Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Warisan Seni Tak Benda Kerajaan Batangiou Simalungun Dilestarikan

Redaksi - Selasa, 05 Januari 2021 10:09 WIB
1.618 view
Warisan Seni Tak Benda Kerajaan Batangiou Simalungun Dilestarikan
Foto: Dok/GMMI
Kerajaan Batangiou Simalungun: Tuan Poltak Sinaga, penerus Kerajaan Batangiou Simalungun bersama istri, Ny Elustina Br Naibaho.
Simalungun (SIB)
Tuan Poltak Sinaga, penerus Kerajaan Batangiou Simalungun, mengamalkan amanah leluhurnya. Satu di antaranya adalah ’jangan mengemis tapi harus menjadi berkat bagi sesama’.

Pesan tersebut dijalankannya disesuaikan dengan tanggung jawabnya sebagai pengikut Yesus. “Lukas 2: 11 menjadi landasan saya,” ujarnya, Sabtu (2/1), mengurai isi nats tersebut ...Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus...
***

Terlahir dari pasangan Tuan Rajinta Sinaga - Puan Timour Simanjutak di Jawatongah, Tanah Jawa, Simalungun pada 20 November 1962. Orangutanya adalah keturunan Kerajaan Batangiou Simalungun.

Kerajaan Batangiou adalah kerajaan Suku Simalungun, yang berdiri sekitar abad ke-12, rajanya bermarga Sinaga memperistri puteri bangsawan Nagur marga Damanik Simargolang dari Bandar Pulou, Asahan.

Meski berdarah biru namun orangtuanya tidak memosisikan keturunannya sebagai anak raja, tapi membesarkan dengan pendidikan sarat moral dan filosofi agung etnik Simalungun.

Ia menimba ilmu di SDN 2 Jawatongah, melanjut ke SMPN 1 Tanah Jawa dan SMAN 3 Pematangsiantar. Meneruskan studi ke FE UMI dan Ilmu Keuangan pasca sarjana USU Medan, program doktoral di Universitas Borobudur Jakarta serta dianugerahi gelar Guru Besar pada 2009 di UMI Medan.

Masa kecil yang indah dilalui dengan pendidikan disiplin. Orangtuanya menanamkan ajaran moral. Misalnya harus ikut pendidikan Sekolah Minggu (SM) di GMI Balimbingan dan GKPI Pematangsiantar. Satu dari sejumlah guru yang menanamkan ajaran kasih adalah Gr L Rajagukguk (+) mengajari hidup dalam Kristus.

Bila memasuki Bulan Natal, aktivitasnya dipenuhi bertema Christmas. “Ikut panitia dan mengambil peran dalam perayaan Natal,” kenang pria yang masuk dalam jajaran cendikiawan Simalungun tersebut.

Ketika remaja, kegiatan gerejawi makin kental. Selalu ditunjuk menjadi Ketua Panitia Natal SM hingga Ketua Panitia Natal GMI. Di lingkungan Gereja Methodist Indonesia (GMI) dipercaya menangani sejumlah lembaga penting. Di antaranya 8 tahun menjadi Ketua Badan Pertimbangan Agung GMI dan 8 tahun menjabat sebagai Wakil Ketua Yayasan Pendidikan GMI.

Dalam pergumulannya, Tuan Poltak Sinaga mendampingi sejumlah tokoh nasional yang memberi pengalaman bermartabat. Satu di antaranya adalah Prof Dr Ani Abbas Manopo SH. “Almarhumah sangat teguh dalam prinsip dan benar-benar menjadi berkat bagi sesama serta sangat dekat dengan-Nya. Satu bukti, Guru Besar Hukum itu tahu kapan dipanggil-Nya. Itulah sebabnya ia ‘tidur’ dalam damai,” kenangnya.

Yang dimaksud ‘tidur’ dalam damai, Ani Abbas Manopo wafat setelah mandi, memakai busana dan sepatu seperti hendak ke gereja lalu pergi tidur dan mengembuskan napas terakhir. “Saya juga ingin wafat seperti itu yakni dengan kesiapan lahir batin untuk menghadap-Nya,” hasratnya.
***

Kini, Tuan Poltak Sinaga mengembangkan pengabdian duniawi bersamaan membangun kerajaan-Nya. Setelah memiliki kecakapan duniawi dengan gelar akademik sempurna, ia bergabung ke Gereja Methodist Merdeka Indonesia (GMMI) dan pada 2020 terpilih menjadi Bishop GMMI untuk masa bakti lima tahun ke depan. Semua predikat duniawi ditanggalkannya demi melayani-Nya.

Mengamalkan warisan Kerajaan Batangiou, Tuan Poltak Sinaga menata sisi kehidupan duniawi-surgawi untuk seluruh keluarga besar GMMI. “Artinya, seni duniawi berbarengan dengan kerja surgawi,” tutup pria suami Ny Elustina Br Naibaho tersebut. (R10/a)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru