Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 10 Oktober 2026

DHD BPK 45 Sumut Nobar Film Djamin: Setia Selamanya, MN Hasyim: Tontonan Mengayomi

Oki Lenore - Kamis, 08 Oktober 2026 19:02 WIB
316 view
DHD BPK 45 Sumut Nobar Film Djamin: Setia Selamanya, MN Hasyim: Tontonan Mengayomi
Foto : SIB /Oki Lenore
Nobar: Ketum DHD BPK Sumut Mayjen Purn Muhammad Nur Hasyim bersama Bendum Novan Efendy Siregar dan Maria Loretta Simamora diapit Adek ‘Rosdiana’ Husein yang mengundang nomar film Djamin: Setia Selamanya.

Medan(harianSIB.com)

Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pembudayaan Kejuangan (BPK) 45 Sumatera Utara (Sumut) nonton bareng Djamin: Setia Selamanya di Fokal Point Ring Road Gagak Hitam Medan, Kamis (8/10/2026)

Sebelum menyaksikan film tentang Pahlawan Nasional Letnan Jenderal TNI (Purn) Drs Djamin Ginting Suka itu, Rabu (7/10) keluarga inti pria kelahiran (12 Januari 1921 dan wafat pada 23 Oktober 1974 itu bertemu dengan Ketua Umum DHD BPK Sumut Mayjen Purn Muhammad Nur Hasyim.

Mayjen Purn MN Hasyim mengatakan sudah sangat familiar dengan tokoh pejuang kemerdekaan, perwira militer dan diplomat asal Sumatera Utara tersebut.

"Rekor sebagai nama jalan terpanjang di Sumut. Tugunya ada di sejumlah lokasi di Medan bahkan di Makodam Bukit Barisan. Almarhum memang teladan," ujar purna bakti jenderal bitnang dua itu didampingi Bendum DHD BPK 45 Sumut Novan Efendy Siregar.

Baca Juga:
Pertemuan dengan Maria Loretta Simamora, menantu Djamin Ginting diikuti diskusi singkat mengenai industri kreatif yang bersumber dari perjalanan hidup seorang Djamin Gintings.

"Film sebelumnya (maksudnya 3 Nafas Likas yagn diproduksi 2014) meraih penghargaan di FFI," tambah Novan Efendy Siregar.

Mayjen Purn MN Hasyim mengatakan, keteladanan seorang Pahlawan Nasional tentu sangat berguna bagi tuntunan hidup generasi muda dalam menakhodai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke depannya. "Kami pengurus bersiap nobar," tegas mantan Pasi Sospol Dim 0201/BS tersebut.

Film Djamin: Setia Selamanya berlatar belakang masa perjuangan kemerdekaan Indonesia sekitar tahun 1945 hingga 1948 (termasuk masa Agresi Militer I pada Juli–Agustus 1947), yang mengisahkan Djamin Gintings bergerilya dengna memimpin pasukan. Dikemukan sisi humanis dan ngemong.

Film digarap memadukan drama, humor, serta dinamika hubungannya dengan sang istri, Likas Tarigan—sosok perempuan visioner yang setia mendampinginya.

Film tayang di seluruh jaringan bioskop di Indonesia seperti Cinema XXI, Cinépolis dan CGV Cinemas. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru