Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Robert Sitompul Gandeng Milenial Lestarikan Lagu etnik

Redaksi - Kamis, 30 Januari 2020 21:40 WIB
1.909 view
Robert Sitompul Gandeng Milenial Lestarikan Lagu etnik
Robert Sitompul
Medan (SIB)
Robert Sitompul ingin karya etnik dari musisi Indonesia semakin berkibar tapi lahirnya naskah baru tidak harus melupakan buah pikir pekerja seni terdahulu. "Cara terbaik adalah dengan mengingat karya lampau dan mendukung karya saat ini dan masa depan," ujar broadcast di satu radio di Sumut tersebut di Medan, Selasa (28/1) di jeda diskusi Komite Independen Batak (KIB) yang dipimpin ketuanya Capt Tagor Aruan di Darma Sipayung Print Jalan Monginsidi III Medan.

Pertemuan dihadiri sejumlah pekerja seni seperti Jhon Tulus Sitompul, Sekretaris KIB Maslen Sinaga SSos MSi, Susianna br Simanjuntak SH MKn dan Elly Haryanto br Sinaga serta pekerja seni Tri Darma Sipayung.

Menurutnya, karya-karya etnik nonbenda lahir tak semata buah permenungan musisi tapi mewakili zamannya. Ia menunjuk karya-karya agung Guru Siddik Sitompul yang populer dengan S Dis. "Puluhan bahkan ratusan karya S Dis lahir mewakili zamannya. Untuk personel, tak sedikit lagu cinta melukiskan alam dan lainnya," tambah Robert Sitompul.

Pria yang mengasuh siaran etnis di Radio Kardopa 99.4 FM Medan itu ingin milenial ikut menikmati karya etnik. Cara itu untuk maksud menambah semangat pekerja seni dan tujuan idealisnya ikut melestarikan budaya leluhur. "Mungkin milenial masih belum tahu bahwa kualitas karya etnik pekerja seni sama, bahkan lebih baik dari karya yang dibungkus budaya pop West dan sekarang populer dari Korea," ujarnya.

Alasannya, karya etnik dewasa ini pun disentuh dengan kecanggihan teknologi. Cara itu menjadikan genre etnik dengan banyak pilihan. Pria yang sudah 29 tahun menyiar mata acara etnik itu mengatakan, Jack Marpaung dan Josua Tampubolon membawakan lagu Batak dalam genre rock. Tagor Tampubolon dan Daulat 'Dading' Manurung melahirkan karya etnik yang mellow, Siantar Rap Foundation dengan genre hip hop dan sejumlah karya etnik dengan genre yang tak terbatas. "Memang, lagu-lagu Batak unggul dan memesona di genre mangandung," sebut pria yang mulai meniti karier di dunia maya pada tahun 1994 tersebut.

Hal serupa diutarakan Capt Tagor Aruan. Menurutnya, KIB dipercaya menjadi pendata tokoh Batak yang berkiprah memajukan bangsa. "Di dalam KIB itu terdapat sejumlah orang muda yang punya idealisme maksimal memajukan Bangso Batak," tambah pelaut yang mengabdikan sebagian usianya di industri kelautan global tersebut. "Robert Sitompul dengan kualitas dan idealismenya, mewarnai KIB. Benar, milenial Bangso Batak harus terlibat dalam pelestarian seni etnik," tegasnya.

Caranya, lanjutnya, selain mengajak secara verbal, milenial didekatkan dengan empati. "Dunia milenial kan dewasa ini etknologi digital, KIB melangkah melalui kesenangan orang muda tersebut," ujar Capt Tagor Aruan.

Ia berterima kasih pada Robert Sitompul yang memiliki empati tinggi hingga lima tahun terakhir dalam siarannya semakin banyak merangkul kaum muda. "Saya berharap milenial pun ikut dirangkul melalui siarannya," tegasnya.

Robert Sitompul mengatakan, tertarik dengan dunia etnik direalisir dengan menjadi broadcast. Mulai tahun 1994 di Radio Kamasutra AM yang ditinggalkannya di tahun 2000 dan berlanjut ke Radio Teladan FM hingga 2013. Kembali ke bona pasogit, ia melanjutkan ke Radio Romero Sidikalang hingga Mei 2014 dan melanjutkan ke lokasi pengabdian sekarang. (T/R9/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru