Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026
Pertama Buat Film Langsung Disomasi,

Lukman Sardi: Orang Indonesia Kok Nggak Dewasa-dewasa

- Jumat, 09 Januari 2015 16:15 WIB
497 view
 Lukman Sardi: Orang Indonesia Kok Nggak Dewasa-dewasa
Jakarta (SIB)- Lukman Sardi makin menancapkan pengabdian di sinema Indonesia. Setelah berulang meraih posisi terbaik sebagai pemain, putra maestro biola (alm) Idris Sardi menjadi sutradara. Film pertama diselesaikannya adalah Di Balik 98. Ketika akan dirilis 15 Januari 2015, sejumlah aktivis 1998 menyomasi karyanya.

Penyomasi menilai film tersebut memelintirkan fakta. "Bikin film pertama sudah disomasi, buat saya ini pembelajaran yang baik. Mengenai somasi itu saya nggak bisa kasih tanggapan apa-apa, karena saya belum tahu isi somasinya." ujarnya.

Lukman mempertanyakan alasan mereka berniat melayangkan somasi terhadap dirinya. Film sendiri baru akan ditayangkan 15 Januari.  "Saya hanya ingin tanya kepada mereka, apakah mereka sudah menonton filmnya apa belum? Kalaupun mereka bilang ada pemelintiran sejarah, apa yang dipelintir?"

Lukman pasrah jika filmnya disomasi. "Saya harap mereka tonton filmnya secara utuh dulu. Tapi kalau disomasi, itu hak mereka!"

Adian Napitupulu, salah seorang aktivis 1998 menengarai ada orang ‘kuat’ yang ditengarai mendanai film guna ‘cuci tangan’ dari apa yang selama ini dituduhkan. Anggota DPR RI itu berharap agar film itu tidak menjadi film yang ikut memutarbalikan sejarah dan menghilangkan makna perjuangan dari gerakan 98. "Saya tidak kecewa dengan filmnya, saya kecewa dengan orang Indonesia yang nggak dewasa-dewasa," sanggah Lukman seperti disiarkan Tempo.Co.

"Katanya reformasi, tapi ternyata otaknya enggak reform."

Film berisikan drama keluarga dan percintaan yang berlatar belakang kerusuhan Mei 1998.  Keadaan semakin pelik ketika seorang keturunan Tionghoa, Daniel, yang diperankan Boy William dan pacarnya, Diana, yang diperankan Chelsea Islan, ikut berjuang menuntut perubahan. Mereka kehilangan ayah dan adiknya dalam kerusuhan 14 Mei 1998.

Lukman mengatakan karyanya bukan termasuk film sejarah kerusuhan Orde Baru. "Saya cuma mau bicara bahwa saat Mei 1998, keluarga ini hancur, banyak orang yang terpaksa meninggalkan Indonesia. Ini hanya satu potret keluarga," ujarnya aktor yang masuk jajaran calont terbaik karena aktingnya sebagai Soekarno di film Soekarno.

Film Di Balik 98 melibatkan beberapa artis dan aktor papan atas antara lain seperti Chelsea Islan, Boy William, Alya Rohali, Fauzi Baadilla, Donny Alamsyah, dan Teuku Wisnu Wikana. (t/r9/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru