Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026
Terkait Hukuman Mati

Pastor Herman Biarkan Grace Pendarahan 9 Hari di Kamar Hingga Meninggal

*Sembunyikan 3 Mayat dalam 10 Tahun
- Kamis, 13 Februari 2014 09:47 WIB
1.398 view
 Pastor Herman Biarkan Grace Pendarahan 9 Hari di Kamar Hingga Meninggal
Sib/int
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Ternyata pastor Herman Jumat Masan berdarah dingin. Dia tega menelantarkan Mery Grace dalam kondisi pendarahan di kamar usai melahirkan hingga akhirnya meninggal dunia.

"Setelah melahirkan, Grace mengalami pendarahan hebat dan dalam keadaan sekarat selama 9 hari di kamar Herman tanpa ada penanganan medis hingga Grace meninggal dunia di kamar itu juga," bisik pejabat resmi Mahkamah Agung (MA) yang menceritakan kronologi kematian Grace, Rabu (12/2).
Selama mengandung, Grace tidak pernah mendapat pemeriksaan kesehatan. Usai Grace meninggal, Herman menguburkan sendiri mayat Grace di luar rumah yang berada di depan kamar terdakwa.

"Setelah itu, Herman tidak melaporkan kejadian itu kepada keluarga Grace maupun ke pihak berwajib," ujarnya.

Alhasil, total Herman membunuh tiga nyawa yaitu pertama bayi yang lahir pada 1998, kedua bayi yang lahir pada 2002 dan ketiga Grace sendiri, sembilan hari setelah melahirkan.

Bagaimana Cara Sembunyikan 3 Mayat dalam 10 Tahun?


Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Mungkin ini pribahasa yang tepat buat Pastor Herman Jumat Masan. Selama 10 tahun menyembunyikan pembunuhan, akhirnya terungkap juga. Herman pun dihukum mati oleh Mahkamah Agung (MA).

Usai mengubur Grace, Herman menulis surat ke orang tua Grace. Dalam suratnya, seolah-olah Herman sebagai Grace dan meminta orangtua Grace tidak usah mencarinya karena pindah tugas ke Jakarta.

Meski demikian, keluarga Grace tetap tidak percaya dan terus mencari keberadaan Grace. Lalu muncul surat Grace yang menyatakan dirinya pindah tugas lagi ke Kalimantan. Tapi lagi-lagi surat itu bikinan Herman, semata-mata untuk mengelabui keluarga Grace. Setelah itu muncul surat lagi yang menyatakan Grace seolah-olah dipindahkan ke Bandung.

Namun sepandai-pandainya menutup bau busuk, akhirnya terungkap juga. Bermula saat kekasih Herman, Sofi yang menceritakan hal itu ke keluarga Grace. Lantas digalilah kuburan Grace dan ditemukan rambut, tulang belulang, kawat gigi dan cincin bertuliskan MG.

Atas bukti itu, Herman tidak bisa mengelak. Pada 19 Agustus 2013, Pengadilan Negeri Maumere menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup. Putusan ini dikuatkan pengadilan tinggi. Vonis ini lalu diperberat pada 11 Februari 2014 dimana MA menjatuhkan hukuman mati kepada pastor Herman. Duduk sebagai majelis hakim Timur Manurung, Dr Dudu Duswara dan Prof Dr Gayus Lumbuun.

"Saya tidak pro hukuman mati. Tapi untuk hal-hal seperti ini, perlu efek penjeraan, agar publik tidak mudah merencanakan sesuatu pembunuhan yang sekarang marak dimana-mana," tutur Gayus, Rabu (12/2). (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru