Medan (SIB)- Pangdam I/BB Mayjen TNI Winston Pardamean Simanjuntak mengatakan, menurut hematnya, Pak GM memberikan semangat nasionalisme, kegotong-royongan dalam memajukan Sumut melalui karya dan pengabdiannya.
“Ini merupakan jasa yang besar dan tidak bisa dibandingkan dengan apa pun, sebab karya ini merupakan karya fundamental,†katanya.
Orang nomor satu di Kodam I/BB itu menilai cita-cita dan harapan Pak GM terhadap anak-anak dan cucu-cucunya sudah diberkati Tuhan. “Beliau meninggalkan investasi yang besar kepada anak-anaknya terutama di bidang pendidikan. Hal ini membawa manfaat untuk menjalankan amanah dan cita-cita almarhum,†ujarnya saat menyampaikan sambutan pada acara ziarah yang dilangsungkan keluarga almarhum Dr GM Panggabean, Selasa lalu.
Mengenang empat tahun berpulangnya almarhum DR GM Panggabean yang jatuh pada 20 Januari 2015 ditandai dengan pemindahan makam ke Memorial Park DR GM Panggabean di Komplek Graha GM Panggabean Jalan Sisingamangaraja Medan.
Sulit dipungkiri, suasana acara yang dipenuhi para undangan dari berbagai khalayak merupakan satu bukti Pendiri Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) ini sangat dicintai keluarga, kerabat, sahabat dan masyarakat.
Ratusan undangan dari berbagai unsur di antaranya TNI, anggota DPR RI baik pusat maupun daerah, DPD RI, para pimpinan gereja, perwakilan marga-marga, para sahabat dan keluarga, menghadiri ziarah dan kebaktian untuk mendoakan tokoh masyarakat Sumut itu.
PUPUK MENYUBURKAN
Sekjen GKPI Pdt Oloan Pasaribu MTh dalam khotbahnya menilai DR GM Panggabean yang akrab disapa Pak GM merupakan sosok yang memiliki keteguhan iman dan hati sepanjang hidupnya. Pak GM tidak pernah goyah dan tidak pernah mengambil zona aman.
“Bila diikuti rekam jejaknya, setiap orang mengakui keteguhan iman, prinsip dan keteguhan hatinya yang tidak pernah goyah meski menghadapi resiko,†katanya.
Mengutip Firman Tuhan dari Yeremia 8:1-2, yang menyebutkan “...tulang-tulang Raja Yehuda, imam-imam, nabi-nabi dan tulang-tulang segenap penduduk Yerusalem akan dikeluarkan dari kubur mereka dan diserahkan di depan matahari, di depan bulan dan di depan segenap tentara langit yang dulunya dicintai, diabdi, diikuti, ditanyakan dan disembah oleh mereka. Semuanya itu tidak akan dikumpulkan dan tidak akan dikuburkan, mereka akan menjadi pupuk di ladangâ€.
Pdt Pasaribu menilai pemikiran-pemikiran dan semua karya pengabdian Pak GM juga ibarat “pupuk†terutama bagi keturunannya.
“Mengenang 4 tahun berpulangnya DR GM Panggabean mengingatkan agar kita menjadi pupuk yang menyegarkan, menyuburkan sehingga menghasilkan buah,†ujarnya.
Pdt Pasaribu juga memuji Pak GM yang tidak takut menunjukkan identitasnya sebagai orang Batak maupun umat Kristiani. Pak GM tidak pernah menyamar-nyamarkan diri menjadi orang lain.
“Orang yang berbahagia adalah orang yang hidup dan mati dalam Yesus Kristus. Karena bagian mereka adalah kehidupan yang kekal. Kehidupan yang sekarang ada batasnya. “Selagi Tuhan memberi waktu, mari kita berbuat. Ingatlah Pak GM sudah di sorga, sudah menerima mahkota kehidupan karena dosanya sudah dibayar lunas dengan darah Tuhan Yesus. Ini tidak boleh ragu-ragu,†katanya.
Menurut dia, masih banyak cita-cita Pak GM yang harus diperjuangkan, baik di bidang pendidikan, pemerintahan, adat dan kemasyarakatan juga gereja, dan hal ini menjadi tugas dan tanggungjawab generasi penerus untuk mewujudkannya.
“Semua gereja selalu dibela Pak GM, tidak hanya GKPI atau HKBP, tapi juga gereja lain seperti Katolik, kharismatik dan gereja lain,†pungkasnya.
Sementara pada acara sambutan usai kebaktian, Ketua Moderamen GBKP Pdt Dr Erik Barus, didampingi Ephorus GKPA Pdt AB Marpaung dan Bishop GPP Pdt JH Manurung, mewakili pimpinan gereja, mengatakan, mereka di Tanah Karo sangat menghargai alm DR GM Panggabean karena telah memberikan edukasi (pengajaran/pendidikan) yang positif bagi masyarakat Karo. â€Tidak bisa dipungkiri Koran SIB sampai ke desa-desa di Tanah Karo dan memberikan edukasi yang positif,†ujarnya.
Dia juga berharap dan berdoa agar Tuhan berkarya melalui pengabdian para keturunannya. “Pada momen mengenang 4 tahun berpulangnya Pak GM, Moderamen GBKP berdoa untuk keluarga yang ditinggalkan kiranya apa yang telah diletakkan sebagai dasar-dasar hidup, baik kehidupan bergereja dan bermasyarakat dapat diteruskan keluarga,†katanya.
DICINTAI MASYARAKAT
Sementara itu, anggota DPD Parlindungan Purba, didampingi Asisten I Pemprovsu Hasiholan Silaen, dan sejumlah anggota dewan di antaranya Landen Marbun, Godfried Lubis, Hendrik Sitompul, Parlaungan Simangunsong, mewakili sahabat Pak GM, mengenal Pak GM sebagai tokoh pendidikan, pariwisata, budaya, adat dan media.
Pak GM juga dikenal sebagai pelopor kegiatan oikumene di kalangan umat Kristiani dan ini menunjukkan umat Kristiani juga berpikir untuk kemajuan bangsa dan negara. â€Banyaknya tokoh yang hadir di sini menunjukkan Pak GM dicintai masyarakat,â€ujarnya.
Sumut tidak mungkin melupakan semua karya dan pengabdian Pak GM ini. “Kami juga berterimakasih kepada Pemko Medan yang telah menabalkan nama Pak GM menjadi nama jalan di seputaran Stadion Teladan,†ujarnya.
TONGGAK SEJARAH
Mewakili dongan tubu Panggabean, Wakil Bupati Taput Mauliate Simorangkir MM, didampingi Drs Murtama Panggabean, Monang Simorangkir, Juliski Simorangkir, Anton Panggabean, Jhon Heart Panggabean, James Panggabean dan Johnson Panggabean, menyampaikan agar keluarga besar Marga Panggabean dan keluarga almarhum DR GM Panggabean dapat melanjutkan cita-cita almarhum untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Sumut makin baik pada masa yang akan datang,†harapnya.
Dalam keluarga besar Marga Panggabean, katanya, ada dua tokoh yang sangat membanggakan, yakni Jenderal Maraden Panggabean dan DR GM Panggabean. Mereka menjadi tonggak sejarah bagi keturunan Panggabean,â€ujarnya seraya menegaskan seluruh keluarga besar Panggabean tidak akan menghilangkan identitasnya baik sebagai orang Batak maupun umat Kristiani.
Turut memberi kata sambutan dari pihak boru dan Hula-hula Hutagalung, Tulang Nainggolan disampaikan Dr RE Nainggolan, juga unsur Hula-hula Naposo marga Marpaung, Hutagalung, L Tobing dan Nainggolan.
SIMBOL SIMBOL KEHIDUPAN
Putra sulung Pak GM, Ir GM Chandra Panggabean, bersama ibundanya, Ny GM Panggabean boru Hutagalung, didampingi keluarga mengatakan, mengenang empat tahun dan pemindahan makam Pak GM ke tempat yang baru merupakan hari yang sangat berarti dan akan dikenang dalam perjalanan hidup keluarga.
“Sejak pukul 05.00 WIB, kami telah memulai pemindahan makam Pak GM ke tempat yang telah disiapkan seperti yang diinginkan Pak GM. Didampingi pendeta, tulang, hula-hula, dongan tubu, boru, pemindahan makam Pak GM berjalan lancar berkat Tuhan Yang Maha Kuasa,†ujarnya.
Bangunan yang ada di Memorial Park DR GM Panggabean, tempat makam Pak GM yang baru, menurut dia, memiliki simbol dari kehidupan, semangat dari perjalanan hidup Pak GM. Namun simbol yang paling besar yakni selama hidupnya Pak GM selalu berdoa memohon kekuatan saat memulai dan mengakhiri aktifitas sehari-hari.
“Simbol ini yang kami pegang teguh. Dalam setiap kegiatan, kami selalu mengundang para pimpinan gereja untuk mendoakan kami. Saat akhir hayatnya, bapak berpesan agar kami selalu mengingat saudara-saudara. Pesan inilah yang menyemangati kami mengundang para sanak saudara pada acara ini, ungkap Chandra bersama ibundanya seraya menyampaikan terimakasih atas kehadiran para undangan berkumpul bersama. Kami juga memohon doa untuk menyelesaikan Memorial Park DR GM Panggabean sehingga dapat diresmikan dengan adat penuh Batak Kristen (adat na gok),†katanya.
Pembangunan Memorial Park DR GM Panggabean, menurut dia, bertujuan untuk mengenang semangat, karya, cita-cita dan perjuangan Pak GM. Ini juga sebagai sarana bagi masyarakat yang membutuhkan informasi tentang Pak GM. “Karena itu, Memorial Park dirancang akan dilengkapi ruang informasi, ruang memorabilia yang memajang kenang-kenangan perjalanan hidup Pak GM,†katanya.
Secara khusus, Chandra berpesan kepada para pejuang Provinsi Tapanuli (Protap) agar tidak pernah menyerah. Protap, katanya, cita-cita Pak GM yang hingga saat ini belum terpenuhi. Perjuangan bisa gagal dan kandas, tapi semangat tidak boleh berhenti.
“Saat menghadapi kesulitan, saya sering bertanya kepada Pak GM. Katanya, soal gagal atau berhasil bukan urusan kita. Tugas dan tanggungjawab kita adalah tetap berjuang. Berhasil atau tidak, kita serahkan kepada Tuhan. Inilah amanah Pak GM supaya tetap dicamkan, semoga dapat tercapai tidak terlalu lama lagi,†pungkasnya.
PEMINDAHAN MAKAM
Sebelumnya, keluarga didampingi para kerabat almarhum DR GM Panggabean melakukan ibadah sebelum dimulainya pemindahan makam DR GM Panggabean. Acara yang dilaksanakan secara adat Batak dimulai pukul 05.00 WIB diawali ibadah yang dipimpin Pdt A Hutauruk MTh dengan siraman rohani yang disampaikan Sekjen Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI).
Untuk menggali makam lama DR GM Panggabean, diturunkan 9 petugas Dinas Pertamanan Medan yang berpengalaman sehingga sangat berkontribusi bagi kelancaran proses pemindahan makam.
Atas kesepakatan adat dari unsur Marga Panggabean, diwakili Drs Jhonson Panggabean, dengan Dr RE Nainggolan MM dari unsur Tulang Nainggolan bersama Hula-hula Hutagalung yang diwakili RAD Hutagalung, jenazah almarhum langsung dimasukkan kembali ke dalam peti yang baru, dan diulosi dengan ulos Ragi Hidup.
Tampak keluarga besar Pak GM dan undangan dilingkupi rasa haru, terutama saat peti dimasukkan ke dalam makam baru di Memorial Park.
Sedangkan undangan dihadiri sejumlah pimpinan gereja di antaranya Timotheus Lucas, Ketua Sumatera Berdoa JA Ferdinandus, Ketua Moderamen GBKP Pdt Dr Erik Barus, Ephorus GKPA Pdt AB Marpaung, dan Bishop GPP Pdt JH Manurung.
Acara terasa berlangsung dengan nuansa kekeluargaan yang kental. Terutama kehadiran Pangdam I/BB Mayjen TNI Winston P Simanjuntak SIP MSi yang menaruh simpati selama acara ziarah. Pangdam didampingi Dandim 0201 Medan Letkol Setiawan A. Tak terkecuali para undangan lainnya yang hadir dengan keceriaan menambah harmonis hari yang penuh kenangan manis dari seorang sosok Pak GM.
(A13/A23/A22/ r)