Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Cinta Penelope Ngamen di Lampu Merah untuk Selamatkan Satinah dari Hukum Pancung

- Rabu, 26 Maret 2014 21:45 WIB
1.874 view
 Cinta Penelope Ngamen di Lampu Merah untuk Selamatkan Satinah dari Hukum Pancung
Cinta Penelope ngamen di lampu merah Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa, (25/3).
Jakarta (SIB)- Vonis hukuman pancung yang diberikan pengadilan Arab Saudi terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Satinah, menggugah perhatian masyarakat termasuk artis. Setelah Melanie Subono dan Charly Setia Band yang blusukan mengumpulkan uang, Selasa, (25/3), Cinta Penelope melakukan hal serupa. Ia ikut berjuang mengumpulkan dana dari masyarakat untuk membebaskan Satinah. Cara Cinta dalam mengumpulkan dana pun tergolong unik, yakni ngamen di lampu merah. "Kalau bukan kita yang membantu dan peduli, siapa lagi. Masyarakat juga perlu disentuh untuk tahu dan ikut berkontribusi terhadap apa yang sedang dialami oleh Satinah," ucap Cinta saat ditemui di lampu merah Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa, (25/3).

Sahabat Nikita Mirzani ini merasa iba dengan vonis hukuman pancung yang diberikan kepada Satinah. Sebagai pembantu rumah tangga biasa, ia tak yakin Satinah mau untuk melakukan tindakan pembunuhan dan pencurian tanpa sebab. "Aku yakin, sebenarnya dia cuma pengin membela diri dari majikannya di sana mungkin. Buat aku sendiri, hukuman pancung buat Satinah itu hal yang tidak manusiawi," urainya seperti disiarkan SCTV.

Seperti diketahui Pengadilan Buraidah, Arab Saudi menetapkan bersalah terhadap Satinah binti Jumadi sebagai pelaku pembunuhan majikan perempuannya Nura Al Gharib di wilayah Gaseem Arab Saudi dan melakukan pencurian uang sebesar 37.970 riyal atau sekitar Rp 115 juta pada bulan Juni 2007.

Satinah pun mengakui perbuatannya dan ia harus mendekam di penjara Kota Gaseem, Arab Saudi sejak 2009 hingga kasasi. Pada 2010 Satinah divonis hukuman mati.

Pemerintah Indonesia juga telah berusaha untuk membayar diyat atau uang ganti rugi sebesar 4 juta riyal untuk membebaskan Satinah dari hukuman mati. Namun sayang, pihak keluarga korban meminta uang diyat sebesar 7 juta riyal.

Selain Cinta Penelope, ada Charly Setia Band dan Melanie Subono yang ikut menggalang dana bagi Satinah. Charly melakukan aksi penggalangan dana dengan mengamen, sedangkan putri promotor Adrie Subono itu gencar berkampanye di Twitter.

Musisi Anang Hermansyah alam satu acara musik di te-ve menjelaskan, dalam kurun waktu beberapa hari ke depan Satinah akan menjalani hukuman itu jika tidak membayar diyat sebesar Rp21 Miliar. Setidaknya hal itu yang kini gencar dikampanyekan musisi Melanie Subono lewat berbagai media sosial. "Melanie gencar melakukan di blog path untuk sisanya, jadi para juri tersentuh juga mengajak teman-teman yang lain untuk menyumbang," kata Anang sambil mengatakan sangat ironis jika pemerintah tidak menunjukkan sikap pedulinya dan membiarkan nyawa Satinah berakhir di ujung pancungan. Padahal TKI termasuk pendonor devisa terbesar negara. Bahkan tahun lalu, para pekerja migran itu menyetor Rp83 triliun kepada negara. (t/r9/h)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru