Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

Peraturan Baru, Konser di Inggris Harus Urus Visa Seharga Rp4,3 Juta

Redaksi - Minggu, 23 Februari 2020 19:53 WIB
296 view
Peraturan Baru, Konser di Inggris Harus Urus Visa Seharga Rp4,3 Juta
republika.co.id
Ilustrasi
London (SIB)
Inggris menerapkan peraturan baru. Seluruh musisi dari negara anggota Uni Eropa harus punya visa jika ingin konser di Inggris. Kebijakan itu konsekuensi dari keluarnya United Kingdom dari blok Uni Eropa atau dikenal dengan Brexit.

Kementerian Dalam Negeri Inggris menyatakan bahwa aturan ini akan mulai berlaku pada Januari 2021, setelah proses peralihan dari Brexit rampung. Peraturan baru itu mengharuskan semua pekerja kreatif, baik dari negara Uni Eropa atau bukan, harus mengajukan visa jika ingin tampil di Inggris.

Visa yang harus dipegang oleh para musisi berjenis Tier 5 atau untuk bekerja, termasuk di ranah pertunjukan, audisi, pelatihan, festival, dan acara lainnya.

Berdasarkan perkiraan sementara, biaya untuk mendapatkan visa itu mencapai 244 poundsterling atau setara Rp4,3 juta. Musisi juga harus membuktikan kepemilikan sekitar 1.000 poundsterling di dalam rekening bank mereka terhitung 90 hari sebelum mengajukan visa.

Uang itu merupakan jaminan bahwa mereka dapat mendanai diri sendiri. Namun, aturan ini tak berlaku bagi seniman "A-rated". Sebelum aturan ini berlaku, para seniman dan kru mereka bebas masuk ke As tanpa mengajukan visa atau izin kerja.

Keputusan tersebut menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk aliansi Incorporated Society of Musicians. "Kami sangat kecewa kebebasan bergerak musisi dan seniman lainnya dari UE diabaikan dan kami akan meminta pemerintah Inggris mempertimbangkan kembali desakan kami untuk memberikan visa multi-entri untuk dua tahun," ujar kepala eksekutif Incorporated Society of Musicians, Deborah Annetts seperti ditulis CNNIndonesia.Com, Jumat (21/2)

Annetts menekankan kembali perkataan mantan Menteri Pembangunan Digital, Kebudayaan, Media, dan Olahraga Inggris, Nigel Adams, yang sebelumnya memperjuangkan pergerakan para musisi setelah Brexit. "Seperti yang dikatakan menteri Nigel Adams bulan lalu, 'Tur merupakan aliran darah bagi industri ini,'" tutupnya. (T/R10/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru