan dengan bom penghancur bunker seberat sekitar 907 kilogram.

Baca Juga:
"Sejumlah besar bom penghancur bunker, atau amunisi penetrator, digunakan untuk serangan itu," kata pejabat tersebut dikutip dari CNBC Indonesia.

Laporan mengklaim bahwa serangan tersebut memicu serangkaian ledakan sekunder yang dahsyat yang mengirimkan bola api dan gelombang kejut yang menjulang tinggi di seluruh area.

Serangan tersebut telah meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi saat perang memasuki bulan kedua, bahkan ketika Pakistan, Mesir, Arab Saudi, dan Turki bertemu untuk mencari jalan keluar diplomatik.

Iran sebelumnya diyakini telah memindahkan persediaan uranium sekitar 540 kg, ke fasilitas bawah tanah di Isfahan. Perlu diketahui, kota itu juga pernah menjadi target serangan Operasi Midnight Hammer AS tahun lalu.

Pemberitaan serangan ini muncul setelah Trump mengancam akan menghancurkan sumber daya energi Iran dan infrastruktur vital lainnya secara luas, termasuk fasilitas nuklir dan instalasi pengolahan air, jika kesepakatan untuk mengakhiri perang tidak tercapai "dalam waktu singkat".

Trump juga mengatakan AS akan menghancurkan situs energi Iran jika diskusi dengan "rezim baru" yang "lebih masuk akal" tidak menghasilkan kesepakatan dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Namun perkembangan baru menyebutkan Trump kembali memberi sinyal akan menghentikan perang meski tak membuka Selat Hormuz.

Selama ini, Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah berulang kali menuduh bahwa Iran hampir membangun senjata nuklir. Klaim itu tidak didukung oleh badan pengawas nuklir PBB. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rusia Ancam Lakukan Serangan Balasan Jika AS Serang Suriah
MUI dan PGI Sumut Prihatin Atas Serangan ISIS Menewaskan Puluhan Jemaat Gereja di Mesir
AS Serang Suriah, Rusia Tangguhkan Kesepakatan Keamanan
Korban Tewas Serangan Gas Beracun di Suriah Jadi 100 Orang
Pesawat Militer AS Jatuhkan Bom dan Rudal di Michigan
Pertama Kali, AS Gempur Langsung Houthi di Yaman untuk Balas Serangan Rudal
komentar
beritaTerbaru