Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Ungu dan SID Sepentas di Medan, Fans Kejar Hingga ke Hotel

- Senin, 03 Maret 2014 21:43 WIB
1.362 view
Ungu dan SID Sepentas di Medan, Fans Kejar Hingga ke Hotel
SIB/ist
Personel SID bersama GuardBima — Slamet Budiono, Jumawan dan Maryono di Garuda Plaza Hotel Medan
Medan (SIB)- Dua band papan atas Indonesia — Ungu dan SuperAman Is Dead (SID) — namun beda aliran, berada  satu pentas dan menghibur publik di Medan, Sabtu, (1/3). Tampil dengan lagu hitsnya, masing-masing kelompok memiliki magnet sendiri dalam menghibur penggemarnya di Lapangan Widuri, Mariendal, Medan.

Usai menghibur penggemarnya di lapangan terbuka, kedua personel grup menikmati durian dalam Durian Party @ GPH yang digelar di Side Pool Garuda Plaza Hotel tempat para artis menginap. Di luar lokasi istirahat, fans Ungu dan SID menunggu. Begitu sosok personel SID muncul, massa minta foto bersama tapi dalam pengawasan bodyguard artis dari GuardBima — Slamet Budiono, Jumawan dan Maryono — basecamp Jl Karya Utama Gg Utama 7 - 15. “Fans SID dan Ungu di Medan fanatik tapi santun,” ujar Slamet Budiono sambil mengatakan penggemar fanatik Ungu pun tak kalah. “Banyak sekali.”

Ungu, seperti biasa, tampil dengan lagu pop dari album populernya namun Pasha menyuguhkan dengan beat yang lebih dinamis. Pria bernama  lengkap Sigit Purnomo SS kelahiran Donggala, 27 November 1979 itu memainkan emosi penonton dengan komunikasi.

Tampil dengan personel utuh —Makki O Parikesit pada bass, Franco Medjaya Kusuma  dan Arlonsy Miraldi di gitar serta M Nur Rohman di drum — Ungu menyisipkan penampilannya dengan lagu reliji, Ruang Hati.

Pentas panggung bersama itu diisi dengan band metal. Kelompok band asal Bali itu menyuguhkan ragam lagu dari album indienya tapi yang paling menggelar adalah lagu Pulang yang disambut publik.

SID jadi fenomena di Indonesia karena band punk yang kreatif dari jalur indie tapi populernyamengalahkan band yagn berada di major label. Berpersonel I Made Budi Sartika  atau Bobby Kool adalah seorang usahawan pemilik distro  Electrohell di Pulau Dewata. Sama halnya dengan I Made Eka Arsana atau lebih di kenal dengan nama Eka Rock yang jago photography dan dunia IT hingga membuat situs resmi SID. Personel lainnya, I Gde Ary Astina atau biasa dipanggil Jerinx adalah pecandu hairwax, juga seorang surfer yang mengibarkan brand Rumble. (r9/rz)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru