Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

Tina Toon Serahkan Kasus OTT Meikarta ke KPK

- Rabu, 17 Oktober 2018 19:18 WIB
3.628 view
Tina Toon Serahkan Kasus OTT Meikarta ke KPK
Tina Toon
Jakarta (SIB) -Tina Toon terkejut saat namanya disebut-sebut menjadi kode sandi dalam kasus korupsi mega raksasa Meikarta, Bekasi, Jawa Barat. Mantan penyanyi cilik itu mengaku tak terlibat sama sekali mengenai kasus yang berujung dalam operasi tangkap tangan (OTT) pembangunan blok apartemen terbesar di Nusantara tersebut. 

"Kaget juga sih kenapa nama Tina Toon yang dipakai untuk kode-kode, password atau sandi dalam kasus korupsi Meikarta. Dan tidak paham juga kenapa nama Tina Toon," katanya seperti disiarkan ViVa.co.id, Selasa (16/10).

Pemberitaan berawal saat OTT oleh KPK yang telah menetapkan sembilan orang. Mereka adalah Billy Sindoro selaku Direktur Operasional Lippo Group, Henry Jasmen selaku pegawai Lippo Group dan dua konsultan Lippo Group, Taryudi dan Fitra Djaja Purnama. Tim Komisi Pemberantasan Korupsi berhasil membongkar sandi-sandi komunikasi korupsi terkait suap pengurusan izin proyek Pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Penggunaan sandi-sandi itu untuk menyamarkan skandal tersebut. "Teridentifikasi penggunaan sejumlah sandi dalam kasus ini untuk samarkan nama-nama para pejabat di Pemkab Bekasi, antara lain, yakni 'melvin', 'tina toon', 'windu' dan 'penyanyi'," kata Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (15/10).

Namun demikian, gadis pemilik nama lengkap Agustina Hermanto itu tetap mendukung KPK untuk bekerja sebaik-baiknya dan secara profesional mengungkap berbagai kasus korupsi.

Tina sama sekali tak terpengaruh dengan kejadian ini. Baginya mungkin hanya kebetulan saja dan tidak merasa dirugikan.

"Kan bukan kita terseret kasusnya tapi memang namanya dipakai. Buat aku kasus ini tidak ada hubungannya dengan perpolitikan. Ini kebetulan saja nama keartisanku dipakai," kata gadis berusia 25 tahun tersebut.

Pelantun I Love Music itu menjelaskan tak perlu menempuh jalur hukum perihal namanya digunakan sebagai kode sandi atau password. Dia berharap KPK dapat memberantas semua kasus korupsi, termasuk Meikarta.

"Intinya aku sebagai yang dicatut namanya tidak merasa perlu proses hukum atau klarifikasi apapun. Aku salut untuk KPK bisa menguak kasus ini dengan canggih dan meretas semua kode serta trik-trik koruptor," kata pelantun Bolo Bolo itu. (T/R10/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru