Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

SBY Tunjuk Muhammad Lutfi Sebagai Mendag Baru

- Kamis, 13 Februari 2014 09:32 WIB
696 view
 SBY Tunjuk Muhammad Lutfi Sebagai Mendag Baru
SIB/antara
Muhammad Lutfi
Jakarta (SIB)- Desas-desus siapa sosok pengganti Gita Wirjawan sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) akhirnya terjawab. Presiden SBY pagi ini mengumumkan Muhammad Lutfi sebagai Mendag baru.

Lutfi pernah menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Saya telah lakukan fit and proper test terhadap seseorang yang saya pilih sebagai Mendag. Pak Lutfi bukan orang baru, sudah berkontribusi pada pemerintahan yang saya pimpin, mulai BKPM pada masa yang sulit," kata SBY di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/2/2014).

Menurut SBY, sosok Lutfi dianggap tepat menjabat sebagai Mendag. Lutfi juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jepang. Jepang merupakan salah satu mitra Indonesia.

"Oleh karena itu atas dasar itu dan penugasan," katanya.

Dilantik Jumat

Presiden SBY akan melantik Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan (mendag) pada Jumat (14/2). Suami mantan model Bianca Adinegoro itu akan menggantikan Gita Wirjawan sebagai Mendag.

Gita Wirjawan mundur sebagai Mendag mulai 1 Februari 2014 karena alasan fokus pada proses konvensi bakal calon presiden di Partai Demokrat.

"Saya akan lantik saudara Lutfi Jumat mendatang dan saya persilakan proses serah terima secara resmi (dengan Gita Wirjawan), walaupun saya sudah tahu keduanya sudah melakukan serah terima," kata Presiden SBY dalam jumpa pers, di Istana Negara, Jakarta.

Lutfi bukan sosok baru di pemerintahan SBY. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Duta Besar Indonesia untuk Jepang.

Lutfi juga merupakan salah satu pengusaha nasional. Lutfi pernah menjabat Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta 1998-2001, lalu Ketua BPP HIPMI 2001-2004.

Pada 2005, ia mulai menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Pada Agustus 2010, ia ditunjuk oleh SBY sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jepang.

Pesan SBY

Muhammad Lutfi baru saja dipilih jadi Menteri Perdagangan menggantikan Gita Wirjawan. Lutfi ditunjuk langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apa pesan SBY kepada suami mantan model Bianca Adinegoro itu?

"Prioritas sebagai menteri perdagangan aktif berupaya melakukan stabilisasi harga di dalam negeri. Ini penting dan itu salah satu domain menteri perdagangan," kata SBY.

Yang kedua, kata SBY, meskipun perekonomian global belum pulih tapi Mendag baru harus sekuat tenaga menggenjot ekspor. Bahkan, alangkah baiknya jika bisa menemukan pasar baru.

Selain itu, Lutfi juga harus mampu menjalin kerjasama dengan negara-negara G-20, ASEAN, APEC dan lainnya.

"Saya beri perhatian khusus agar mendag melakukan diplomasi efektif agar Indonesia tidak mengalami perdagangan yang tidak fair terutama perdagangan kelapa sawit," ujarnya.

"Saya memberikan kepercayaan kepada saudara Lutfi dengan harapan perdagangan kita menjadi salah satu pilar ekonomi Indonesia," tambah SBY.

Puji Gita

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengapresiasi kinerja Gita Wirjawan selama bertugas di pemerintahan. SBY mendukung langkah Gita fokus ke politik.

"Banyak hal yang dilakukan saudara Gita Wirjawan untuk memajukan ekonomi kita," ujar Presiden. Dalam jumpa pers, SBY didampingi Wapres Boediono. Hadir pula Gita dan M Lutfi Mendag baru.

Menurut SBY, Gita yang juga pernah menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini berperan besar dalam pemerintahan untuk membangun ekonomi bangsa.

"Perdagangan yang selama ini belum tuntas di bawah upaya dan kepemimpinan saudara Gita Wirjawan, Alhamdulilah bisa dirampungkan bahwa kita memiliki UU Perdagangan yang baru," sambungnya.

SBY menuturkan dirinya menerima pengunduran diri Gita agar bisa memfokuskan diri mengikuti konvensi capres Partai Demokrat.

"Saya menerima karena pengunduran diri ini justru saudara tidak ingin memiliki kesulitan membagi waktu dan tenaganya sejalan dengan apa yang dilakukan Pak Gita Wirjawan sebagai peserta konvensi capres sebuah parpol akan mengganggu tugas-tugasnya sebagai Mendag," papar SBY.

(detikcom/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru