Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Madah Kerahiman Ilahi Erikson Tobing

Redaksi - Rabu, 28 Februari 2024 18:58 WIB
341 view
Madah Kerahiman Ilahi Erikson Tobing
Foto: Ist/harianSIB.com
Erikson Lumbantobing
Medan (SIB)
Erikson Lumbantobing akhir pekan di penghujung Februari genap 60 tahun. Di hampir seluruh lini massa media sosial, ragam doa ditujukan pada pria yang disapa ‘mentor’ tersebut. Mulai dari kalangan senior hingga milenial. Bahkan Generasi- Z pun melakukan hal serupa.
“Saya bersyukur atas doa-doa tersebut. Itu semua anak-anak saya. Anak yang lahir dari harim hati saya. Itulah sebabnya saya bersyukur dan terus mendorong anak-anak saya itu untuk memertahankan motto dan merealisasikannya dalam hidup. Tetap bersyukur atas rahmat-Nya,” tegasnya, Senin (26/2), di jeda diskusi dengan sahabat-sahabat lamanya. Di antaranya Togi Simatupang di DANTE D'Contractors Cafe di Jalan Saudara - Medan Kota.
Kiriman ucapan selamat melalui video singkat itu datang dari ragam penjuru. Mulai dari lingkungan terdekat hingga keluarga besar orang-orang muda visioner yang berwadah dalam Gapeksindo Jaya Bersama, Solar Jaya Energy sampai Gagah Perkasa Community.
Satu dari tiga institusi itu adalah perusahaan enerji baru terbarukan yang melibatkan milenial dan Gen-Z. Orang-orang muda visioner tersebut dalam bimbingannya. “Mereka itu masa depan kita, masa depan Indonesia bahkan mungkin masa depan dunia karena mereka-mereka yang nantinya menjadi pimpinan,” tegasnya.
“Disebabkan calon pimpinan, mereka harus diproteksi dengan moral religi terbaik sesuai keyakinan dan kepercayaannya. Jika Kristen, misalnya, harus mengikuti ajaran kasih Yesus Kristus. Andai Muslim... tapi harus memiliki adab yang dasarnya menghormati orangtua dan menyayangi yang muda,” tambahnya sambil mengatakan dalam membimbing orang-orang muda itu dirinya pun tetap berpegang pada-Nya sebagai bagian dari Kerahiman Ilahi sebab Allah yang melindungi, menghidupi, menghangatkan, memberi pertumbuhan serta menjaga.
Prinsip hidupnya, tak ada satu individu pun yang boleh membusung dada dan menyombongkan diri pada sesama apalagi pada-Nya. Itulah alasannya mengapa terus harus berbuat baik.
Sejumlah nats Alkitab dipaparnya memagari sikapnya tersebut. Satu diantaranya mengenai hukum kausalitas seperti dalam 1 Petrus 3:13 ... Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik? “Berbuat baik bukan harus lentur atau toleran pada hal-hal yang tak baik. Pegang teguh moral religi dan adab. Orang sekarang bilang kearifan lokal. Kalau generasi saya menyebutnya harus paham dan mengamalkan adat-istiadat,” simpulnya.
Sebagai mentor, Erikson merasa bertanggung jawab pada individu yang dimentorinya. Misalnya soal hak dan tanggung jawab. Di lingkungan tiga institusi yang diurai di atas, sedikitnya ada 60 individu dengan hampir seribuan tenaga alih daya. Saat masa sulit ketika pandemi Covid-19 melanda, seluruh kewajibannya ditunaikan. Bukan justru memutuskan hubungan kerja. Ia justru mengeratkan persaudaraan. Dalam suka dan duka. Cara itu sebagai bagian dari tekadnya untuk terus berbuat baik.
Sebagian besar dari personel tersebutlah yang mengirim ucapan selamat. Termasuk tim yang ada di sejumlah penjuru Nusantara. Seperti Steve Excel Aditya Korua - Tobing dan tim yang berada di NTB atau Josh Fereira Pangaribuan dan tim yang dalam perjalanan Blangkejeren menuju Takengon. “Saya bangga pada mereka,” tutup Erikson Lumbantobing. (**)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru