Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Kreativitas Seni Religi STT Paulus Medan

- Sabtu, 10 Januari 2015 16:51 WIB
907 view
Kreativitas Seni Religi STT Paulus Medan
Medan (SIB)- Dua ratusan intelektual muda dari Sekolah Tinggi Theologia (STT) Paulus Simalingkar Medan, Jumat, (9/1), memeringati Natal dan Tahun Baru 2015 di Alpha - Omega, Medan. Usai acara utama di kegiatan bertema Pejuang Sejati (Filipi 3: 13 - 14) dan subtema Dengan Semangat Natal, dan Tahun Baru Keluarga Besar STTH Paulus Medan Marilah Kita Menjadi Pejuang Sejati untuk Memeroleh Hadiah, Yaitu Panggilan Sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus itu ditampilkan kesenian religi.

Pergelaran itu dibuka  vokal solo Leonardo Simamora yang menggelegar dengan suara tenornya. Pria yang berulang kali jawara nyanyi itu mengawali pertunjukan yang semerbak dengan kidung.

Dari puluhan mata acara yang ditampilkan, yang menohok adalah fragmen Natal dalam genre parodi. Kisahnya soal kelahiran sang Juru S’lamat tapi dilakonkan dengan bahasa dan keperluan kekinian, termasuk dalam dialog dan apa yang sedang jadi tren di kalangan anak muda. Ada tawa, tapi di dalamnya menyimpan otokritik pada anak muda sekarang yang kerap mengadopsi budaya pop yang justru berseberangan sesuai ajaranNya. Hal itu terlihat dari tampilan meme — Maju Mundur Cantik yang disohorkan Syahrini — di mana kegiatan religi selalu dipadukan dengan hal sekuler.

“Kandungan kelahiran Yesus Kristus adalah kekudusan. Boleh dijadikan pegangan untuk kehidupan kini dan ke depan, tapi bukan serta merta menjadi bagian dari sekuler,” tandas pembina kegiatan Dr Adolfina Koamesakh MMin yang terus mengaba dari barisan terdepan saat penampilan.

Yang tak kalah istimewanya juga adalah pergelaran kesibukan panitia yang juga diparodikan. Ceritanya sederhana, yakni panitia yang bekerja maksimal tapi masing-masing menunjukkan kehebatan seksi. Misalnya, sekretaris dan bendahara merasa lebih penting. Sama halnya seksi konsumsi dan seksi acara yang merasa lebih berperan karena urusan perut dan kesuksesan kegiatan. “Parodi itu menggambarkan bahwa untuk memuliakanNya dibutuhkan kesatuan hari. Seperti tubuh yang masing-masing punya peran,” tandas Adolfina Koamesakh.

Meningkahi keceriaan, disuguhkan hal yang parameternya kualitas seperti Saint Paul Choir dengan lagu dan aransemen lagu serta koreografer sangat memikat.
Dari ratusan undangan terlihat hadir Ketua STT Paulus Medan Pater Dr CP Manalu DTh, Dr Eliazer Nuban dari Orthodox Sulawesi, Dr Nixon Lumbagaol, Elvador Sembiting, Rosmawati Ndraha MTh, Dewi Silaen SPdK, Timbul Siahaan, Sugito Sihombing MTh, Mula Situmorang. Di acara dengan ketua panitia Robert Pangaribuan MTh itu pun terlihat puluhan pendeta dari ragam denominasi gereja seperti Ronald Simorangkir dari HKI Tebingtinggi, GP Ono Niha dari Gereja Methodist Sidikalang, Maria Simangunsong. (r9/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru