Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Februari 2026

Kevin Eliezer Nababan Jadi Pengidung Religi Usai Bertemu Penyintas Jatuhnya Bom Hiroshima

Oki Lenore - Senin, 20 Oktober 2025 15:52 WIB
600 view
Kevin Eliezer Nababan Jadi Pengidung Religi Usai Bertemu Penyintas Jatuhnya Bom Hiroshima
Foto IG
Kidung: Kevin Jagar Eliezer Nababan, berkidung di Altar GBI Kesamben, Blitar - Jawa Timur, Minggu (19/10).

Blitar(harianSIB.com)

Kevin Jagar Eliezer Nababan, Minggu (19/10), open mic di Altar Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kesamben, Blitar - Jawa Timur. Alumni Hubungan Internasional yang bakal diwisuda di Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung pada November 2025 tersebut sudah selalu menjadi bagian ibadah.

Baik sebagai co-pastor maupun mengarahkan kelompok tamborin. Hal itu dikarenakan Kevin paham musik religi. Tetapi menjadi song leader untuk pertama kali. Setidaknya diunggah di paltfom media sosial.

Kevin adalah generasi Gen-Z visioner. Selain jago debat, ia ahli desain komunikasi visual. Keistimewaannya dalam diplomasi mengantarkannya menjadi delegasi Indonesia Dalam Student International Seminar 2024 di Jepang pada 1 - 10 Agustus.

Di Negeri Sakura, Kevin tak semata fokus pada dialog bertema World Peace and Political Justice yang diikuti mahasiswa internasional yang dipusatkan di Network of Universities at Hiroshima University.

Baca Juga:
Anak kedua dari Ketua PN Blitar, Derman Nababan, itu benar-benar menimba ilmu yang diberikan dalam kegiatan dimaksud. Ia mendapat pelatihan melalui ceramah, studi kasus dan diskusi kelompok kecil.

Di jeda kegiatan kampus, peserta dari banyak negara di dunia, ikut wisata berbasis edukasi sejarah. "Agenda itu diadakan, sekaligus memperingati jatuhnya bom atom di Kota Hiroshima dan Nagasaki, oleh Amerika Serikat (AS) pada bulan Augustus 1945," ujar pria yang memiliki hoby di bidang art directing dan desain komunikasi visual itu pada Kamis, 15 Agustus 2024.

Di Hirosima, ia bertemu dengan seorang ibu penyintas bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945. Individu itu adalah Keiko Ogura, seorang ibu sepuh, kini sudah berusia 89 tahun, yang disebut Hibakusha.

Pemahamannya mengenai bom tak hanya sampai pada peristiwa yang menewaskan lebih dari 129 ribu jiwa dan terpapar radiasi nuklir tersebut. "Cukup sudah mimpi buruk dunia mengenai keironian yang mengakhiri Perang Dunia II tersebut. Itu sebabnya ia selalu menyuarakan jalan damai untuk setiap persoalan.

Cara itu dapat dicapai melalui pendalaman iman berbasis religi. Alumni SD Antonius Jalan Sriwijaya Medan tersebut berharap Bumi berisi kekuatan spiritual. Seperti kidungnya di GBI Kesamben - Blitar, "Kaulah Harapan" sebagai langkahnya tetap bersandar pada-Nya.(*)

Editor
: Rido Sitompul
SHARE:
Tags
beritaTerkait

Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/theme/detail.php on line 406
komentar
beritaTerbaru