Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Candil Seurieus, Ivan Boomerang dan There Marbun Dukung Pengurangan Subsidi BBM

- Rabu, 19 November 2014 11:50 WIB
490 view
 Candil  Seurieus, Ivan Boomerang dan There Marbun Dukung Pengurangan Subsidi BBM
Medan (SIB)- Artis-artis populer Indonesia mendukung kebijakan pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Mereka di antaranya adalah Candil yang eks vokalis  Seurieus Band, Ivan eks gitaris Boomerang dan Theresia Riama Marbun. Dijumpai terpisah, ketiganya mengatakan memang pengurangan subsidi BBM harus dilakukan asal alokasi pengalihan subsidi benar-benar untuk hal terkait produktif.

Di Side Pool Garuda Plaza Hotel, Selasa, (18/11), Candil mengatakan sudah harus dikurangi subsidi BBM yang selama ini cenderung salah arah dan dinikmati orang-orang kaya. “Pengurangan subsidi BBM cenderung diprotes orang kota. Kebijakan kali ini ditanggapi beda dengan hal serupa yang dilakukan pemerintah di tahun 2005,” tandas vokalis bernama lengkap Dian Dipa Chandra yang terkenal dengan lengkingan suaranya tersebut.

Ia menunjuk di tahun 2005 di mana terjadi penolakan di mana-mana karena pengurangan subsidi BBM. Di tahun 2014, penolakan tidak seramai yang dulu dan yang melakukan aksi adalah kelompok kritis dari komunitas tertentu. “Sebagai manusia, siapa sih yang tak ingin murah tapi jika kebijakan itu berujung susah, tidak baiklah. Itulah sebabnya, kebijakan pengurangan subsidi BBM kali ini harus dicermati. Misalnya, pengalihannya ke sektor mana dan harus sampai pada kelompok masyarakat yang berhak menerimanya,” tandas Candil sambil mengatakan pihaknya adalah satu dari banyaknya artis memberi dukungan pada Joko Widodo menjadi Presiden. “Sekarang pun harus mendukung tapi tidak berarti mengurangi kekritisan!”

Hal serupa dikatakan Ivan. Gitaris yang pernah sangat populer di Indonesia dalam kelompok Boomerang itu mengatakan, publik harus serta merta terlibat dalam kebijakan pengurangan subsidi BBM. “Serta merta karena masyarakat yang jadi obyek hingga harus mengkritisi kebijakan dimaksud agar tepat sasaran dan maksimal,” ujarnya didampingi event organizer Medan Irving ‘Om Ping’ Tobing. “Kalau aku, perasaan artis sikitlah, no coment...,” guyon pria yang fungsionaris Ikatan Pemuda Karya (IPK) Sumut itu.

Sambil menikmati durian dalam Durian Party @ GPH di lokasi hotel tempat menginap para artis itu, Candil dan Yuke mengatakan kebijakan pengurangan subsidi BBM adalah  tepat dalam maksud mengejar ketertinggalan Indonesia dalam membangun infrastruktur.

Sebagaimana diketahui Presiden Joko Widodo mengumumkan pengurangan subsidi BBM per Selasa, (18/11), Rp2.000 untuk premium dan solar. Langkah tersebut pun diapresiasi Theresia Riama Marbun.

Ibu rumah tangga dan ekonom dari Universitas Katolik St Thomas Medan itu mengatakan, dari kacamata suri rumah tangga, apalagi single parent langkah tersebut memberatkan tapi harus diikuti dalam maksud mempercepat kesejahteraan masyarakat. “Publik kurang sadar bahwa jalanan berlubang, macet-macet, adalah pemborosan BBM. Bila subsidi yang dikurangi dialihkan ke sektor produktif, seperti membangun infrastruktur, pemborosan BBM bisa teratasi,” ujar artis yang juga pencipta lagu itu, usai menghibur publik di Balige sekaitan syukuran Letjen Purn Dr Hotmangaraja Panjaitan menjadi Dubes Indonesia di Prancis dan Trimedya Panjaitan menjadi anggota DPR RI.

Di acara itu, Theresia Riama Marbun menghibur bersama Amigos yang digawangi Reinhart ‘Amat Amigos’ Nainggolan. Soal pengurangan subsidi BBM, ujarnya, yang jadi perhatian adalah pengaloksian penggunaannya. “Sudah ada 3 kartu ‘sakti’ Jokowi. Kementerian harus mengkover kebijakan tersebut hingga benar-benar berguna bagi masyarakat, khsuusnya masyarakat prasejahtera,” tandas perempuan yang disapa dekat There Marbun itu.

Candil, Yuke dan There mengatakan, seiring dengan kebijakan yang prorakyat itu pun pihaknya minta pada Presiden Jokowi untuk memerhatikan sektor industri kreatif, seperti menekan angka pembajakan hak cipta yang mematikan artis.

Ivan Boomerang memastikan, praktik pembajak mematikan artis. Buktinya karena adanya pembiaran, kreativitas artis berkurang bahkan mati suri. “Kami juga mendorong pemerintah untuk memproteksi artis,” tandas pria bernama lengkap John Paul Ivan.

Rombongan artis Jakarta itu di Medan dalam kaitan tur Indonesia yang dimulai dari Banda Aceh, berlanjut ke Langsa dan hari ini ke Sibolga serta Padangsidimpuan. (T/R9/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru