Jakarta(harianSIB.com)
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tengah mengusut 19 badan usaha yang wilayah konsesinya terdampak kebakaran lahan di tujuh provinsi sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dari hasil pemantauan awal, total luas lahan yang terbakar mencapai 11.046,69 hektare.
Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH, Irjen Rizal Irawan, mengatakan 19 badan usaha tersebut tersebar di tiga provinsi di Sumatera dan empat provinsi di Kalimantan.
Hal itu disampaikan Rizal dalam konferensi pers bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (31/8/2026), sebagaimana dilansir Detikcom.
"Upaya-upaya penegakan hukum per Januari sampai dengan hari kemarin sudah menyasar 19 badan usaha di tujuh provinsi. Yaitu di Sumatra ada 3 provinsi dan Kalimantan 4 provinsi," kata Rizal dalam jumpa pers yang ditayangkan melalui YouTube BNPB.
Baca Juga:
Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah dengan jumlah badan usaha yang paling banyak ditangani. KLH menemukan tujuh badan usaha dengan total luas lahan terbakar mencapai 2.260,08 hektare.
Selain itu, KLH mengusut empat badan usaha di Sumatera Selatan dengan luas lahan terbakar 772,72 hektare. Di Kalimantan Selatan terdapat tiga badan usaha dengan luas lahan terbakar mencapai 6.595,15 hektare.