Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Tekan Virus Corona, Tiongkok Pangkas Siaran Tv

Redaksi - Kamis, 30 Januari 2020 21:44 WIB
286 view
Tekan Virus Corona, Tiongkok Pangkas Siaran Tv
republika.co.id
Tekan Virus Corona, Tiongkok Pangkas Siaran Tv 
Beijing (SIB)
Otoritas Tiongkok minta stasiun televisi untuk memangkas siaran berkonten hiburan selama Negeri Tirai Bambu masih dilanda wabah virus corona. Kantor berita resmi pemerintah melaporkan perintah tersebut disampaikan langsung oleh Administrasi Radio dan Televisi Nasional China pada Selasa (28/1).

Kebijakan tersebut sejalan dengan langkah yang diambil terlebih dahulu, yakni lebih 70.000 bioskop ditutup untuk menekan semakin berkembangnya virus mematikan tersebut. Sebagai pengisi libur, perusahaan media di negeri dengan penduduk terbanyak di dunia tersebut memberikan film online secara gratis. Perusahaan bernama Huanxi Media Group bekerja sama dengan Beijing Bytedance Network untuk dapat menayangkan film baru berjudul 'Lost in Russia' di aplikasi Bytedance. Bytedance yang merupakan pengembang dari aplikasi berbagi video populer TikTok itu telah membuat kesepakatan agar penggemar film dapat menonton 'Lost in Russia' secara gratis di aplikasi-aplikasi bikinannya.

Tentang siaran televisi, pemerintahan meminta setiap stasiun televisi untuk memperkuat laporan mengenai wabah virus corona yang kian mengkhawatirkan. Secara khusus, otoritas menekankan perintah tersebut untuk stasiun-stasiun televisi yang bermarkas di dekat lokasi persebaran virus corona, seperti Zhejiang, Hunan, Shandong dan Anhui.

Dua stasiun televisi hiburan paling terkenal di China, Hunan TV dan Zhejiang TV, pun membatalkan acara-acara andalan mereka meski seharusnya saat ini penonton membeludak karena sedang musim liburan usai perayaan Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili.
Tak hanya pertelevisian, dunia perfilman Negeri Tirai Bambu juga terkena imbas wabah virus corona. Sejak akhir pekan lalu, setidaknya 70 ribu bioskop tutup, menimbulkan kerugian besar bagi industri.

Dengan demikian, pemutaran sejumlah film beranggaran besar pun batal, termasuk sekuel aksi komedi Detective Chinatown 3, Lost in Russia, Leap, The Rescue, dan animasi keluarga Boonie Bears: The Wild Life.

Tahun Baru Imlek merupakan periode blockbuster terbesar di dunia sejauh ini dan diharapkan menghasilkan pendapatan penjualan tiket sebanyak 1 miliar dolar AS atau Rp13,6 triliun.

Namun ketika wabah virus corona kian memburuk sepanjang minggu, para ahli medis mulai memperingatkan masyarakat agar tidak berkumpul di tempat-tempat ramai. Industri film negara tersebut berencana mengatur ulang jadwal perilisan film pada masa liburan ini, jika kondisi kesehatan masyarakat telah membaik. Hanya saja, beberapa waktu terakhir jumlah kasus virus corona terus melonjak. (T/R9/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru