Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 10 September 2026

Pekerja Seni Malaysia Ciptakan Bunker dan Patung Jerami Raksasa di Pesta Angin Timur Perlis

Redaksi - Rabu, 26 Februari 2025 08:00 WIB
95 view
Pekerja Seni Malaysia Ciptakan Bunker dan Patung Jerami Raksasa di Pesta Angin Timur Perlis
(Foto Dok)
Bunker dan Patung Jerami Raksasa : Drone menari-nari di atas bunker dan Patung Jerami Raksasa yang mengisi Pesta Angin Timur (PAT) 2025, Jumat - Mnggu (21 - 23/2) di Perlis.
Perlis (SIB)
Tiga hari, Jumat - Ahad (21 - 23/2), Pesta Angin Timur (PAT) 2025 diadakan di Perlis. Di negara bagian di Malaysia yang terletak di bagian utara pantai barat Semenanjung Malaysia, berbatasan dengan Provinsi Satun dan Songkhla di Thailand yang bersempadan dengan negara bagian Kedah di selatan, tersebut, masyarakat hiruk-pikuk merayakan panen raya dengan hasil yang berlimpah. Di eks lahan sawah digelar PAT yang tahun ini adalah pesta keempat.


Hajadan tak hanya diikuti warga setempat tapi dihadiri pelancong dari negara-negara ASEAN hingga Jepang dan Georgia dari eks Soviet. Yang menarik perhatian adalah pertandingan Arca Jerami Gergasi di Kampung Lat Seribu, Simpang Empat.


Pertandingan membuat patung jerami raksasa melibatkan masyarakat yang disupervisi para p elukis, khususnya yang berwadah dalam Persatuan Pelukis Negeri Perlis. Dari kreativitas itu diciptakan bunker dan patung-patung dari jerami.


Menurut Pengerusi Persatuan Pelukis Negeri Perlis Yaakob Abd Aziz, nilai seni dari jerami tak semata menghadirkan bentuk yang diinginkan tapi menjadikan jerami sebagai subyek sebab masyarakat di Perlis bermata pencaharian padi. "Daya tarik PAT kali ini ya itu... membangun arca daripada jerami," tegasnya.


Perlombana khusus bermedia jerami itu sejalan dengan tema "Harmoni, Alam dan Manusia dalam Arca Jerami" di mana masyarakat khususnya di Perlis hidup dalam harmoni dengan alam.


Acara yang diadakan Kementerian Pelancongan Seni dan Budaya Malaysia (MOTAC) bekerja sama dengan Kerajaan Negeri Perlis, Jabatan Kebudayaan dan Keseniaan Negeri Perlis itu menarik perhatian publik.


Setelah jadi bentuk yang diinginkan, bunker dan patung-patung dengan ragam bentuk dari jerami itu menjadi pusat permainan publik. Unutk kali ini peserta datang dari Selangor, Negeri Sembilan dan juga tuan rumah Perlis yang memerebutkan hadiah hampir Rp100 juta.


Tak jauh dari lokasi itu diadakan ekshibisi permainan layang-layang. Ada lebih 200 Wau (Layang-layang) Helang yang mewarnai langit-lagnit penuh angin di wilayah kaya pertanian tersebut. Pada parade layang-layang dan pertandingan diadakan di udara Kampung Lat 1000, Tambun Tulang.


Pengerusi Pertandingan Wau Helang, Shaari Kamis, mengatakan, permainan layang-layang itu adalah tradisi unik dan asli Perlis. Pria berusia 62 tahun tersebut ingin tradisi untuk memupuk persaudaraan dilestarikan.


Sebelumnya di Ibu Kota Sumatera Utara, Nor Hasni Saidin, Deputi Direktur Tourism Malaysia Medan, mengatakan, pesta yang diadakan Kementerian Pelancongan, Seni dan Budaya bekerja sama dengan Kerajaan Negeri Perlis di bawah kelolaan Majlis Kebudayaan Negeri Perlis dan Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negara, Perlis adalah bagian dari agenda pariwisata. "Permainan khas dan unik," ujarnya didampingi General Manager TW Harsono Pane dan Natasha.


Selain perlombaan Arca Jerami Gergasi, Pertandingan Bola Tampar Bendang, Tarik Tali, Naik Sepeda di Atas Titi di Dataran Lok 9, Kuala Perlis dan Larian Angin Timur. Pertandingan lain di antaranya nyanyian Irama Malaysia di Jan Cafe Sungai Batu Pahat, pertunjukan paramotor di Tapak Lapang Kangar Jaya, dan pertunjukan silat seni kreatif di Sekolah Kebangsaan Seberang Ramai, Kuala Perlis.


Sejumlah tokoh dan pimpinan hadir seperti YAB Menteri Besar Perlis, Mohd Shukri Ramli, Setiausaha Kerajaan Perlis, Datuk Rahimi Ismail; Ketua Pengarah JKKN, Mohd Amran Mohd Haris; Pengarah JKKN Perlis, Norazlin Nordin; dan Pengarah Bahagian Pengembangan Seni Budaya JKKN, Raizuli Jusoh. Terlihat para eksekutif Tourism Malaysia dari Putra Jaya. (**)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru