Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

'Sesame Street' Bahasa Arab Khusus untuk Anak Korban Perang Suriah, Irak, Yordania dan Lebanon

Redaksi - Rabu, 29 Januari 2020 19:03 WIB
422 view
'Sesame Street' Bahasa Arab Khusus untuk Anak Korban Perang Suriah, Irak, Yordania dan Lebanon
Foto: SIB/Dok
Sesame Street: sejumlah karakter dalam Sesame Street (dari kiri) Ernie, Bert, Elmo, Abby Cadabby, Zoe, dan Cookie Monster di halaman Madison Square Garden, New York. 
Amman (SIB)
Sesame Workshop, organisasi pendidikan nirlaba di balik nama besar ‘Sesame Street’, meluncurkan program televisi baru berbahasa Arab, khusus menghibur anak terlantar atau mengungsi korban perang di Suriah, Irak, Yordania, dan Lebanon.

Direktur Bagian Filantropi dan Dampak Sosial Sesame Workshop Sherrie Westin, Selasa (28/1) mengatakan langkah tersebut dimaksudkan meringankan trauma (akan perang).

Program bernama Ahlan Simsim yang berarti ‘Selamat datang, Sesame'. Menampilkan sederet karakter terkenal Sesame Street seperti Elmo, Cookie Monster, dan Grover. Juga dua tokoh baru Muppet, yakni Jad anak pengungsi beserta Basma, sahabatnya yang berwarna ungu.

Kambing menggemaskan bernama Ma'zooza memberi warna dan keceriaan berbeda pada show itu. Program didukung durasi 26 menit. Selama itu pula, tokoh dan cerita akan mengeksplorasi emosi yang dialami anak-anak, tapi secara khusus menyodorkan kisah yang relevan. Ini diharapkan membantu anak yang tinggal di zona merah atau pengungsian mengatasi trauma, perasaan marah, ketakutan, frustrasi, gugup, tak percaya diri, dan bahkan merasa sendirian.

HarNas.Co melaporkan, kreator mengenalkan selebriti lokal. "Humor harus selalu ada, itulah inti dari Sesame," kata Khaled Haddad, produser eksekutif.

Ahlan Simsim dipastikan tayang perdana pada 2 Februari di MBC3, jaringan satelit pan-Arab yang mencapai 20 negara di Afrika Utara, Teluk dan Suriah, serta YouTube dan siaran nasional di seluruh wilayah. Produksinya berbasis di Ibu Kota Yordania, Amman, dengan masukan dari penulis dan pemain dari seluruh region. Logat dan bahasa akan didiversifikasi, dari Yordania ke Arab Saudi.
"Kami tahu banyak tentang anak-anak, perkembangan mereka, dan apa yang dibutuhkan. Tapi kami selalu ingin belajar dari orang-orang di lapangan secara langsung," kata Westin. (T/R9/d)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru