Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 12 Oktober 2026

Dituding Jadi Juru Bicara JK, Ephorus HKBP: Saya Wakili Masyarakat yang Merindukan Kerukunan

Anwar Lubis - Jumat, 01 Mei 2026 19:41 WIB
1.603 view
Dituding Jadi Juru Bicara JK, Ephorus HKBP: Saya Wakili Masyarakat yang Merindukan Kerukunan
Foto: harianSIB.com/Dok
Ephorus HKBP Pdt Dr Victor Tinambunan MST menyematkan ulos kepada mantan Wapres Jusuf Kalla, baru-baru ini.

Taput(harianSIB.com)

Ephorus HKBP, Pdt Dr Victor Tinambunan MST, membantah tudingan dirinya tampil sebagai juru bicara mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, setelah ia bersama sejumlah pimpinan gereja mengunjungi kediaman tokoh nasional itu di tengah pusaran isu dugaan penistaan agama Kristen.

"Saya menempatkan diri sebagai juru bicaranya semua masyarakat lintas agama, lintas denominasi untuk merawat kerukunan. Bukan juru bicaranya Jusuf Kalla. Bukan beliau yang mengundang saya secara pribadi," tegas Pdt Victor, dalam wawancara bersama Podcast Majalah Narwastu yang direkam pada 29 April 2026, di HKBP Tebet, Jakarta Selatan.

Sebagai mana dikutip, Jumat (1/5/2026), kunjungan tersebut memantik reaksi keras dari sebagian kalangan umat Kristiani, terutama setelah beredar foto Pendeta Victor menyematkan ulos kepada Jusuf Kalla.

Sejumlah netizen menuding para pendeta yang hadir telah berpihak kepada JK di saat beberapa organisasi kemasyarakatan Kristiani justru sedang memproses laporan dugaan penistaan agama ke kepolisian.

Baca Juga:
Pdt Victor menjelaskan, sebelum bertemu JK, ia sudah lebih dulu menyaksikan video potongan yang viral dan langsung menyatakan sikapnya secara terbuka.

Ia meminta klarifikasi jika video itu tidak akurat dan memohon permintaan maaf dari JK jika pernyataan soal "orang Kristen yang membunuh Islam adalah syahid" memang benar diucapkan.

"Setelah juru bicara Pak Kalla memberikan klarifikasi, saya mendapat rekaman utuh. Saya dengar dari awal sampai akhir, sampai dua kali. Kesimpulan saya, tidak ada yang saya pahami sebagai penistaan agama Kristen di dalamnya," ujarnya.

Pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam itu, menurut Pdt Victor, berjalan dalam suasana dialogis dan bersahabat. Jusuf Kalla bahkan memutar dua video dokumentasi konflik antarumat yang pernah terjadi di Indonesia, sebagai pengingat bahwa perpecahan adalah sesuatu yang harus dihindari bersama.

Di sela pertemuan, Pdt Victor juga menyampaikan aspirasi jemaat HKBP yang selama ini menghadapi hambatan pembangunan gereja di sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta, Bekasi, Depok dan Banten. Ia mengaku mendapat respons positif dari JK.

"Ada ekspresi yang menurut saya menunjukkan kesediaan beliau untuk membantu. Bahkan ada kemungkinan beliau diajak langsung mengunjungi lokasi gereja yang bermasalah itu," katanya.

Soal ulos yang ia sematkan kepada JK dan memantik kritik, Pdt Victor menegaskan ini bukan yang pertama. Ia sudah kerap memberikan ulos kepada tokoh-tokoh non Kristen jauh sebelum momen ini.

"HKBP menghargai kearifan lokal yang tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. Kami menyematkan ulos karena Pak JK adalah saudara kita. Isinya doa, agar beliau sehat dan terus mempersembahkan yang terbaik bagi bangsa ini," jelasnya.

Terhadap langkah hukum yang ditempuh sejumlah ormas Kristiani, Pdt Victor memilih tidak mengomentari apalagi mengkritik. Namun, ia mengingatkan tidak ada satu pihak pun yang berhak mengklaim diri sebagai pemegang tunggal kebenaran.

"Sikap gereja seharusnya juga dihargai, sebagaimana kami menghargai sikap mereka. Kalau tujuan kita sama, Indonesia yang rukun maka marilah kita bicarakannya dengan argumen, bukan sentimen," ujarnya.

Adapun tudingan dirinya menerima imbalan uang dari JK, Pdt Victor menyebutnya sebagai fitnah yang tidak berdasar.

"Saya tidak menerima uang dari Pak JK, langsung maupun tidak langsung. Apapun yang dikatakan orang, ini urusan antara saya dengan Tuhan," tegasnya.

Ia mengakhiri pernyataannya dengan seruan kepada masyarakat, khususnya para pengguna media sosial.

"Kalau kita tidak setuju pada pendapat orang lain, pendapat itulah yang harus kita bicarakan. Menyerang ke personal atau pribadi, itu bukan tanda orang dewasa," tandasnya. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Menteri Kesehatan Hadiri Puncak Tahun Kesehatan HKBP Taman Mini
Jemaat Rayakan 111 Tahun HKBP Jalan Gereja P Siantar Dirangkai Pesta Tahun Kesehatan dan Kebersihan
Dameria Pangaribuan : Dukungan Praeses HKBP Distrik Medan-Aceh Jadi Sumber Energi Baru
Pesta Pembangunan HKBP Seiserimah Sergai Sukses
Pesta Gotilon HKBP Tanjungsari Berlangsung Suka Cita
Jemaat HKBP Pancurbatu Aksi Damai di Kantor Distrik
komentar
beritaTerbaru