Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 24 September 2026

Komunitas My Batak's Friends Forever Siap Gelar Konser "Diingot Hodope" di Jakarta

Victor R Ambarita - Kamis, 24 September 2026 11:00 WIB
239 view
Komunitas My Batak's Friends Forever Siap Gelar Konser "Diingot Hodope" di Jakarta
Foto: SNN/ Victor Ambarita
Foto bersama : Panitia Konser Musik Batak "Diingot Hodope" foto bersama di W&S Bistro, Citos, Jakarta, Rabu (24/9/2026).

Jakarta(harianSIB.com)

Komunitas My Batak's Friends Forever akan menggelar ajang kebudayaan bertajuk Konser Musik Batak "Diingot Hodope" (Satu Malam, Satu Rasa, Satu Kita) di W&S Bistro, Citos, Jakarta, Jumat, 25 September 2026. Acara ini dihadirkan sebagai wadah silaturahmi sekaligus panggung apresiasi terhadap nilai-nilai perjuangan para perantau di ibu kota.

Founders (pendiri) My Batak's Friends Forever yakni Lee Carlo Lumban Gaol, David Pakpahan, Johni Simanjuntak, Paul Siagian, dan Rahma Charliyan Situmorang.

Koordinator My Batak's Friends Forever, Lee Carlo Lumban Gaol, menegaskan pagelaran musik ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, melainkan ruang lintas budaya dan agama yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Nama komunitas yang mereka usung sengaja mencerminkan semangat inklusivitas dan persaudaraan tanpa batas suku.

"My Batak's Friends Forever itu artinya kawan-kawan Batakku, Batak terbaik. Komunitas ini tidak tertutup untuk suku Batak saja. Orang Batak dikenal bisa berasimilasi dengan semua suku di Indonesia, termasuk di Jakarta ini," kata Lee Carlo saat diwawancarai SIB di W&S Resto, Jakarta, Rabu malam (23/9/2026).

Mengusung tema Diingot Hodope yang berarti "apakah engkau masih ingat", alur pertunjukan musik ini dirancang secara khusus ke dalam tiga sesi penceritaan bertema memorabilia.

Sesi pertama mengisahkan momen pelepasan dari kampung halaman (bonapasogit), dilanjutkan sesi perjuangan mengadu nasib di tanah rantau, hingga ditutup dengan perayaan atas pencapaian dan kesuksesan hidup.

Melalui konser ini, penyelenggara juga ingin membangkitkan kembali filosofi luhur masyarakat Batak dalam mengutamakan pendidikan anak di atas segala keterbatasan ekonomi.

"Filosofinya perlu dicontoh. Kita boleh miskin, kita boleh tidak makan, tapi anak kita harus sekolah. Semangat jiwa Batak adalah membuat keturunan kita harus jauh lebih baik dari kita," tegas Lee Carlo.

Untuk menjaga suasana tetap hangat dan emosional, acara dikemas dalam konsep intimate concert dengan kapasitas terbatas, yakni hanya 150 hingga 170 penonton.

Sisi musikalitas akan dipentaskan oleh musisi senior yang telah berpengalaman panjang di kancah musik daerah, seperti Eric Sihotang, Putri Silitonga, Mamoe Band, Trio E2I, Marin Pasaribu, Bonardo Sihombing dengan bimbingan penata musik (music director) Markus Hutasoit.

Penyelenggara menyediakan beberapa kategori tempat duduk, mulai dari tiket VIP hingga Standing seharga Rp200.000 yang dibatasi hanya untuk 30 orang. Selain itu, komunitas juga memfasilitasi kehadiran mahasiswa kurang mampu melalui skema bantuan dari sponsor internal.

Kedepannya, My Batak's Friends Forever menargetkan agenda musik serupa dapat diselenggarakan secara rutin setiap dua bulan sekali.

"Jika antusiasme masyarakat terus berkembang, kami berencana memperluas skala kegiatan hingga dapat menampung ribuan penonton di stadion," tandas Lee Carlo.(*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ribuan Perantau Batak Jabodetabek Ikuti Malam Doa Atas Tenggelamnya Kapal di Danau Toba
komentar
beritaTerbaru