Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Hishamuddin Mustafa Rekatkan Seni Serumpun

Redaksi - Rabu, 10 Februari 2021 11:40 WIB
579 view
Hishamuddin Mustafa Rekatkan Seni Serumpun
(Foto: Dok/MTM)
Seni Serumpun: Direktur Tourism Malaysia Medan, Hishamuddin Mustafa (tengah) bersama TW Harsono Pane, Eddy Syahputra dan Tan Jean Nie dari Jens & Co Travel - Medan Obaja dalam pertemuan ‘Rindu Malaysia’ di Medan. Pertemuan mem
Medan (SIB)
Direktur Tourism Malaysia Medan, Hishamuddin Mustafa mengatakan meski pandemi masih memisahkan raga dan membatasi langkah namun semangat serumpun tetap bersama. Sama-sama merekatkan apa yang selama ini terjalin. “Pada saatnya, semua kembali semula jadi,” ujarnya dalam pertemuan ‘Kangen Malaysia’ di Medan, Selasa (9/2). Persuaan dihadiri, TW Harsono Pane, Eddy Syahputra dan Tan Jean Nie dari Jens & Co Travel - Medan Obaja dan mitra yang selama ini bersinerji dengan Tourism Malaysia Medan.

Sebelumnya, ia memosting hasil pertemuan Presiden Indonesia - PM Malaysia. Satu di antaranya kesepakatan Indonesia dan Malaysia membentuk travel bubble atau Travel Corridor Arrangement yang akan memudahkan warga kedua negara lebih mudah mobilitas lintas batas.

Ia bertekad menjalankan fungsi sesuai tugas yang diemban, termasuk melestarikan seni serumpun.

Bersamaan dengan itu, Hishamuddin mengucapkan selamat Hari Pers 2021. Terkait serumpun, ia membuka dengan pantun. Satu di antaranya:

Pantun Melayu masa silam
Dalam GWA semua berteman
Walau Terpisah jiwa dan badan
Teman Medan sememangnya awesome

Berbalas pantun dimotori Marketing Manager Tourism Malaysia Medan TW Harsono Pane. Menurutnya, pantun adalah tradisi serumpun. Apalagi UNESCO sudah menetapkan pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda pada sesi ke-15 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Kantor Pusat UNESCO di Paris, Prancis (17/12/2020). “Jadi sama-sama melestarikannya,” tegasnya.

Menurutnya, pantun layak dijadikan alat komunikasi sosial. “Kadang, ‘memukul’ dengan pantun dapat membuat gelak tanpa menyakiti,” ujarnya.

Sebagai warisan leluhur, pantun memiliki nilai-nilai budaya dan agama yang mejadi panduan moral. “Kita menjadi harmoni dalam hubungan antarpersonal,” simpul Harsono Pane.

Tan Jean Nie memastikan edisi ‘Kangen Malaysia’ dimaksimalkan untuk memupuk silaturahim. Menurutnya, warga Indonesia sudah rindu ke Malaysia dan sebaliknya. “Sekarang, hal-hal terkait Malaysia, termasuk kuliner khas, berkembang di Medan. Yang mengolah pun asli dari Negeri Semenanjung,” tambah pegiat industri pariwisata tersebut. (R10/a)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru