Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026

XLFL National Conference, Milenial Indonesia Adopsi Artificial Intelligence

Redaksi - Jumat, 09 Februari 2024 11:39 WIB
386 view
XLFL National Conference, Milenial Indonesia Adopsi Artificial Intelligence
(Foto: Dok Aldi Desmet)
National Conference XLFL: Founder & Chairman, Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dr. Dino Patti Djalal (2 ka
Jakarta (SIB)
Satu dekade program pengembangan karakter generasi muda Indonesia, XL Axiata Future Leaders (XLFL) diadakan National Conference 2023. Sebanyak 190 intelektual muda penerima manfaat (awardee) yang telah menyelesaikan program XLFL angkatan ke-10 selama dua tahun penuh, diwisuda di Jakarta, Minggu (10/12). Dalam perjalanan satu dekadenya, program ini juga telah melahirkan sekitar 75 social innovation project yang diprakarsai oleh para penerima manfaat berdasarkan permasalahan sosial dari waktu ke waktu.
Alumni berasal dari berbagai kampus yang berada di 6 provinsi terkamuka Indoensia. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, XL Axiata juga membimbing, bahkan memfasilitasi pelatihan pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) bagi para penerima awardee yang telah dimulai sejak 2019. Proyek ini sekaligus menjadi syarat kelulusan mereka dari program XL Axiata Future Leaders.
Chief Corporate Affairs XL Axiata, Marwan O Baasir mewisuda diikuti Chief Enterprise Business Officer XL Axiata, Feby Sallyanto, Group Head Corporate Communication XL Axiata, Reza Mirza, dan Founder & Chairman, Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dr Dino Patti Djalal.
Dalam rangkaian acara National Conference 2023 yang digelar di XL Axiata Tower, para-awardee dari angkatan ke-10 menampilkan dan mempresentasikan solusi digital berbasis paduan antara Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) yang dipersiapkan sebagai use case di era 5G mendatang.
Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, mengatakan, “Saya bangga atas pencapaian XLFL yang telah mengajar 1.500 mahasiswa, para calon pemimpin masa depan Indonesia, dengan total pendaftar lebih dari 174.000 mahasiswa dalam 10 tahun. Program XLFL yang telah dimulai sejak 2012 tersebut, tahun ini telah berakhir. Meskipun demikian, komitmen XL Axiata untuk terus mendukung dunia pendidikan akan kami lanjutkan. Selanjutnya, XL Axiata akan lebih berfokus program pemberdayaan perempuan, yaitu Sisternet."
Lebih jauh, tugas pembuatan proyek berbasis AI dan IoT diberikan kepada pada XLFL awardee sebagai bentuk respon dari masifnya kemajuan teknologi. XL Axiata berharap program ini dapat membentuk kemampuan awardee untuk mensistematisasi penyelesaian masalah yang umumnya dimiliki manusia ke dalam bentuk model yang bisa diimplementasikan oleh komputer yang menerapkan pengambilan keputusan berbasis data tanpa intervensi manusia, jelas Dian lebih jauh.
Dalam rangkaian 10 tahun XL Future Leaders berkiprah di Indonesia, terdapat total 16 proyek berbasis IoT yang dikembangkan oleh para awardee angkatan ke-10, sekaligus menjadi syarat kelulusannya. Ada Hydrophonix yang mengangkat teknologi untuk memonitor kondisi temperatur, level PH, hingga sinar matahari yang dilengkapi dengan otomasi pemberian nutrisi. Kemudian ada X-Maggot yang dapat membantu para petani black soldier fly untuk mengontrol kondisi maggot. Tak ketinggalan juga, ada Temptrax yang menjadi solusi dari temperatur komoditas yang diantar menggunakan supply cold chain. (**)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru