Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Januari 2026

Lagu-lagu Etnik Basudara Gandong pada Warga Maluku Perantau

Redaksi - Minggu, 25 Juni 2023 08:57 WIB
432 view
Lagu-lagu Etnik Basudara Gandong pada Warga Maluku Perantau
(Foto: Panitia Peringatan Hari Kapitan Pattumura 2023/R)
Gandong Basudara: Ketua Panitia Peringatan Hari Kapitan Pattimura 2023 Stenly Victor Hahury (berdiri) dalam pertemuan Gandong B
Medan (SIB)
Sesepuh warga Maluku di Sumut - Aceh JA Ferdinandus meminta generasi muda, milenial dan Generasi-Z ikut melestarikan warisan leluhur budaya bangsanya. “Tiap suku yang menjadi bagian Bangsa Indonesia memiliki warisan leluhur. Sama seperti Maluku. Pattimura-Pattimura muda harus melestarikannya. Untuk kehidupan berbangsa dan bernegara, meneladani rasa cinta dan tanggung jawab pada bangsanya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegasnya dalam Rapat Koordinasi Basudara Gandong di Medan, Sabtu (24/6).
Rapat sekaligus evaluasi serta pembubaran panitia peringatan Hari Kapitan Pattimura 2023. Peringatan diisi dengan ziarah dan tabur bunga di TMP Bukit Barisan Medan pada 15 Mei dan syukuran yang diadakan Sabtu, 10 Juni. “Melestarikan semangat dan memedomani nasionalisme keindonesiaan adalah bagian merealisir tanggung jawab sebagai warga negara,” jelas JA Ferdinandus. “Kita harus menekan keakuan dan mengembangkan kekitaan dalam Basudara Gandong,” tegasnya.
Ketua Panitia Stenly Victor Hahury berterima kasih sebab kegiatan diapresiasi warga, khususnya dari yang memiliki hubungan emosional dengan Maluku. “Meski panitia ditugasi dalam waktu singkat, namun dapat terlaksana dengan baik,” tambahnya.
Di kegiatan itu Sekretaris Rochani Litiloly dan Bendahara Hetty deFretes tidak hadir karena ada tugas mendadak di Jakarta. Tetapi sejumlah tokoh hadir. Di antaranya Theis AlFaris, Anna Maria Kaban - Haurissa, Nina Latimea, Emy Samburi, Suzy Ferdinandus, Edy Hehanusa, Annes Topani, Peggy Ferdinandus dan Nenong Haurissa.
Stenly Hahury berharap, sesama warga Maluku di rantau harus memiliki kepedulian pada sesama. “Seperti yang ditekankan sesepuh Om Ferdinandus, harus menekan keakuan dan menguatkan kekitaan,” ulangnya.
Acara diisi kesenian bersama termasuk polonaise. (YouTube /Facebook /R10/R)


Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru