Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 06 Juni 2026

Teror Bom di Jakarta, Malaysia dan Singapura Siaga Tinggi

* Sejumlah Negara Keluarkan Travel Warning
- Jumat, 15 Januari 2016 10:05 WIB
919 view
Teror Bom di Jakarta, Malaysia dan Singapura Siaga Tinggi
Ilustrasi
Kuala Lumpur (SIB)- Malaysia dalam kondisi siaga tinggi usai teror bom melanda Thamrin, Jakarta Pusat. Kepolisian Malaysia meningkatkan kewaspadaan keamanan nasional ke level tertinggi sebagai antisipasi. "Langkah pencegahan tambahan akan diterapkan di area perbatasan untuk mencegah penyusupan oleh elemen teroris," ujar Kepala Kepolisian Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Khalid Abu Bakar, dalam pernyataannya seperti dilansir kantor berita Malaysia, Bernama, Kamis (14/1).

Ditegaskan Khalid, orang-orang yang masuk dalam radar kepolisian terkait aktivitas terorisme akan diawasi lebih ketat, usai rentetan ledakan yang mengguncang Jakarta. Khalid memastikan seluruh personel kepolisian di Malaysia dalam kondisi siaga tinggi. "Kami memantau secara erat perkembangan terbaru demi memastikan keselamatan dan keamanan rakyat terjaga," tegas Khalid.

Dikatakan Khalid, kepolisian Malaysia dalam beberapa bulan terakhir telah berupaya meningkatkan langkah antisipasi untuk mencegah serangan-serangan di Malaysia. Langkah antisipasi ini dilakukan menyusul serangan-serangan teror di sejumlah negara di dunia.

Secara terpisah, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menyatakan belasungkawa untuk korban teror Thamrin dan menawarkan bantuan untuk pemerintah Indonesia usai insiden teror ini. "Sungguh terkejut dan sedih atas serangan bom di Jakarta," ucap PM Najib melalui akun Twitter resminya, seperti dikutip detikcom pada Kamis (14/1). "Malaysia siap memberikan bantuan dalam segala cara. Pikiran dan doa kami untuk rakyat," imbuhnya.

Ucapan belasungkawa sebelumnya juga disampaikan pemerintah Singapura. Melalui pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Singapura menyatakan kecaman terhadap insiden ledakan bom di kawasan Thamrin, yang sejauh ini menewaskan 7 orang.  Negeri Singa juga telah meningkatkan pengamanan.  Pihak angkatan bersenjata mengungkapkan, tentara yang bertugas akan melakukan pengecekan tambahan untuk merespons aktivitas mencurigakan.

"Kami mendukung pemerintah Indonesia dalam setiap upayanya untuk membawa orang-orang yang bertanggung jawab ke pengadilan," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Singapura seperti dilansir Channel News Asia. "Kami mendukung pemerintah Indonesia dalam setiap upaya membawa orang-orang yang bertanggung jawab ke pengadilan," imbuh pernyataan tersebut.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan terus memantau perkembangan situasi di Jakarta. Balakrishnan mendorong warga Singapura di Jakarta untuk menghubungi Kedutaan Besar Singapura. "Memantau situasi di Jakarta dengan keprihatinan besar," tuturnya.

Beberapa menteri dan anggota parlemen Singapura lainnya juga menyampaikan belasungkawa atas insiden ini. Salah satunya Menteri Sumber Daya Air dan Lingkungan Singapura, Masagos Zulkifli, yang mengecam keras insiden ini.

"Aksi keji semacam ini dilakukan dengan pengecut dan harus dikecam keras. Sebagai negara tetangga, kita marah dengan apa yang menimpa negara lain yang mempengaruhi kedua negara karena kita dekat satu sama lain. Tapi Indonesia selalu menjadi teman baik Singapura. Saya memiliki banyak kenangan menyenangkan atas jamuan dan persahabatan mereka dari kunjungan saya," ujarnya.

PM Lee Hsien Loong dalam akun Facebook miliknya mengaku terkejut dan kaget atas kejadian tersebut. Lee mengecam serangan teror tersebut. Dia menyatakan, pihaknya akan memberikan dukungan penuh terhadap Pemerintah Indonesia untuk menangkap para pelaku dan mengadilinya. Dia mengatakan, Kementerian Luar Negeri Singapura sudah menghubungi Kedutaan Besar Singapura di Jakarta terkait kondisi warganya. Lee mengimbau kepada warga Singapura yang berada di Jakarta agar berhati-hati dan tetap tenang serta menghubungi Kedutaan Besar Singapura mendapatkan bantuan jika memerlukan.

Australia Tawarkan Bantuan
Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Julie Bishop mengecam serangkaian ledakan bom dan penembakan yang melanda Jakarta hari ini. Bishop pun menawarkan bantuan untuk pemerintah Indonesia dalam merespons serangan-serangan ini.

"Kedutaan kami tengah berhubungan dengan otoritas setempat untuk memastikan apakah ada warga Australia yang terkena," ujar Bishop. "Insiden ini masih berlangsung dan masih terlalu dini untuk memastikan besarnya kerusakan ataupun korban-korban," imbuhnya.

Bishop menuturkan, dirinya telah berbicara dengan Menlu RI Retno Marsudi, dan menawarkan bantuan apapun yang mungkin dibutuhkan Indonesia untuk merespons serangan-serangan ini. Bishop pun mengatakan, warga Australia harus menghindari kawasan sekitar mal Sarinah dan mengikuti instruksi otoritas setempat.

Dalam statemen yang diposting di situsnya, Departemen Luar Negeri (Deplu) Australia mengimbau warganya untuk menghindari kawasan terjadinya ledakan-ledakan bom di Jalan Thamrin, Jakarta. "Warga Australia harus menghindari kawasan-kawasan yang terkena serangan, membatasi pergerakan mereka dan mengikuti instruksi otoritas setempat. Level imbauan keseluruhan belum berubah. Kami mengimbau untuk menerapkan kewaspadaan tingkat tinggi di Indonesia, termasuk Bali," demikian pernyataan Deplu Australia.

Sejumlah perwakilan negara asing pun melayangkan peringatan darurat kepada warganya yang berada di Indonesia, untuk menghindari tempat-tempat keramaian. Setelah Amerika Serikat, Singapura, Belanda dan Australia, kini Rusia dan Denmark juga mencemaskan warganya.

Di antara para korban, dilaporkan ada satu warga negara asing (WNA) yang turut tewas dalam serangan di kawasan Sarinah, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat tersebut. Tapi Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia memastikan bahwa warga asing itu bukan asal Rusia. “Tak ada laporan tentang warga Rusia (yang jadi korban). Kami terus mengikuti perkembangan di Jakarta,” papar staf pers Kedubes Rusia di Jakarta, Nikolay Karapetyan.

Kedubes Denmark juga mengaku mengikuti perkembangan peristiwa, yang juga sempat menimbulkan baku tembak antara polisi dan beberapa pelaku. “Semua warga Denmark diminta untuk waspada dan menjauhi tempat-tempat publik,” tulis pernyataan Kedubes Denmark.

Pernyataan duka cita juga disampaikan pemerintah Pakistan. “Rakyat dan pemerintah Pakistan berbagi duka dan rasa sakit dengan Indonesia pada momen kritis seperti ini,” papar PM Nawaz Sharif. “Terorisme adalah ancaman bersama negara-negara muslim dan memerangi teroris, sudah menjadi kewajiban bersama kita. Pakistan sangat menentang setiap tindakan teror di seluruh dunia,” tambahnya.(Detikcom/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru