Sheffield (SIB)
Konser pertama hologram Whitney Houstondi Sheffield, Inggris menuai kontroversi. Publik khususnya penonton dari fans setia diva pop dunia itu menuding pergelaran hanya untuk mengeruk keuntungan. Dalam pertunjukannya, penyanyi yang meninggal pada tahun 2012 tersebut 'dibangkitkan' kembali dalam bentuk hologram oleh manajemen Whitney Houston dan BASE Hologram di konser bertajuk ‘The Whitney Houston Hologram Tour’.
Tur dimulai di Sheffield, Inggris pada Rabu (26/2). Dalam pertunjukan, hologram sang diva pop berbagi panggung dengan band pengiring, penyanyi dan penari latar sungguhan.
Dalam penampilannya, Houston terlihat lincah menari dan menyanyikan lagu-lagu hitsnya, seperti ‘How Will I Know’ (1985), ‘Greatest Love of All’ (1986) dan ‘I Wanna Dance With Somebody’ (1987). Perempuan yang diberitakan mengembuskan napas terakhir karena obat-obatan tersebut menutup penampilan dengan ‘I Will Always Love You’ yang menjadi lagu tema film ‘The Bodyguard’ (1992) yang dibintanginya.
Suguhan dimaksud mendapatkan kritik dan respon negatif. Banyak pihak menilai konser hanya mencari keuntungan dan mengeksploitasi karya Whitney Houston. "The Whitney Houston Hologram ini terlihat seperti usaha pencarian uang yang putus asa. Pihaknya seharusnya malu," kata seorang penggemar di Twitter.
Kritikus Alum Palmer mengatakan bahwa kehidupan Whitney Houston penuh dengan eksploitasi. "Seperti yang akan dikatakan penggemar film horor kepada Anda, menghidupkan orang mati tidak akan pernah berhasil," katanya.
Ia juga menyarankan untuk "membiarkan bintang yang telah tidur ini untuk berbaring."
Tur hologram terus berlanjut sesuai jadwal dan akan berakhir pada awal April di Stockholm, Swedia. (T/R10/f)